class="wp-singular post-template-default single single-post postid-33008 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Berita / Karimun / Kepri

Jumat, 27 Maret 2020 - 20:09 WIB

Covid-19, Pemprov Kepri Salurkan Dana Rp1,5 Miliar

Karimun – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H. Isdianto, terus mengerahkan segala cara dan upaya untuk mengatasi dan mencegah persebaran virus Covid-19. Kali ini Isdianto memberikan bantuan kepada pemerintah Kabupaten Tanjung Balai Karimun.

Bantuan tersebut berupa uang sejumlah Rp1,5 Miliar dan sejumlah Alat Pelindung Diri (APD) serta Rapid Tes. Bantuan tersebut diberikan secara langsung Plt. Gubernur Kepri H. Isdianto kepada Bupati Karimun H. Aunur Rafiq di Aula Pertemuan, RS Muhamad Sani, Karimun, Jumat (27/03).

Dalam sambutannya, Isdianto mengajak seluruh masyarakat untuk mematuhi himbauan pemerintah, baik itu dari presiden maupun pemerintah setempat. Dirinya juga menguncapkan terimakasih kepada seluruh tim medis yang telah melaksanakan tugas dengan baik.

“Terimakasih kepada tenaga medis khususnya di Karimun yang telah melakukan pencegahan dan pengobatan. Harus agak bersabar, jangan terpancing oleh isu-isu dan informasi yang tidak jelas sumbernya. Kita sedang menghitung, akan memberikan tambahan penghasilan bagi tenaga medis,” ungkap Isdianto dalam sambutannya.

Baca Juga :  Masuk Kota Batam, Ini Syarat yang harus Dipenuhi

Lebih lanjut, Isdianto juga menyampaikan, pihaknya akan memberikan bantuan kepada masyarakat berupa sembako dan juga sejumlah uang. Bantuan tersebut menurutnya untuk menstimulus masyarakat yang terkena dampak ekonomi.

“Kita akan berikan bantuan stimulus bagi masyarakat yang memang layak. Jumlahnya sedang kita hitung dan akan kita rembukan dengan DPRD Provinsi,” imbuhnya.

Ditempat yang sama, Bupati Karimun Aunur Rafiq, mengucapkan terimakasih atas bantun yang diberikan Pemprov Kepri. Pihaknya mengaku mendapat kesulitan karena keterbatasan fasilitas dalam menghadapi Covid-19 ini. Terutama terkait dijadikannya Karimun sebagai pintu masuk TKI se-Indonesia.

“Jumlah TKI yang masuk mencapai 12.000. Dengan keterbatasan fasilitas, kami mengalami kesulitan jika tempat kami menjadi pintu masuk TKI se-Indonesia. Mungkin untuk menangani wilayah Sumatera kami masih sanggup,” ungkap Ainur Rafiq.

Baca Juga :  Suwarno: Pesawat Citilink Batam-Jakarta Bawa 4 Penumpang

Pihaknya juga menambahkan, bukan menolak dijadikannya Karimun sebagai pintu masuk TKI. Namun lanjut Aunur, dengan keterbatasan fasilitas seperti pelabuhan, penginapan dan juga rumah sakit.

“Kami bukan menolak, hanya saja dari sisi efektifitas dan efisiensi kurang tepat. Kami minta dipertimbangkan status Karimun sbg pintu masuk TKI nasional” tukasnya.

Menanggapi hal tersebut, Isdianto pun mengatakan terjadi miss komunikasi. Menurutnya, Karimun siap dijadikan persinggahan TKI se-Indonesia, untuk wilayah Sumatera saja.

“Sebenarnya dapat kami sepakati untuk mengembalikan ke wilayah Sumatra saja. Tujuannya sampai ke Dumai atau Bengkalis. Saya kira ini ada miss. Segera buatkan surat supaya kami sampaikan ke pusat dan pihak terkait,” pungkasnya.**

(aidy)

Share :

Baca Juga

Kepri

Turis Cina Sepi ke Kota Gurindam

Featured

Kapal Patroli BC 20008 Kanwil Khusus DJBC Kepri Amankan 9,94 ton Pasir Timah Selundupan

Batam

Ekonomi Meningkat Walau Pandemi, Batam Menjadi Kota Pengamat Urban 20 (U20) Mayors Summit 2022

Batam

Resepsi Diplomatik KJRI Johor Bahru Pererat Kerja Sama Indonesia-Malaysia

Ekonomi

Pemicu Kebakaran 30 Unit Rumah Di Kolong, Diduga Dari Lampu Colok

Batam

Kelas Polda Kepri Akan Naik Jadi Type A,Pangkat Kapolda Menjadi Bintang Dua

Berita

Tugboat Tabrak Pompong di Perairan Pulau Merapas, Satu Nelayan Dinyatakan Hilang

Karimun

Kapolres Makan Bareng Dan Temu Ramah Bersama IWO Karimun
error: Content is protected !!