ISPU di Riau Turun Naik Gubri : Keadaan Darurat Pencemaran Udara Diperpanjang Hingga 30 September

- Jurnalis

Sabtu, 28 September 2019 - 21:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meskipun sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Riau, sudah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Namun, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar masih mempertahankan status Keadaan Darurat Pencemaran Udara, mengingat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) disejumlah daerah masih naik turun.

“Memang kualitas udara di Riau, terkhusus Pekanbaru, sudah jauh membaik saat ini. Namun, untuk mengantisipasi masuknya kabut asap dari provinsi tetangga, karena faktor pergerakan arah angin. Kita masih mempertahankan status keadaan darurat pencemaran udara hingga 30 September 2019,” kata Syamsuar kepada GoRiau.com, Jumat (27/9/2019).

Berdasarkan informasi dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) yang diterima dirinya pukul 16.00 WIB, seperti di Kota Dumai jarak pandang 4 kikometer dan masih asap tipis. Begitu juga di Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, meskipun jarak pandang 5 kilometer dan masih asap tipis.

“Kita tidak ingin mencabut status keadaan darurat pencemaran udara, terlalu dini. Kita juga berharap, hujan turun merata diseluruh Provinsi Riau menjelang 30 September, mendatang,” ungkap Syamsuar.

Kualitas udara yang sudah membaik saat ini, dikatakannya, sekolah yang ada di Riau juga sudah aktif melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar. Ia bersyukur kepada Allah SWT, karena hujan yang sudah membasahi sejumlah hotspot di Bumi Lancang Kuning.

“Alhamdulillah, ini berkah dari doa semua umat beragama, Riau turun hujan. Semoga kabut asap hilang dari Bumi Lancang Kuning dan provinsi tetangga,” ujar Syamsuar. Dipertahankannya status keadaan darurat pencemaran udara dari hasil rapat Pemprov Riau dengan instansi terkait lainnya, hari ini yang dipimpin Plt Asisten II Setdaprov Riau Indra SE.

Syamsuar, meningkatkan status dari Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Karhutla (kebakaran hutan dan lahan) 2019, menjadi Keadaan Darurat Pencemaran Udara pada 23 September 2019. Pasca ditingkatkannya status tersebut, sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Riau turun hujan dan hampir merata mulai intensitas sedang hingga lebat. ***

Sumber : Goriau

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekda Sudandri Pimpin Evaluasi Ranperda Pertanggung Jawaban APBD 2025 di BPKAD Riau
Menaker: Perjanjian Kerja Bersama Jadi Pijakan Perkuat Hubungan Industrial dan Produktivitas
Bupati Asmar Buka Harapan Muda Cup I, 96 Tim Berebut Gelar Juara dan Jadi Ajang Cetak Atlet Muda Meranti
Pemkab Meranti Terima Penghargaan Mitra Kerja Kementerian Hukum 2026, Komitmen Perkuat Pelayanan Hukum
Bupati dan Kapolres Meranti Sambut Tim Kompolnas, Visitasi Award 2026 Resmi Dimulai
Polisi Bongkar Jaringan Narkoba di Tebing Tinggi: Dua Pria Ditangkap, 22 Paket Sabu Disita
Satlantas Polres Karimun Perkuat Pengaturan dan Edukasi Keselamatan di Titik Rawan Kecelakaan
Kapolres Karimun Pimpin Taptu dan Pawai Obor HUT RI Ke-81

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:57 WIB

Sekda Sudandri Pimpin Evaluasi Ranperda Pertanggung Jawaban APBD 2025 di BPKAD Riau

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Menaker: Perjanjian Kerja Bersama Jadi Pijakan Perkuat Hubungan Industrial dan Produktivitas

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:20 WIB

Bupati Asmar Buka Harapan Muda Cup I, 96 Tim Berebut Gelar Juara dan Jadi Ajang Cetak Atlet Muda Meranti

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:18 WIB

Pemkab Meranti Terima Penghargaan Mitra Kerja Kementerian Hukum 2026, Komitmen Perkuat Pelayanan Hukum

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:15 WIB

Bupati dan Kapolres Meranti Sambut Tim Kompolnas, Visitasi Award 2026 Resmi Dimulai

Berita Terbaru

error: Content is protected !!