LIPUTANKEPRI.COM – Bangkinang, – Sejumlah pedagang sayur di Pasar Inpres Bangkinang terpaksa membuang dagangan mereka ke tong sampah akibat sepinya pembeli dan menurunnya daya beli masyarakat.
Kondisi ini memprihatinkan, mengingat banyak sayuran yang sudah layu akhirnya terbuang percuma.
Menurut para pedagang, penurunan jumlah pembeli ini telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
“Biasanya sayur yang kami jual habis dalam sehari, tapi sekarang banyak yang tersisa. Mau tidak mau, kami harus membuangnya karena sudah tidak segar lagi,” kata salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya.
Para pedagang berharap pemerintah daerah dapat memberikan solusi untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan membantu para pedagang kecil.
“Kami butuh bantuan, entah itu dalam bentuk subsidi atau program-program yang bisa mendukung kami bertahan di masa sulit ini,” ujar pedagang lainnya.
Situasi ini tidak hanya berdampak pada pedagang, tetapi juga pada para petani yang memasok sayuran ke pasar. Mereka mengaku kesulitan menjual hasil panen karena permintaan yang terus menurun. “Kami berharap ada intervensi dari pemerintah untuk menstabilkan harga dan meningkatkan daya beli masyarakat,” kata salah satu petani.
Para pedagang dan petani berharap kondisi ini segera membaik, sehingga mereka bisa kembali menjalankan usaha dengan normal dan mengurangi jumlah sayuran yang terbuang sia-sia.
(*)










