class="wp-singular post-template-default single single-post postid-11868 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Kep Meranti / Liputan Kriminal

Kamis, 14 September 2017 - 16:38 WIB

Dermaga STB Terbengkalai,Mantan Kadishub Meranti Di panggil Kejaksaan

LIPUTANKEPRI.COM,SELATPANJANG- Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kepulauan Meranti Hariadi SSt MT, dipanggil pihak Kejaksaan Kepulauan Meranti terkait permasalahan terbengkalainya proyek pembangunan Dermaga Sungai Tohor Barat (STB).

Dermaga yang dilaksanakan pengerjaannya sejak tahun 2014 hingga 2015 silam, sudah mulai diusut aparat penegak hukum di Meranti. 

Pelaksanaan Proyek Pembangunan Dermaga Sungai Tohor Barat, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau dengan biaya sebesar Rp 3,5 Miliar, melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Kepulauan Meranti, bersumber dari dana DAK 2015 disinyalir hingga kini pengerjaannya terbengkalai.

Pelaksanaan pembangunan Dermaga Sungai Tohor Barat, Kecamatan Tebing Tinggi Timur tahap awal dimulai 2014 silam, dengan pagu anggaran Rp 499 Juta, kemudian dilanjutkan pada pertengahan tahun 2015 dengan biaya Rp 3,5 Milyar.

Kasi Pidsus Kejari Kepulauan Meranti Roy Modino SH, melalui Penyidik Pidana Khusus Kejari Kepulauan Meranti, Robby Prsetya SH MH, Rabu (13/9/2017) membenarkan adanya pemanggilan tersebut

Hariadi yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kepulauan Meranti. 

telah dipanggil pihak kejaksaan Kepulauan Meranti pada Rabu 23 Agustus 2017 lalu.

“Sejumlah rekanan telah kita lakukan pemanggilan termasuk Hariadi sebagai pengguna anggarannya dan Hariadi masih status terperiksa,” ujar Robby.

Dijelaskan Robby, selain Hariadi, Kejaksaan juga telah memanggil sekitar 15 terperiksa lainnya.

Sebelumnya sempat diberitakan bahwa sebagai fasilitas umum, Dermaga

merupakan sarana penting dan sangat dibutuhkan bagi masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti terutama diwilayah yang tersebar di empat pulau.

Namun, berbeda dengan apa yang dirasakan masyarakat Sungai Tohor Barat, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, warga keluhkan pembangunan dermaga yang pekerjaan pembangunan pada tahun 2014 lalu hingga kini belum dapat dinikmati.  

Pembangunan menelan biaya Rp 3,5 Miliar itu terkesan diterlantarkan sehingga masyarakat menyayangkan tidak dapat menggunakan sarana umum tersebut.

Kepala Desa Sungai Tohor Barat, Nordiansor, beberapa waktu lalu  menyampaikan benar adanya sejumlah warga yang mempertanyakan kepada pihaknya terkait pembangunan dermaga yang tak kunjung selesai tersebut.

“Memang ada masyarakat yang mengeluh dan bertanya kepada saya mengapa jembatan itu tidak siap-siap pak kades. Jadi saya jawab yang bekerja itukan kontraktor, kalau kami ya ingin secepatnya pembangunan itu selesai,” ungkap Nordiansor. (Tim Liputankepri.com)

Share :

Baca Juga

Kep Meranti

Helfandi : Insyallah Besok Kita Jenguk Beliau Dirumahnya

Featured

JCH Kabupaten Meranti Siap Di Berangkatkan Ke Tanah Suci Makkah

Berita

Polres Kep Meranti Amankan Perayaan Imlek 2025, Turunkan 250 Personel

Karimun

Pelaku Pembunuhan Di Selatpanjang Diringkus Polisi

Kep Meranti

Alamak Nama Bupati Meranti Irwan Nasir Di sebut sebut dalam Sidang PN Dugaan Korupsi Mantan Sekda zubiarsyah

Advertorial

Komisi II DPRD Meranti Pertanyakan Tunda Bayar 2025 ke BPKAD, Target Rampung Maret 2026

Ekonomi

Hitamnya Hidup Pekerja Arang di Meranti

Berita

Percepat Penurunan Stunting, Pemkab Gelar Sosialisasi Program dan Lokakarya
error: Content is protected !!