Dugaan SPJ Fiktif, LM2R Desak Kajati Riau Periksa Prokopim Meranti TA 2021

Meranti РKetua umum Laskar Muda Melayu Riau (LM2R akan melakukan  aksi unjuk rasa ke Kapolda Riau dan Kajati Riau mendesak untuk mengusut tuntas dugaan KKN dan dugaan SPJ fiktif Prokopim Pemkab kepulauan Meranti anggaran tahun 2021.

Ya, kita sudah memasukan surat aksi unjuk rasa ke Kapolda Riau dan Kajati Riau mendesak untuk mengusut tuntas dugaan KKN dan dugaan SPJ fiktif oknum Prokopim Pemkab Meranti anggaran tahun 2021,” kata Jefrizal kepada media ini, Jum’at (21/01/2022).

Jefrizal, mengambil alih pekerjaan yang seharusnya sudah ada yang menangani, perlu dicurigai. Karena dengan begitu sistem kontrol internal sudah tidak adalagi dan menandakan keadaan sudah tidak baik-baik saja. Menyimpan uang, melaksanakan kegiatan, mencari vendor, dan membayar dilakukan sendiri maka tidak ada orang lain yang tahu,” tambahnya.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, mengembalikan puluhan juta sisa dana Ganti Uang (GU) ke VI bulan September 2021 lalu, ke kas negara.

Dari anggaran sebesar Rp1.235.684.126 uang GU ke VI bulan September 2021 lalu, yang di pergunakan untuk pembayaran Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) sebesar lebih kurang Rp 663 juta, BBM lebih kurang Rp 100 juta, langganan koran lebih kurang Rp 35 juta, advertorial harian lebih kurang Rp 199 juta, advertorial Mingguan lebih kurang Rp 15 juta, dan media online lebih kurang Rp 223 juta.

Sebagaimana diketahui, anggaran yang dikelola sendiri secara langsung oleh Kepala Bagian Prokopim tanpa melibatkan PPTK dan Bendahara, yang mana sehari setelah uang tersebut ada pada Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP) Bagian Prokopim, Yusran langsung mengambilnya. Tepat pada, Sabtu (11/9/2021), uang sebesar Rp 1,23 miliar lebih itu pun berpindah tangan ke Afrinal Yusran.

Berdasarkan informasi yang dirangkum media ini, dari pagu anggaran tersebut diduga hanya 80% kegiatan yang terealisasi oleh Kepala Bagian Prokopim.

“Dari anggaran Rp 1,23 miliar lebih diduga hanya 80% atau lebih kurang Rp 800 juta kegiatan yang terealisasi dan harusnya sisanya lebih kurang Rp 400 juta yang dikembalikan,” kata sumber terpercaya yang enggan disebut namanya.

Kendati demikian,¬† pengembaliannya uang yang harus Dipertanggungjawabkan (UYHD) finalnya pada 31/12/2021, Apakah sudah dikembalikan atau belum itu yang di pertanyakan,” ujar sumber.

Terkait informasi itu bahwa dari pagu anggaran tersebut hanya 80% kegiatannya yang terealisasi. Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Afrinal Yusran ketika dikonfirmasi media ini, Senin 17/01/2022, ia membantah. Kata Yusran memang ada telah mengembalikan tapi tidak sebanyak itu.

“Tidak lah, mana ada sebanyak itu, kan sudah ada yang dikembalikan, kalau tidak salah Rp 70 juta atau Rp 80 juta dan ada Uang Yang Harus Dipertanggungjawabkan (UYHD) nya. Semua Perjalanan Dinas (SPPD) pejabat-pejabat baru terkumpul, kalau untuk media sudah terealisasi semua,” kata Yusran.

Dikatakannya lagi, Karena penyerahan UYHD itu kebagian umum dan bagian umum yang menyetor UYHD ke Bank Riau termasuk pajak-pajaknya, ini saja BBM kita masih menyisakan hutang. Nantikan ini juga di audit oleh BPK kita tunggu saja hasilnya,” Kata Yusran.

“Kalau itu tidak tau lah abang, yang jelas kemaren itu kita mulai SPJ. Finalnya terakhir penyetoran nya pada 31/12/2021. cuma kalau realisasi secara global mungkin dan itukan belum penginputan, tapi gini, di perubahan kan ada penambahan anggaran media. Yang anggaran SPPD kemaren digunakan jadi sisa anggaran sekitar Rp 80 juta itu dikembalikan,” ujar Yusran.

Secara terpisah, Sekretaris Badan Pengelola Keuangan dan Arsip Daerah (BPKAD) Meranti, Mubarak, ketika dijumpai belum bisa menjelaskan dan mengarahkan untuk menanyakan kepada bendahara umum apa Aitem kegiatan yang menjadi laporkan sebagai SPJ Prokopim, dan begitu juga dengan bendahara umum menyarankan untuk menanyakan ke pak sekda secara langsung.

Tidak sampai disitu, ketika awak media ini mendatangi kekantor bupati pak sekda tidak bisa di jumpai,”Pak sekda ada didalam, bapak dari mana, pak sekda tadi berpesan kalau ada dari media yang datang suruh jumpa humas saja,” ujar salah satu penjaga petugas Satpol PP.(tm)

 

%d blogger menyukai ini: