class="wp-singular post-template-default single single-post postid-29961 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Kep Meranti

Kamis, 13 Februari 2020 - 22:28 WIB

Pihak Bank RiauKepri Beri Penjelasan,Terkait Dana Sertifikasi Guru Diduga Dipakai Kepentingan Lain

Meranti – Pihak Bank RiauKepri memberikan penjelasan sesuai versinya, terkait pencairan dana sertifikasi guru tahun 2019 tidak dibayarsepenuhnya lantaran digunakan untuk kepentingan lain.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Meranti diduga menggunakan dana sertifikasi guru (tunjangan profesi) tahun 2019 sebesar Rp 397 Juta untuk kepentingan lain yang telah dicairkan Bank Riau Kepri (Persero) Cabang Selatpanjang.

Manejer Bank Riau Kepri (Persero) Cabang Selatpanjang, Fivian Heldi didampingin stafnya, Agus ketika dikonfirmasi media ini di ruang kerjanya Kamis (13/02/2020) mengatakan, pembayaran yang disalurkan kepada rekening para guru penerima tunjangan seterfikasi sesuai dengan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) yang di usulkan dinas terkait.

“Kita hanya juru bayar saja, sesuai dengan SP2D yang diusulkan Dinas yang bersangkutan dan dinas lebih mengetahui hal itu,” kata Fivian Heldi.

Disinggung mengapa Pemerintah daerah mengambil alih kebijakan pencairan dana tunjangan sertifikasi guru triwulan terakhir tahun 2019 yang seharusnya telah dicairkan melalui bank BRI kini telah melalui Bank RiauKepri yang hal tersebut menjadi tanda tanya besar.

“Bank RiauKepri adalah mitra Pemerintah Daerah dan program besar kita sebagai pengelola uang kas daerah dan itu ada MOU kerja samanya dengan pemerintah daerah,” jelasnya.

Mengenai nominal jumlah uang yang disalurkan oleh Dinas ke Bank Riaukepri untuk disalurkan kepada rekening para guru penerima tunjangan sertifikasi, ia mengaku tidak bisa memberi keterangan karena menurutnya hal itu menjadi rahasia negara.

“Kita tidak bisa memberi penjelaskan jumlah dominal uang dari dinas, karena itu rasia negara, untuk itu sebaiknya lebih tepat ditanyakan pada pihak Dinas bersangkutan karena yang lebih berkompeten menjawab adalah mereka,” tambah Agus

Tidak hanya itu, menurut Fivian Heldi pencairan dana tunjangan sertifikasi guru yang dulunya tidak melaui Bank Riaukepri itu justru yang salah.

“Justru yang harus dipertanyakan kenapa dulunya ini salah, yang seharusnya pencairanya di kami, karena wajar saja kalau pencairanya dari Bank Riaukepri ini. Bank milik daerah, birokrasinya pendek, kemampuannya juga bagus,”tutupnya.

BACA JUGA :https://liputankepri.com/pemkab-meranti-belum-sepenuhnya-bayar-dana-sertifikasi-guru-tahun-2019/riau/meranti/01/

Sementara itu, media ini mencoba telah mencoba mengkonfirmasi ke Plt Sekdakab Kepulauan Meranti Bambang Supriyanto yang sebelumnya  Kepala BPKAD Meranti melalui ponselnya dan WhatsApp ponselnya mati. Hingga berita ini dirils belum dapat dikonfirmasi.(Mt)

Share :

Baca Juga

Berita

Perkuat Sinergitas Kamtibmas, Kapolsek Rangsang Silaturahmi Dengan Ketua MUI Kecamatan Rangsang

Kep Meranti

Terkait Pasar Malam Di Tutup Paksa Aheng Bakal Di Penjara

Kep Meranti

Temui Komisi II DPRD Meranti, Masyarakat Merbau Minta Diagendakan Rapat Bersama Pemda dan PT. EMP

DPRD

Kunker Ke Meranti DPRD Karimun Pelajari Strategi Digitalisasi Disdukcapil

Berita

Pelantikan Pengurus TP-PKK Kecamatan Pulau Merbau

Kep Meranti

Warga Selatpanjang Laporkan Direktur CV. Zalika Bersaudara Ke Polres Karimun Atas Dugaan Penipuan

Kep Meranti

Sekda Meranti Buka Turnamen Bola Kuala Merbau Cup  2018, Ajang Peningkatan Prestasi Sepak Bola Meranti

Berita

SPSI Pelabuhan Jumat Curhat Bersama Kapolres, Siap Cegah TPPO & Dukung UMK
error: Content is protected !!