Warning: Undefined variable $txt in /home/liputank/public_html/wp-content/plugins/live-traffic-feed/admin/class-ltf-admin.php on line 196

Warning: Undefined variable $txt in /home/liputank/public_html/wp-content/plugins/live-traffic-feed/admin/class-ltf-admin.php on line 196
Imigrasi Gerebek Sindikat Scam Investasi di Batam, 210 WNA Diamankan | Berita Terkini class="wp-singular post-template-default single single-post postid-266434 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Batam / Berita

Jumat, 8 Mei 2026 - 23:05 WIB

Imigrasi Gerebek Sindikat Scam Investasi di Batam, 210 WNA Diamankan

Batam –  Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggerebek sebuah apartemen di Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) yang diduga menjadi pusat operasi penipuan investasi daring lintas negara.

Sebanyak 210 warga negara asing (WNA) diamankan dalam operasi yang digelar Rabu (6/5/2026) dan diumumkan Jumat (8/5/2026).

Direktur Jenderal Imigrasi Kemenkeu, Hendarsam Marantoko, mengatakan pengungkapan bermula dari informasi intelijen pada pertengahan April 2026 terkait aktivitas mencurigakan sejumlah WNA di lokasi tersebut.

Setelah dilakukan pengawasan tertutup selama beberapa pekan, petugas menemukan indikasi kuat adanya kegiatan terorganisir yang tidak sesuai dengan izin tinggal.

“Pengamanan dilakukan setelah ditemukan indikasi kuat bahwa para WNA menjalankan aktivitas yang tidak sesuai dengan izin tinggal serta berpotensi membahayakan ketertiban umum,” kata Hendarsam dalam Konferensi Pers Imigrasi, Jumat (8/5/2026).

Dalam operasi yang melibatkan 58 personel gabungan itu, petugas mengamankan 125 WNA Vietnam, 84 WNA China, dan 1 WNA Myanmar.

Dari total tersebut, 163 laki-laki dan 47 perempuan, dengan berbagai jenis izin tinggal seperti Bebas Visa Kunjungan, Visa on Arrival, hingga visa investor yang tidak diperuntukkan untuk bekerja.

Dari lokasi, petugas menemukan indikasi kuat adanya struktur operasional yang tertata, mulai dari ruang kerja, area tinggal, hingga ruang kendali. Temuan itu menguatkan dugaan bahwa apartemen tersebut digunakan sebagai pusat aktivitas scam trading.

Barang bukti yang diamankan antara lain 131 komputer, 93 laptop, 492 telepon genggam, 52 monitor, perangkat jaringan, mesin penghitung uang, serta ratusan paspor.

Pemeriksaan perangkat elektronik juga mengindikasikan praktik penipuan investasi daring dengan korban warga negara asing, terutama dari Eropa dan Vietnam, melalui skema promosi media sosial dan platform investasi fiktif.

Para WNA tersebut saat ini dijerat Pasal 75 ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, yang memberi kewenangan kepada pejabat imigrasi untuk menjatuhkan Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) terhadap orang asing yang melakukan pelanggaran, membahayakan ketertiban umum, atau menyalahgunakan izin tinggal.

Imigrasi menyatakan seluruh WNA akan diproses untuk deportasi dan penangkalan. Kendati demikian, apabila dalam pemeriksaan lanjutan ditemukan unsur tindak pidana, penanganan akan dilimpahkan kepada Kepolisian Daerah Kepulauan Riau.

Share :

Baca Juga

Berita

Bupati Karimun Menerima Bantuan Sembako dari PT Saipem Yard

Berita

Wakil Bupati Natuna Turun Meninjau Harga dan Ketersedian Barang selama Bulan Ramadhan 1446 H/2025

Berita

Kemnaker Umumkan Tiga Besar Calon Direktur Polteknaker Periode 2026–2030

Berita

Kendalikan Arus Penumpang di Pelabuhan Tanjungharapan, Personil Gabungan Ops Ketupat 2022 Beri Pelayanan Maksimal

Berita

Gandeng BPKP Dan Kejaksaan, Bapenda Meranti Gelar Sosialisasi Pajak Dan Retribusi Daerah

Berita

Satnarkoba Polres Karimun Bekuk Kurir Narkoba

Berita

Kapolres Karimun Awasi Surat Suara Pilkada 2020

Berita

Edukasi Lingkungan, Polsek Tualang Turun ke Sekolah Lewat Program Green Policing
error: Content is protected !!