class="wp-singular post-template-default single single-post postid-25975 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Berita / KPK / Peristiwa

Kamis, 25 Juli 2019 - 21:09 WIB

Buron Kasus Suap Eks Bupati Labuhanbatu Dibawa ke Jakarta Malam Ini

Liputankepri.com,Labuhan Batu – Buronan tersangka kasus dugaan suap eks Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap, Umar Ritonga ditangkap KPK pagi tadi. Umar langsung dibawa ke gedung KPK Jakarta malam ini.

“Malam ini UMR akan langsung diterbangkan ke kantor KPK di Jakarta,” kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Andriati di kantornya, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (25/7/2019).

Yuyuk mengatakan tim KPK saat ini sudah berada di daerah sekitar Medan, Sumatera Utara. Menurutnya, Umar diperkirakan tiba di Jakarta malam ini.

“UMR sedang dalam perjalanan menuju gedung KPK diperkirakan sampai di Kuningan sekitar pukul 23.00 malam,” sebutnya.

Yuyuk menjelaskan dalam upaya penangkapan Umar, KPK dibantu sejumlah pihak yakni Polres Labuhanbantu hingga warga sekitar tempat tinggal Umar. Yuyuk mengatakan selama pelarian Umar bersembunyi di sebuah rumah kontrakan.

“Selama pelarian tersebut diduga UMR berada di sebuah kontrakan di daerah Perawang. Uang Rp 500 juta yang dulu diduga dibawa yang bersangkutan sudah tidak ditemukan di lokasi,” ujar Yuyuk.

Baca Juga :  Polisi Keluarkan Sirine, Minta Warga Carita Lari ke Dataran Tinggi

Umar Ritonga ditangkap KPK di rumahnya sekitar pukul 07.00 WIB. Umar bersikap kooperatif saat ditangkap.

Dalam kasus ini, eks Bupati Labuhanbatu Pangonal ditangkap KPK pada Selasa (17/7/2018) terkait dugaan transaksi suap dari pengusaha Effendy Sahputra melalui sejumlah orang perantara. Pengusaha Effendy disebut mengeluarkan cek senilai Rp 576 juta yang dicairkan di BPD Sumut oleh orang kepercayaannya berinisial AT.

Duit pencairan cek ini kemudian dititipkan kepada petugas bank, lalu diambil orang kepercayaan Pangonal, Umar Ritonga. Sekitar pukul 18.15 WIB, orang kepercayaan Umar datang ke bank mengambil uang Rp 500 juta dalam tas keresek yang dititipkan kepada petugas BPD Sumut. Tapi Umar kabur saat akan ditangkap. KPK mengatakan sempat mengejar Umar.

Baca Juga :  Jadi Tersangka Suap dan Gratifikasi, Gubernur Kepri Ditahan KPK

Pangonal sudah divonis bersalah dalam kasus ini. Dia dihukum 7 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider dua bulan kurungan karena dinilai terbukti menerima suap sebesar Rp 42,28 miliar dan SGD 218.000 dari pengusaha.

Selain itu, menurut hakim, Pangonal dikenai uang pengganti sebesar Rp 42,28 miliar dan SGD 218.000. Dia juga dijatuhi hukuman pencabutan hak politik selama 3 tahun.

Share :

Baca Juga

Batam

Korban Yang Mengapung di Waduk Sei Ladi Identitasnya Terekam di Kantor Disdukcapil Batam

Berita

Kejari Belitung Timur Gelar Rakor Perbaikan Tata Kelola Kerja Sama Kemitraan Jasa Pertambangan Komoditas Timah

Berita

Polisi dan Bea Cukai Amankan Sabu Seberat 1,3 Kg

Batam

Serahkan SK CPNS Formasi 2021, Rudi : Jaga Integritas dan Jalankan Tugas dengan Tanggungjawab

Batam

Bea Cukai Batam Musnahkan 66,78 Juta Batang Rokok Ilegal

Berita

Ratusan Anak Yatim dan Piatu di Provinsi Kepulauan Riau dan Provinsi Riau Terima Santunan PT Timah Tbk

Berita

ZU, Korban Pemerkosaan ; Terimakasih Pak Polisi, Sudah Memberikan Tempat Yang Nyaman

Advertorial

Konsisten Bantu Kesehatan Warga, PT TIMAH Tbk Serahkan Bantuan untuk Lansia di Bangka Barat
error: Content is protected !!