Ketua DPR: Batam Kurang Diperhatikan Semenjak Reformasi Bergulir

- Jurnalis

Minggu, 29 Mei 2016 - 03:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Saya sangat miris melihatnya, meskipun berjarak sekitar 25 KM, namun perbandingan antara Singapura dan Batam sangat jauh apabila ditinjau dari segi perkembangan ekonomi dan bisnisnya bagaikan bumi dan langit,” katanya.

 

Liputankepri.com,Batam– Ketua DPR Ade Komarudin berbicara mengenai kota Batam, Kepulauan Riau.

Akom, sapaan akrab Ade Komarudin, mengingatkan Batam yang dirancang era Orde Baru.

“Sebenarnya direncanakan Orde Baru, Pak Habibie dan Pak Harto. Batam ini daerah untuk mengejar Singapura pada saat itu,” kata Akom saat press gathering, Minggu (29/5/2016).

Untuk mengejar Singapura maka pemerintah langsung membangun bandara internasional di Batam.

Cara mengejar Singapura dengan membentuk free trade zone untuk Batam.

Namun, Akom menyayangkan persoalan Batam kurang diperhatikan semenjak reformasi bergulir.

“Kegiatan tidak fokus Batam mengejar Singapura. Jauh tanah ke langit, di sini sekarang tidak seperti di seberang bisa mendekati. Judi sudah diambil, oleh Singapura,” imbuhnya.

Sementara, Wakil Ketua Komisi VI DPR Azzam Azwan meminta pemerintah memberikan perhatian khusus dalam membangun kota Batam.

Politikus Demokrat itu menuturkan suntikan dana pembangunan dari pemerintah pusat masih terbilang kecil bila ingin menjadikan Batam sebagai kota perdagangan internasional seperti Singapura.

“Saya sangat miris melihatnya, meskipun berjarak sekitar 25 KM, namun perbandingan antara Singapura dan Batam sangat jauh apabila ditinjau dari segi perkembangan ekonomi dan bisnisnya bagaikan bumi dan langit,” katanya.

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Meranti Evakuasi Penumpang Yang Sakit di Tengah Padatnya Aktivitas Pelabuhan
LAMR Meranti Tegaskan Pihak Bersengketa Patuhi Kesepakatan Damai Proyek Simur JIAT melalui Musyawarah Adat
Ditjen Imigrasi Copot Kakanim Batam Buntut Kasus Pungli Wisatawan Asing di Pelabuhan
Ditjen Imigrasi Kepri Akui Oknum Pegawai Imigrasi Batam Terlibat Dalam Kasus Pemerasan WNA
Untuk Bancakan’ Fee’ Kepala BWS Sumatera III Daniel Diduga Cairkan Proyek Swakelola JIAT Tahap II Yang Bermasalah
Jadi Ajang Pungutan ‘Fee’ Proyek Swakelola Sumur JIAT Tahap II di Meranti Terancam Gagal Serah Terima
Bea Cukai Batam Amankan 1,12 Juta Batang Rokok Ilegal di Pulau Panjang
Jelang Idul Fitri 2026, Pejabat Pemkab Meranti Terancam Dapat Sangsi Tegas Jika Gunakan Kendaraan Dinas Untuk Mudik

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 10:58 WIB

Polres Meranti Evakuasi Penumpang Yang Sakit di Tengah Padatnya Aktivitas Pelabuhan

Minggu, 5 April 2026 - 19:26 WIB

LAMR Meranti Tegaskan Pihak Bersengketa Patuhi Kesepakatan Damai Proyek Simur JIAT melalui Musyawarah Adat

Kamis, 2 April 2026 - 09:45 WIB

Ditjen Imigrasi Copot Kakanim Batam Buntut Kasus Pungli Wisatawan Asing di Pelabuhan

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:22 WIB

Ditjen Imigrasi Kepri Akui Oknum Pegawai Imigrasi Batam Terlibat Dalam Kasus Pemerasan WNA

Jumat, 27 Maret 2026 - 12:07 WIB

Untuk Bancakan’ Fee’ Kepala BWS Sumatera III Daniel Diduga Cairkan Proyek Swakelola JIAT Tahap II Yang Bermasalah

Berita Terbaru