class="wp-singular post-template-default single single-post postid-28028 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Kep Meranti

Selasa, 29 Oktober 2019 - 08:49 WIB

Abrasi Di Bibir Pantai Pulau Merbau Mulai Menghawatirkan

LIPUTANKEPRI | – Kondisi abrasi pantai di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti , Provinsi Riau sudah sangat mengkhawatirkan.

Laju pengikisan Abrasi yang terjadi di pulau merbau, khususnya Dusun Pacul Desa Pangkalan Balai ini Mencapai 20 (duapuluh) Meter setiap tahunnya, dan puncak abrasi selalu terjadi pada bulan November sampai menjelang Tahun baru atau ketika Musim Angin Utara terjadi. hal ini Disampaikan Kepala Desa Kepada Team Pemantau yang dipimpin langsung Asisten 1 Bidang Pembangunan Daerah Syamsuddin SH, MH dan Didampingi Kepala Bagian Perbatasan Agustia Widodo SE, M Si, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (KESBANGPOL) Drs. Tasrizal Harahap bersama Staff dan diantar langsung oleh kepala Desa Kuala Merbau Efendi Alwi, Kepala Desa Pangkalan Balai Jamal.

“Saat ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan, Khususnya di Pulau Merbau ini, Desa Pangkalan Balai, Desa Centai, Desa Kuala Merbau” Hal ini disampaikan Asisten 1 bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kepulauan Meranti Syamsuddin SH, MH, pada kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten ke Kecamatan dan Desa, Senin (28/10/2019).
Dikatakan juga oleh Syamsuddin, pemerintah kabupten Kepulauan Meranti sudah berharap pemerintah pusat ikut membantu menangani masalah abrasi pantai yang terjadi hampir disemua Kecamatan di Kabupaten Kepulauan Meranti, yang merupakan pulau terluarnya Indonesia, yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka (Malaysia) Pasalnya, permasalahan tersebut tidak mungkin dapat ditangani hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Setelah melihat langsung kondisi abrasi di Kecamatan Pulau Merebau yang sudah sangat memprihatinkan
Syamsudin menjelaskan, Pulau Merbau berada di batas terluar yang berbatasan dengan Malaysia. Dengan mundurnya garis pantai yang disebabkan abrasi, maka berpengaruh pada garis terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk itu butuh penanganan serius terhadap abrasi ini.(An)

Share :

Baca Juga

Kep Meranti

Sebanyak 63 Atlet Ingkai Uji Kenaikan Tingkat Persiapan Propov Kampar Pekan Depan

Ekonomi

Desa Kundur Dapat Bantuan Pengolahan Air Gambut Untuk Penyediaan Air Bersih

Kep Meranti

Semarakkan HUT RI 72 Perlombaan Sampan Campang Di Desa Alai

Kep Meranti

Reskrim Polsek Merbau Kembali Berhasil Amankan Pencuri Kabel Milik EMP, 2 Orang Buron

Kep Meranti

Hadiri Maulid Nabi Muhammad di Desa Bandul, Hery Saputra SH Sampaikan Ajakannya

Kep Meranti

​Kapolres Meranti Cek Pos Pengamanan dan Pelayanan Jelang Lebaran

Kep Meranti

Terlihat Berkarat, Crane KM MI No 1 JT PRIKO Jatuh Dan Patah Hingga Memakan Korban

Kep Meranti

Dalam Pembangunan Puskesmas Teluk Belitung Yang Menjadi Polemik Tercantum Nama Kajari Meranti
error: Content is protected !!