Karimun | Minyak goreng kembali langka di sejumlah kios di Tanjungbalai Karimun. Kondisi ini sangat dikeluhkan kelompok ibu rumah tangga. (07/03/22) Senin.
Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi, UMKM, dan ESDM, M.Zabur mengatakan, kelangkaan terjadi tingginya angka pembelian terhadap minyak goreng. Sehingga menyebabkan ketersediaan minyak goreng tidak mencukupi.
“Memang belakangan sempat terjadi peningkatan pembelian untuk minyak goreng satu harga. Sehingga cepat habis, dan banyak masyarakat yang tidak kebagian,” ungkap M.Zabur, Senin (7/3/2022).
Kebutuhan minyak goreng di Kabupaten Karimun sebanyak 215 ton per bulan. Jumlah tersebut dinilai cukup dikonsumsi masyarakat Bumi Berazam.
“Untuk menghindari kelangkaan, kami juga aktif mengecek ke distributor. Tapi karena pembelian meningkat, maka sempat terjadi kelangkaan,” beber Zabur.
Pasokan minyak goreng untuk Karimun didatangkan dari Medan, Sumatera Utara. Itupun didistribusikan melalui transportasi laut.
“Artinya, dalam kurun waktu satu bulan, hanya dua kali kapal bersandar dan mendistribusikan minyak goreng ke Karimun,” tegasnya.
Zabur memastikan, kapal yang membawa minyak goreng dari Medan sudah masuk Selasa (8/3/2022). Selanjutnya langsung didistribusikan ke market-market, dan toko-toko sembako.
“Kapal yang membawa minyak goreng sudah sandar di Karimun, dan langsung didistribusikan. Jadi hari ini (Selasa, red) minyak goreng sudah tersedia lagi” jawabnya seraya berharap warga tidak panic buying yang berhujung kelangkaan.









