class="wp-singular post-template-default single single-post postid-25860 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Riau

Selasa, 23 Juli 2019 - 21:28 WIB

LAMR Sayangkan Upaya Oknum DPRD Menggabungkan Disbud dengan Dinas Lain

LIPUTANKEPRI.COM PEKANBARU– Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menyayangkan upaya sejumlah oknum anggota DPRD Riau menggabungkan Dinas Kebudayaan (Disbud) dengan dinas lain seperti pariwisata, pemuda, dan olah raga. Upaya ini terkesan tidak saja mengerdilkan peradaban, khususnya Melayu Riau, tetapi merupakan langkah mundur dalam pembangunan karakter bangsa dengan landasan kearifan lokal dengan wawasan global.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (Ketum MKA) LAMR, Datuk Seri H.Al azhar, Selasa (23/7/2019). “Kami memantau tindakan oknum itu dan sedang mempertimbangkan untuk bertatap muka dengan mereka. Kami tahu mereka secara detil,” kata Al azhar.

Dia mengaku sudah mendengar upaya penggabungan Disbud dengan dinas lain itu sejak pekan lalu. Alasannya antara lain tidak efesien dan memiliki anggaran yang kecil sehingga Disbud terseok-seok. Alasan-alasan ini tidak masuk akal dan tidak kultural. “Kalau anggarannya kecil, kan tinggal membesarkannya,” kata Al azhar.

Disebutkannya, Disbud baru dua tahun berdiri sebagai wujud memberi perhatian khusus kepada kebudayaan sejalan dengan visi Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu di Asia Tenggara. Selama ini, kebudayaan diurus oleh suatu bidang padahal budaya menjadi satu dari dua pancang pembangunan Riau bersama ekonomi. Tidak seperti ekonomi yang malah diurus oleh sejumlah dinas atau pejabat eselon dua, sebelumnya kebudayaan diurus pejabat eselon tiga.

Penolakan penggabungan Disbud dengan dinas lain juga karena sifat pembangunan budaya itu sendiri. Budaya misalnya berurusan langsung dengan pelestarian dan pewarisan, sedangkan pariwisata berorientasi pada pemasaran. Kedua hal ini kadang-kadang bertolak belakang karena perbedaaan orientasi.

Keberadaan Disbud Riau menjadi perhatian, sehingga beberapa daerah mengikuti jejak Riau mendirikan Disbud seperti Sumbar. DKI Jakarta bahkan berkunjung ke Riau untuk mempelajari kinerja Disbud. Perolehan kategori objek budaya sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) Riau hanya di bawah Yogyakarta yang memiliki anggaran budaya sekitar Rp 500 milyar -bandingkan anggaran Disbud Riau tahun 2019 yang hanya Rp 10 milyar.

Baca Juga : Di Inhil Ada Harimau Terperangkap Dalam Ruko

Disbud Riau makin diperlukan sebagai dinas tersendiri karena menghadapi persaingan yang besar. Bukan saja perkembangan dunia, tetapi juga program Riau sendiri. Daerah ini misalnya, sedang memperjuangkan kompleks Candi Muara Takus dan Kota Siak sebagai warisan dunia. (rls)

Share :

Baca Juga

Kep Meranti

Selama Bulan April, Baru 11 Desa ADD Yang Cair

Riau

kapolres Siak Lakukan Suling Perkenalan Diri Kepada Masyarakat

Kampar

Tragis, Dua Orang Pekerja Tewas Tersengat Arus Listrik Tegangan Tinggi

Kep Meranti

JMGR: Perusahaan Migas Harus Peduli Gambut, Chevron Menjadi Contoh

Kep Meranti

Gugus Tugas Covid-19 Laksanakan Rapat Koordinasi Bersama DPRD Meranti

Kep Meranti

Pemkab Meranti Ramah Tamah Sekaligus Makan Bersama Staf Ahli Kemenko PMK RI

Riau

Personel Polres Kampar Adakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Ikhlas 

Kep Meranti

238 Personil Gabungan Diterjunkan dalam Operasi Ketupat Lancang Kuning 2022 di Meranti
error: Content is protected !!