liputankepri.com, Karimun – Puluhan santri Pondok Pesantren Hidayatullah, Sememal, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun dilarikan ke RSUD HM Sani Karimun dan Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Karimun, Sabtu (27/7/2017) pukul 17.00 WIB.
Bukan hanya para santri, salah seorang guru laki-laki juga mengalami hal yang sama. Diduga mereka keracunan makanan, usai menyantap hidangan paket berupa nasi kotak dari salah seorang donatur pesantren, Sabtu (22/7/2017) siang , sekitar pukul 12.00.
“Satu orang guru dan 80 santri di Ponpes kita keracunan makanan yang disantap tadi siang, sekitar pukul 12.00 WIB. Berupa makanan nasi kotak dengan lauk ayam, telur dan mie bihun sebanyak 150 kotak. Nasi tersebut berasal dari donator,” ungkap salah seorang pengurus pesantren Hidayataullah kepada wartawan, Sabtu (22/7/2017) malam.
Dirinya memjelaskan kejadian tersebut di ketahui sekitar pukul 16.00 WIB, sejumlah santri mengeluh pusing, mual terus muntah. Kemudian di berikan air kelapa untuk pencegahan, namun tidak berhasil. Diketahui, dari sekitar 135 sebanyak 80 santri berusia 7 sampai 17 tahun selain dari Karimun juga berasal dari Selat Panjang, Riau dan Batam.

“Karena semakin banyak santri mengalami hal yang sama, ahirnya sekitar pukul 17.00 WIB, kita bawa ke dua rumah sakit tersebut. 80 orang santri yang diduga keracunan makanan tidak hanya dari Karimun, tapi juga ada berasal dari Selat Panjang Meranti, Ria dan juga Batam,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan iDirut RSUD HM Sani, Zulhadi. Dirinya mengatakan berdasarkan dari keterangan salah satu wali santri kemudian disesuaikan dengan hasil diagnosa. Dugaan sementara keracunan makanan.
“Kita mau ambil sample atau contohnya dulu untuk membuktikan apakah benar keracunan makan atau tidak. Untuk langkah awal ini, kita berikan cairan infus kepada korban,” katanya. (Tim)
Editor : Paan









