Jakarta – Jarak dan perubahan lingkungan tidak menghalangi Poulindria Wulandari untuk terus berkarya di dunia musik. Penyanyi sekaligus penulis lagu asal Kota Malang kelahiran 20 Oktober 1975 tersebut tetap aktif menjalani perjalanan kreatifnya meski telah menetap di Western Australia sejak 2005.
Di Australia, Poulindria dipercaya sebagai vokalis sekaligus entertainment leader West Kharisma. Aktivitas tersebut membuatnya tetap dekat dengan dunia panggung sekaligus mengembangkan pengalaman bermusik di lingkungan internasional.
Selain tampil bersama band, Poulindria juga terus menghasilkan karya sebagai penyanyi dan pencipta lagu. Sejumlah karyanya, di antaranya “Pahit Manisnya Cinta” dan “Curhatan Hatiku”, telah diperkenalkan melalui berbagai platform musik digital. Lagu “Pahit Manisnya Cinta” tercatat dirilis sebagai single pada April 2025, ujar Imanuel Juliman CEO dari @jaktive.id
Tidak berhenti di dunia musik, Poulindria juga memanfaatkan perkembangan media sosial untuk memperluas jangkauan karyanya. Melalui YouTube dan TikTok ( dengan akun @poulindriawulandari ), ia menghadirkan konten yang menggabungkan musik, hiburan, serta percakapan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Baginya, dunia digital memberikan ruang baru bagi seorang musisi untuk tetap terhubung dengan audiens tanpa dibatasi jarak dan negara. Kehidupannya di Australia justru menjadi bagian dari perjalanan kreatif yang mempertemukan pengalaman bermusik, kehidupan diaspora, serta perkembangan dunia konten digital.










