class="post-template-default single single-post postid-2280 single-format-standard wp-custom-logo elementor-default elementor-kit-37444">

banner 200x200

Home / Olahraga

Senin, 24 Oktober 2016 - 01:14 WIB

Madrid Siapkan 100 Juta Euro

Liputankepri.com OLAHRAGA –– Real Madrid tak akan dapat mendatangkan pemain baru hingga tahun 2018. Klub kaya raya asal Spanyol tersebut tengah mendapatkan sanksi FIFA karena kedapatan melakukan pembelian di bawah umur.
Dikutip dari Football Italia, Ahad (23/10), Madrid akan memaksimalkan skuad seadanya selama masa menjalani sanksi tersebut. Karena pelatih Zinedine Zidane juga gemar mengorbitkan pemain-pemain binaan asli klub.
Tapi manajemen El Real tetap menyiapkan uang untuk melakukan pembelian besar. Begitu sudah terbebas dari hukuman, Madrid rencananya langsung menggelontorkan 100 juta euro untuk mendatangkan pemain bintang. Yang diincar adalah bintang muda milik Juventus Paulo Dybala.

 
Dybala saat ini masih berusia 22 tahun. Ia dibeli Bianconeri dari Palermo musim lalu seharga 32 juta euro. Permainannya yang terus meningkat juga beriringan dengan naiknya harga pemain asal Argentina tersebut. Dua tahun lagi harga Dybala memang ditaksir mencapai 100 juta euro.
Musim ini Dybala sudah mencetak empat gol dalam 11 pertandingan. Tapi dua pekan ke depan Dybala akan absen membela Juventus karena mengalami cedera paha saat grande partita melawan AC Milan. Madrid langsung menyiapkan uang besar untuk Dybala agar tak ditelikung sang rival abadi Barcelona yang juga tertarik.

Share :

Baca Juga

Berita

Erick Thohir Terpilih Jadi Ketum PSSI

Featured

Start Posisi Dua, Valentino Rossi Ngaku Dibantu Hujan

Olahraga

MU Harus Datangkan Bale dan Griezmann

Olahraga

Gagal Penalti, Alexis Sanchez Dikecam Arsene Wenger

Nasional

Ikut Peparpeda Riau Ke-IX, Atlet Meranti Raih 4 Emas & 4 Medali Perak

Meranti

Sekda Meranti Buka Lomba Balap Sepeda dan Gerak Jalan Santai Sempena HUT Meranti Ke-X Tahun 2018

Featured

Jadwal Siaran Langsung Derby Manchester Malam Ini

Featured

Permintaan Maaf Presiden Direktur PS TNI soal Kerusuhan Gresik