class="wp-singular post-template-default single single-post postid-268299 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Berita / Kep Meranti / Nasional / Peristiwa / Riau

Selasa, 8 September 2026 - 11:33 WIB

Bukan Cuma Pantau Posko, Kapolres Meranti Ikut Berjibaku Jinakkan Api Gambut 85 Hektare

MERANTI – Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, bersama personel gabungan telah memasuki hari keenam berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Dusun Penapat, Desa Gemala Sari, Kecamatan Rangsang.

Demi memastikan api setebal empat meter di lahan gambut benar-benar terkendali, orang nomor satu di Polres Meranti ini memilih menginap di lokasi dan memimpin pemadaman langsung hingga dini hari dan masih bertahan bersama personel gabungan.

Memasuki hari keenam penanganan Karhutla, Selasa (8/9), AKBP Gede Adi kembali melakukan pemadaman. Sejak kebakaran meluas dan sulit dikendalikan, orang nomor satu di jajaran Polres Kepulauan Meranti itu memilih berada di tengah personelnya, bukan hanya memantau dari posko.

Panas, asap, debu hingga medan yang sulit menjadi bagian dari kesehariannya. Bahkan, aktivitas pemadaman kerap berlangsung sampai dini hari.

“Kalau api belum bisa kita kendalikan, kita tidak bisa meninggalkan lokasi. Kita harus memastikan api tidak menjalar dan terus dilakukan pemadaman serta pendinginan,” kata Gede Adi.

Di lokasi, kondisi memang tidak sederhana. Api membakar kawasan gambut dengan kedalaman sekitar tiga hingga empat meter. Bara tidak hanya terlihat di permukaan, tetapi bisa bertahan di bawah tanah dan kembali muncul ketika mendapat suplai udara.

Baca Juga :  Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan Sambangi Kawasan Industri

Situasi semakin sulit karena angin dari arah laut bertiup cukup kencang. Perubahan arah angin membuat pergerakan api sulit diprediksi. Api yang semula terlihat terkendali bisa kembali menjalar ke bagian lahan lainnya.

Kondisi itulah yang membuat Gede Adi memilih tetap berada di lokasi. Ia tidak hanya memberikan arahan, tetapi ikut melihat kondisi medan, mengatur pergerakan personel serta memastikan pemadaman berjalan hingga titik-titik api yang sulit dijangkau.

Tak jarang, pekerjaan baru berhenti ketika malam telah larut. Setelah berjibaku memadamkan api hingga sekitar pukul 02.00 WIB, waktu istirahat yang dimiliki hanya beberapa jam. Sekitar pukul 05.00 WIB, aktivitas kembali dimulai untuk memantau perkembangan api.

“Memang kondisinya berat. Tapi yang paling penting bagaimana api ini segera dikendalikan agar tidak meluas,” ujarnya.

Karhutla di Gemala Sari sebelumnya telah meluas hingga sekitar 85 hektare. Luasan tersebut membuat penanganan tidak bisa dilakukan secara cepat. Petugas harus mengejar titik-titik api sekaligus melakukan pendinginan untuk mencegah munculnya kembali bara di bawah permukaan gambut.

 

Hingga Selasa pagi pukul 06.00 WIB, berdasarkan pemantauan di wilayah hukum Polres Kepulauan Meranti, masih terpantau satu fire spot (FS) dengan tingkat intensitas medium di Desa Gemala Sari. Titik tersebut berada pada koordinat 0°55’12.22″ N, 102°58’59.16″ E atau sekitar 0.92006, 102.9831.

Baca Juga :  Fenomena Gerhana Matahari Sebagian Bisa Dilihat Hari Ini di 34 Provinsi, Ini Jadwalnya

Sementara itu, hotspot (HS) tidak terpantau dan kondisi cuaca dilaporkan cerah. Untuk kejadian banjir, tidak terdapat laporan atau titik banjir di wilayah hukum Polres Kepulauan Meranti.

Penanganan api terus dilakukan Kapolres bersama jajaran, Masyarakat Peduli Api (MPA), tim PT SRL, PT NSP dan masyarakat setempat. Tim masih berjibaku memadamkan api sekaligus melakukan pendinginan di kawasan yang terbakar.

Bagi petugas di lapangan, persoalan terbesar bukan hanya memadamkan api yang terlihat. Bara yang tersembunyi di dalam gambut menjadi ancaman tersendiri karena dapat kembali menyala dan memicu kebakaran baru.

Karena itu, meski api mulai terkendali di sejumlah bagian, proses pendinginan tetap menjadi perhatian. Gede Adi memastikan personel tidak berhenti hanya setelah api di permukaan padam.

“Kita tidak hanya mengejar api yang terlihat. Pendinginan juga harus dilakukan supaya bara di bawah gambut tidak kembali menyala,” tegasnya.***

Share :

Baca Juga

Batam

Bea Cukai Batam Kembali Amankan Pelaku Penyelundupan Sabu-Sabu

Kep Meranti

Atas Nama Kelompok Tani, Puluhan Ton Kayu Di Meranti Dipasok Ke Medan Sumatra Utara

Kep Meranti

Kapolres Meranti Cek Kesiapan Pos Pam Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025

Kepri

Polda Kepri Terbaik Tanggani Kasus Korupsi

Criminal

Diduga Mengedarkan Sabu, Oknum PNS di Karimun Diamankan Polisi

Bengkalis

Ketua DPW dan DPD PWMOI Akan Adakan Rapat Konsolidasi Pengurus

Berita

Personil Satpolairud Meranti Berbagi Takjil kepada Pelaut

Bengkalis

Pimpinan dan Anggota DPRD Hadiri Acara Kenal Pamit Kapolres Bengkalis
error: Content is protected !!