-
LIPUTANKEPRI.COM,MERANTI, – Selama 3 (tiga) bulan yakni Januari – Maret 2018, sekitar 30 hektare lahan di Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti terbakar.
Demikian disampaikan Kapolres Kepulauan Meranti AKBP La Ode Proyek SH, melalui Kapolsek Rangsang Iptu H Budi Pramana, saat berbincang denga Liputankepri.com, Selasa (27/2/2018) siang.
“Kalau dari bulan Januari hingga Maret 2018 ini, ada sekitar 30 hektare lahan yang terbakar dengan lokasi yang berbeda. Ada dengan luas 5 hektare dan paling luas sekitar 16 hektare,” ujar Iptu Budi Pramana.
Dijelaskan Iptu Budi pula, berbagai giat intensif pencegahan telah dilakukan dalam upaya meminimalisir terjadinya karhutla tersebut.
“Berbagai upaya telah kita lakukan, mulai dari patroli, pembagian maklumat, pemasangan spanduk, pembuatan embung maupun sosialisasi. Bahkan giat yang kita lakukan disambut baik oleh masyarakat khususnya di Kecamatan Rangsang ini,” ungkap Iptu Budi.

Diungkapkan Iptu Budi, jika selama 12 hari tidak turun hujan maka pihak Polsek bersama pihak perusahaan dan MPA ngepos dan melakukan patroli intensif.
“Saya berharap kedepan bisa seperti desa kundur, dulu kebakaran besar-besaran sekarang mulai turun drastis, karena dulunya petani mengolah lahan dengan cara membakar atau merun tapi sekarang sudah menggunakan alat teknologi. Diharapkan ini jadi wacana yang bagus untuk stakholder yang ada di Kabupaten Meranti dalam upaya meminimalisir terjadinya karhutla,” harapnya.
Ditambahkan Iptu Budi, jika terkait pengawasan, upaya maupun prediksi tidak ada yang bisa memastikan atau menjamin akan hal itu.
“Kita hanya bisa memprediksi saja dan berupaya semampunya, namun kita ini hanya manusia yang lemah dan hanya Allah yang berkuasa,” tutup Iptu Budi mengakhiri perbincangan.(An)









