Humas Kanwil Kemenkumham Riau Kunjungi Lapas Selatpanjang

  • Bagikan

Selatpanjang – Dalam rangka monitoring dan evaluasi (Monev), Kepala Bagian Program dan Humas (Kabag Promas) Kanwil Kemenkumham Riau, Sabar Tarida Uli Gultom bersama Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat, Reformasi Birokrasi, dan Teknologi Informasi (Kasubbag Humas, RB dan TI), Koko Syawaluddin Sitorus dan Kepala Subbagian Program dan Pelaporan (Kasubbag PP), Ibnu Rizal beserta tim mengunjungi Lapas Kelas IIB Selatpanjang, Kamis (2/12).

Bertempat di ruang rapat, Kepala Lapas Kelas IIB Selatpanjang, Khairul Bahri Siregar memaparkan kondisi dan keadaan terkait bangunan Lapas Kelas IIB Selatpanjang. Saat ini terdapat kendala pada pagar pembatas lapas yang mulai miring dan retak.

Kondisi ini dapat mempengaruhi kondisi keamanan lapas sehingga diperlukan perbaikan secepatnya. Kalapas juga menginformasikan kondisi lapas yang tergenang banjir saat terjadi pasang air laut sehingga membutuhkan pembangunan lapas baru di daerah yang tidak rawan banjir.

“Rumah dinas bagi petugas juga sangat mendesak untuk diadakan untuk menunjang kinerja. “Terima kasih atas kunjungan Kabag Promas beserta tim. Kami membutuhkan dukungan agar pemenuhan sarpras di lapas ini dapat terpenuhi secepatnya. Kami juga butuh arahan dan bimbingannya dalam proses pembangunan ZI WBK/WBBM,” ucap Siregar.

Sementara itu, Kabag Promas meminta agar pihak lapas untuk membuat usulan yang dilengkapi data dukung analisa kebutuhan dari Dinas PUPR Kabupaten Meranti untuk diteruskan ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Dalam upaya pembangunan ZI WBK/WBBM yang saat ini memasuki tahapan penilaian nasional, Sabar mengingatkan agar semangat WBK/WBBM terus berjalan walaupun Lapas Selatpanjang belum terpilih sebagai salah satu sampel satker.

“Pembangunan ZI WBK/WBBM bukan hanya sekedar seremoni atau mengejar predikat semata, namun sudah menjadi kewajiban kita sebagai aparatur negara untuk memberikan pelayanan terbaik dan bebas korupsi serta bebas pungli kepada masyarakat,” sebutnya.

Senada dengan Kabag Promas, Kasubag Humas juga menjelaskan bahwa Tim Penilai Nasional (TPN) bisa saja mengirimkan Mysterius Shopper ke satker dalam menguji kepantasan satker tersebut apakah pelayanannya sudah bebas dari korupsi.

Untuk itu sudah sepatutnyalah WBK sudah menjadi kebiasaan bukan hanya kontestasi semata. Kasubag Humas juga menyebutkan pentingnya peranan humas dalam menginformasikan kegiatan dan pelayanan lapas sehingga dapat mendatangkan kepercayaan publik.

“Minimal terapkan One Day One Post. Satu hari ada satu postingan. Postingan bisa apa saja, yang penting dapat menghadirkan citra positif organisasi kepada masyarakat,” kata Koko.

Selanjutnya giliran Kepala Sub Bagian Program dan Pelaporan menjelaskan maksud dari kehadirannya yaitu untuk melakukan monitoring dan evaluasi kepatuhan pengisian aplikasi e-performence, e-monev dan SMART.

Terkait usulan rehab bangunan, Ibnu Rizal meminta agar pihak lapas bersabar karena saat ini Ditjenpas sedang memfokuskan anggaran pada Lapas Bagansiapiapi dan Lapas Narkotika Rumbai. “Namun, Kanwil Riau tetap akan mengusulkan apa-apa yang telah disampaikan oleh Bapak Kalapas sehingga Lapas Selatpanjang nantinya dapat bekerja dengan maksimal,” ucapnya.

Terakhir, rombongan tim monev kemudian bergerak meninjau lahan seluas 4,2 hektar yang telah dihibahkan Pemkab Meranti untuk pembangunan Lapas Selatpanjang yang baru.***

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: