class="wp-singular post-template-default single single-post postid-264887 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Advertorial / Berita / Potret Timah

Sabtu, 6 Desember 2025 - 17:48 WIB

PT TIMAH Tbk Tanam Mangrove di Belitung, Perkuat Ketahanan Pesisir dan Ekonomi Masyarakat

BANGKA — Mangrove berperan penting dalam menjaga ekosistem pesisir, untuk itu PT TIMAH Tbk secara berkelanjutan melaksanakan penanaman mangrove di wilayah operasional Perusahaan bersama Pemerintah maupun kelompok masyarakat.

Kali ini, PT TIMAH Tbk menanam sebanyak 5000 batang mangrove di Kawasan Pantai Takari, Desa Rebo Kabupaten Bangka pada Kamis (4/12/2025). Penanaman mangrove ini merupakan komitmen Perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Penanaman mangrove yang dilakukan PT TIMHAH Tbk ini merupakan bagian dari program keberlanjutan perusahaan dalam memperkuat ekosistem pesisir sekaligus mendukung mitigasi perubahan iklim. PT TIMAH Tbk secara konsisten melaksanakan penanaman mangrove di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Provinsi Kepulauan Riau.

Kepala Kantor Pengelolaan Hutan Produksi Sigambir Kotawaringin, Tanaim mengapresiasi langkah PT TIMAH dalam menjaga ekosistem pesisir melalui penanaman mangrove.

“Terima kasih kepada PT TIMAH Tbk yang tetap konsisten mennaman mangrove di kawasan Hutan Lindung Rebo ini. Sebagaimana kita ketahui sepadan pantai ini banyak rusak karena aktivitas manusia. Dengan kita menanam mangrove kita mulai memperbaiki kawasan ini,” katanya.

Menurutnya, memperbaiki ekosistem pesisir seperti penanaman. mangrove akan memberikan dampak bagi masyarakat dan lingkungan secara langsung. Meskipun ini tidak bisa dilakukan secara cepat.

Baca Juga :  Cegah Abrasi di Pantai Pongkar, PT Timah Bakal Pasang Penahan Abrasi

“Saya pernah menanam di Rambat Menduyung dan hari ini sudah kita lihat bagaimana di sana sudah ada kerang, kepiting. Artinya ekosistem yang tadinya rusak sekian tahun lalu mulai hidup kembali,” ucapnya.

Kedepan, Ia berharap PT TIMAH Tbk dapat konsisten melaksanakan penanaman mangrove dan bisa berkolaborasi dengan pihaknya. Penanaman yang dilakukan hari ini akan bermanfaat bagi generasi mendatang.

“Penanaman mangrove ini harus dilakukan masif, jika mita biarkan terue menerus ekosistem pesisir kita akan semakin rusak. Kami bisa berkolaborasi dengan PT TIMAH Tbk untuk melakukan penanaman. Dengan ada mangrove ini kita harap menghidupkan kembali, mulai dari ikan kecil, kepiting, kerang,” ujarnya.

Baca Juga :  Polemik Renovasi MDTA Jadi Fasilitas MBG, Kades Kualu Nenas Mediasi Pihak Yayasan Bersama Warga

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka, Ismir Rahmaddinianto mengatakan, Kabupaten Bangka menghadapi 127 hektar lahan potensi kritis dan 24.240 hektar lahan kritis. Untuk itu, kata dia penting untuk melakukan mitigasi dalam pengelolaan lahan kritis, salah satunya dengan penanaman mangrove yang dilakukan bersama PT TIMAH Tbk.

“Penanaman mangrove oleh PT TIMAH Tbk dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya pengelolaan dan perlindungan lingkungan. Mangrove menjadi salah satu indikator penilaian pemerintah daerah dalam menilai upaya keberlanjutan lingkungan di Bangka. Manfaat penanaman mangrove dirasakan masyarakat, di antaranya bertambahnya kepiting dan lokan yang menjadi mata pencaharian, serta perlindungan dari abrasi,” jelas Ismir.**

Share :

Baca Juga

Berita

Kepala BP Batam Selesai Retreat, Ajak Masyarakat Bersatu Majukan Batam

Batam

Bakamla RI Tangkap 3 Kapal Ikan Ilegal di Selat Malaka

Berita

Hadiri Halalbihalal Disdikbud, H.Asmar : Ini Momentum Membangun Kebersamaan

Berita

Pemkab Kep Meranti Dorong Percepatan RDTR dan Pembangunan PLBN Tanjung Kedabu dalam FGD RTR KPN Riau-Kepri

Berita

Kapolres Karimun AKBP Tony Pantano Berikan 4 Butir Penekanan Kepada Personel

Aceh

Harap Segera Disahkan, Kasmarni Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Berita

Usai Karhutla Padam, Kapolres dan Bupati Meranti Perkuat Sinergi Lewat Jalan Pagi Bersama

Berita

Buka Pelatihan Publik Speaking, Kadiv Humas: Sebagai Tindak Lanjut Pemantapan Komunikasi Publik
error: Content is protected !!