class="wp-singular post-template-default single single-post postid-23686 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Ekonomi / Gaya Hidup / Nasional / Riau

Senin, 25 Maret 2019 - 23:53 WIB

BI Dorong Optimalisasi Sektor Ekonomi Baru di Riau

Bank Indonesia mendorong optimalisasi sumber ekonomi baru menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi, baik nasional maupun daerah, khususnya Provinsi Riau.

Bank Indonesia mendorong optimalisasi sumber ekonomi baru menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi, baik nasional maupun daerah, khususnya Provinsi Riau.

LIPUTANKEPRI.COM,JAKARTA– Bank Indonesia mendorong optimalisasi sumber ekonomi baru menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi, baik nasional maupun daerah, khususnya Provinsi Riau.

Seperti diketahui, Riau masih mengandalkan sektor pertanian dan pertambangan sebagai andalan pertumbuhan ekonomi.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Sugeng menuturkan pihaknya ingin mendorong sektor pariwisata, optimalisasi ekonomi digital, pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta dana wakaf untuk sektor produktif sebagai sumber ekonomi baru yang perlu dioptimalkan dalam menopang pertumbuhan ekonomi.

“Upaya mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru menjadi tantangan yang dihadapi Riau untuk mengurangi ketergantungan pada sektor tertentu dan menggali potensi sumber ekonomi baru lainnya,” ungkapnya dalam serah terima jabatan (sertijab) Kepala Perwakilan BI Riau, Senin (25/3/2019).

Sertijab dilakukan kepada Decymus yang menggantikan Siti Astiyah sebagai Kepala Perwakilan BI Riau yang baru.

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, Sugeng menambahkan BI senantiasa melakukan langkah-langkah penguatan peran Kantor Perwakilan (Kanwil) BI dengan memperkuat bauran kebijakan dan mendorong pengembangan sumber pertumbuhan ekonomi baru. Antara lain, dengan mendorong strategi pengembangan pariwisata dan mengoptimalkan potensi dari ekonomi digital.

“Dalam hal ini, dibutuhkan peningkatan produktivitas yang berasal dari optimalisasi inovasi dan penggunaan teknologi,” ujarnya.

Ekonomi digital diproyeksi dapat menyumbang US$155 miliar terhadap PDB Indonesia dan pertumbuhan tenaga kerja sebesar 3,7 juta tenaga kerja pada 2025. Ekonomi digital juga dipandang mampu mengoptimalkan besarnya jumlah UMKM di Indonesia sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, ekonomi syariah juga memiliki potensi yang besar dalam mendorong perekonomian, melalui optimalisasi dana wakaf tunai untuk usaha produktif.

Lebih lanjut, Sugeng menyampaikan ada tiga poin penting kehadiran Kepala Perwakilan BI Riau. Pertama, pimpinan baru BI Riau diharapkan mampu meneruskan dan meningkatkan kontribusi BI di daerah, terutama dalam rangka mendorong kinerja perekonomian di Riau melalui peran sebagai strategic advisor yang kredibel dan dapat diandalkan di daerah.

Kedua, penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam wadah Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Ketiga, Kanwil BI Riau diharapkan selalu memenuhi kebutuhan uang rupiah di masyarakat dalam jumlah nominal yang cukup, jenis pecahan yang sesuai, tepat waktu, dan dalam kondisi yang layak edar hingga ke daerah terpencil.

Bank sentral menegaskan akan selalu mengoptimalkan peran dan tugasnya guna menata sekaligus memperkuat peran kantor BI di daerah dengan memperhatikan perkembangan, tantangan, dan potensi ekonomi di wilayah setempat.

Sumber : bisnis.com

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Pemda, LAM dan MUI Sepakat, Permainan Ketangkasan di Meranti Terindikasi ‘Judi’, Rekomendasikan Untuk Ditutup

Karimun

Pelajar MTs Tewas Tenggelam Di Kolam Renang Air Terjun Pongkar

Berita

Bupati Karimun: 40 Ribu Paket Sembako Tahap Kedua akan di Bagikan

Featured

Perang Air Di selatpanjang Jadi Sorotan Dunia

Kep Meranti

Layani Pembeli Gunakan Jerigen SPBU Selatpanjang Bawa Nama Dinas Perindak & Camat

Hiburan

Voklist Ivan Kabari, Andi, Drummer ‘Seventeen’ Dipastikan Meninggal Dunia

Berita

Korupsi di PT Asabri, Kejagung Sita Sejumlah Aset Milik Benny Tjokro di Batam

Kep Meranti

​Wakapolres Meranti Ingatkan DPRD Meranti agar Jauhkan Pungli
error: Content is protected !!