class="wp-singular post-template-default single single-post postid-16948 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Kep Meranti / Nasional / Riau

Senin, 30 April 2018 - 13:27 WIB

Puisi Cekgu Fitri Warga Selatpanjang Banyak Disukai Warganet

LIPUTANKEPRI.COM,MERANTI,- Puisi ciptaan Cekgu Fitri asal Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, banyak disukai.

Fitri yang merupakan salah seorang guru yang mengajar di SDN 24 Gelora, Selatpanjang itu mengaku hobi berpuisi.

“Kebetulan kemaren saya perwakilan dari Riau ikut sayembara puisi lewat line aja, ya insya Allah masuk dari 100 orang ya seluruh Indonesia itu udah disaring lagi jadi masuk finalis 40 peserta yang lolos termasuk saya. Alhamdulillah kalau tidak ada kendala bulan 5 Insya Allah puisi kami dibukukan,” ungkap Fitri Minggu (29/4/2018).

Ada beberapa puisi yang berhasil diciptakan Cekgu Fitri diantaranya:

Pesan terakhir

Dik…
Apa kau masih disana?
Ya,biasalah basa basi itu
Keluar lagi dari mulut mulut itu
Dik…
Apa kau masih ingat saat saat itu?
Saat dimana kita meradu kasih
Saat dimana hati ku terpaut pada paras molek mu
Masih kata kata yang sama
Basi tau!
Dik…
Aku masih disini, masih seperti ini,
Rambut ku masih sama
Tubuh ku juga masih sama seperti yang lalu kerempeng yang selalu terucap dari
Mulut manis mu
Dik…
Mendekat lah hanya sesaat
Walau sekarang badan ku sedikit hangat
Mari lah dekat sebelum terlambat,aku sedang sekarat
Sakit ini memang jahat,dia buat keropos semua tulang tulangku….dibuatnya ku tak berdaya sakit ini berbahaya dan langka
Hanya kain kafan penutup terakhir obat nya, apa kau masih tak percaya?
Ada apa dengan mu itu, apa kau siuman?
Uh kau mulai lagi bersandiwara pasti
Dik…izin ku pinta maaf dari ku jikalau
Ku tiada berjanji lah kau selalu ingat pesan ku jangan kemana mana dulu
Sebelum kau dapat yang pasti dan berarti
Lebih dari itu ku ingin suatu saat nanti saat ku tiada kau tetap tertawa bahagia walau tidak bersama
Dik…ini pesan ku yang terakhir.
Pada saat aku haus di alam barzakh
Sudikah kau sirami ku dengan air yassin
Dan surah alfatihah? biar dahaga ku sedikit lega.

Itulah pesan terakhir ku dan surat yang ku tulis untuk mu buat tanda kasih terakhir dari ku my love cintaku kutunggu kau disurga semoga Semesta mengabulkanya.
Oh Semesta ku kira ia bercanda ria
Ternyata, ini….nyata adanya
Tidurlah dengan damai dan tenang sayang…

Kalau memang ini pinta mu terakhir ku ikhlas kan kau pergi…dan pesan terakhirmu insyaALLAH ku jalani dengan tabah. tapi tolong bawa aku sekali biar kita merajut asa bersama di surga.

Sikat Habis

Kehidupan ini terkadang sangat rumit
Bahkan pikiran manusia pun jadi sempit
Di sebabkan ekonomi yang sangat sulit
Intinya untuk menyambung hidup
Mereka mengantri beras dan berhimpit.

Part l
Sepertinya ini menjadi tradisi
Tanpa kenal belas kasih
Kemana lagi untuk mencuci hati
Sedang korupsi disana sini

Part ll
Dan mereka bicara dengan lantang
Seperti apa dunia kita sekarang?
Seperti apa negara kita mendatang?
Apa mereka hanya bisa memandang?

Part lll
Lalu,apa lagi yang kalian tunggu
Sudah bersih kah anggaran yang ada
Atau semua hanya palsu belaka
Juga adanya fakta tanpa rekayasa

Part lV
Mereka duduk manis tanpa peduli
Seperti singgasana mahkota raja
Sementara hati mereka penuh duri
Apa mereka tau hidup hanya sementara?

Part V
Sudah sapu bersih semua jangan tersisa
Tak ada tawar menawar di meja bundar
Yang ada suara suara para pendosa
Yang mulai menyerang dengan liar

Part Vl
Kemana pergi nya nyali kalian?
Hilang raib kah dimakan zaman?
Negara yang dulu kita banggakan
Ayo bangkitlah dan cepat siuman

Part Vll
Tampak nya mereka masih berlagak tuli
Seolah kata kita tumpukan sampah
Dan gedung yang menjulang tinggi
Tempat beribu para bos dan mafia

Part Vlll
Woi…berkumpul lah para koruptor
Juga sekalian para politisi
Tak ada cerita lagi ntuk mengontrol
Biar ku sikat habis Kalian.
semua itu harga mati.

Pilu

Direlung sepi kurindu
Diteparan sayap kurapuh
Tak kudengar lagi sayup sayup
Perlahan lahan mulai redup

Ntah apa lagi yang tersisa
Hanya ada rasa dan asa

Bahkan waktu lelap pun ku masih terjaga
Karena rusuh akan kelopak mata
Yang dari tadi kian menjelma
Tapi tak kunjung reda…

Tanya ku semakin gundah gulana
Ingin bertepi kelaut lepas
Jangan satupun ada yang bertanya
Ter asing diriku ingin bebas…

Share :

Baca Juga

Featured

Bawa Sabu Senilai 3 Miliar,Petugas BC Dumai Amankan Penumpang Feri Asal Batam

Batam

Kabid Humas Polda Kepri: Tidak ada niat Polda Kepri gagalkan Akpol yang sudah lulus

Berita

Polsek Tebing Tinggi Tangkap Dua Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Meranti

Kep Meranti

Tak Sampai Satu Hari, Aksi Solidaritas Untuk Palestina Di Kepulauan Meranti Berhasil terkumpul Rp. 22.582.700.

Kep Meranti

PAN Menjahit Kembali Bendera Merah Putih

Kep Meranti

Wakil Bupati Meranti Tegaskan Pentingnya Sikronisasi Program Daerah, Provinsi dan Pusat Dalam Meraih Dana APBD Provinsi dan APBN

Ekonomi

Wabup Meranti Buka Kegiatan Sosialisasi Imunisasi Measies Rubella (MR) dan Torc di Kepaulauan Meranti, Harap 2020 Merani Bebas Penyakit Campak
Hang Kafrawi saat menyampaikan sikap di LAMR.

Peristiwa

Pernyataan Sikap Budak Melayu Riau Bertanjak
error: Content is protected !!