class="wp-singular post-template-default single single-post postid-263249 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Bangkinang / Berita / Peristiwa

Rabu, 3 September 2025 - 09:29 WIB

Siswa SDN 006 Langgini Diduga Keracunan Makanan Program MBG, 18 Siswa Alami Gejala, Dua Dirawat di RS

Bangkinang, liputankepri.com — Seorang siswa kelas 2C SDN 006 Langgini, Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, Delpin Alpatih, diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (28/8/2025). Akibatnya, Delpin harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Orang tua Delpin, Rouda Anis, menceritakan kronologi kejadian. “Awalnya dia makan nasi goreng. Tak lama setelah itu muntah-muntah dan langsung saya bawa pulang,” ungkap Rouda saat ditemui di SDN 006 Langgini, Selasa (2/9/2025).

Namun, kondisi Delpin tak kunjung membaik. “Kamis siang kami larikan ke rumah sakit karena dadanya sesak dan matanya terlihat pucat. Jumat sempat pulang, tapi Sabtu sore masuk lagi karena setiap makan dan minum langsung muntah,” jelasnya.

Rouda juga mengungkapkan bahwa kasus ini tidak hanya menimpa anaknya. “Di kelas anak saya saja ada 10 orang yang mengalami gejala serupa, dan dua di antaranya harus dirawat di rumah sakit,” ujarnya dengan nada haru.

Baca Juga :  Walikota Batam Ajak FKPPI Dukung Pemerintah Membangun Batam

Rouda berharap pihak pengelola MBG dan pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas. “Tolong jangan sampai ada korban lagi. Anak-anak ini makan apa yang diberikan tanpa tahu apakah masih layak atau tidak,” katanya sambil menahan air mata.

Sekolah Bentuk Tim Pengawas Kelayakan Makanan

Sementara itu, Kepala SDN 006 Langgini, Ema Astuti, menegaskan pihaknya telah mengambil langkah cepat menyikapi dugaan keracunan makanan ini. Dari data sekolah, sedikitnya 18 siswa mengalami gejala mual dan sakit perut, bahkan dua siswa harus menjalani perawatan intensif.

“Kami sudah membentuk tim pengawas di setiap kelas. Sebelum makanan didistribusikan, tim akan mengecek kelayakan makanan. Jika dinilai tidak layak, akan langsung dikembalikan ke dapur penyelenggara. Jika layak, baru boleh dikonsumsi anak-anak,” tegas Ema.

Baca Juga :  Menjaga Ekositem Pesisir, PT Timah Tenggelamkan Ribuan Artificial Reef Dalam Lima Tahun Terakhir

Ia menekankan pentingnya komitmen bersama antara pihak sekolah, penyelenggara MBG, dan orang tua siswa. “Sekolah hanya sebagai fasilitator. Yang menyiapkan makanan adalah dapur penyelenggara. Jadi, harus ada persepsi yang sama soal standar kebersihan dan gizi agar program ini berjalan baik tanpa ada korban lagi di masa depan,” tambahnya.

Program MBG Dievaluasi

Program MBG di SDN 006 Langgini sendiri baru berjalan sejak 24 Agustus 2025, namun insiden dugaan keracunan ini langsung menjadi sorotan publik. Ema menyebut pihak sekolah sudah berkoordinasi dengan penyelenggara MBG dan dinas terkait untuk melakukan evaluasi bersama.

“Pihak MBG juga siap melakukan sosialisasi kepada orang tua siswa, pihak sekolah, dan tenaga kesehatan agar ada pemahaman bersama. Kami berharap ke depan tidak ada lagi kejadian serupa,” pungkasnya.(tim)

Share :

Baca Juga

Berita

Jalin Sinergitas TNI-Polri, Kapolres Karimun Kunjungi Mako Lanal Karimun

Berita

BP Batam: Warga Terdampak Pengembangan Rempang Eco-City Segera Terima SHM

Bangkinang

Hapus Kemiskinan Ekstrem Di Kawasan Suaka Margasatwa Rimbang Baling, Pemkab Kampar Lakukan Rakor dengan BKSDA Riau. 

Berita

Polisi dan TNI Berhasil Redam Bentrokan Dua Ormas di Siak Hulu

Batam

LBHK – WARTAWAN Kota Batam di harapkan mampu memberi dampak baik bagi Masyarakat Batam

Berita

Dua Tahun Berturut, PT Timah Tbk Raih Penghargaan Top 50 MID Capitalization Public Listed Company pada The 15th IICD CG Conference and Award 2024

Berita

HUT Kemerdekaan Ditengah Wabah Pandemi, Aunur Rafiq, harus di maklumi

Berita

Polres Meranti Tangani Kasus Ilegal Logging, Dua Tersangka Tidak Tunjukkan Dokumen Sah
error: Content is protected !!