class="wp-singular post-template-default single single-post postid-243513 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Berita

Kamis, 13 Oktober 2022 - 11:33 WIB

Sematkan Baret Perwira dan Bintara Remaja Ditsamapta, Kapolda Pesan Harus Jadi Polisi Sabar

PEKANBARU – Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Riau menggelar pembaretan perwira serta bintara remaja yang baru saja menyelesaikan pendidikan, Rabu (12/10/2022). Kegiatan yang digelar di lapangan Mapolda Riau ini, dipimpin langsung Kapolda Irjen Pol Mohammad Iqbal dan Dirsamapta Polda Riau Kombes Pol Faried Zulkarnain.

Kegiatan diawali dengan upacara penutupan orientasi. Kemudian dilanjutkan dengan beberapa pertunjukan oleh perwira dan bintara remaja yang akan disematkan baret. Seperti atraksi bela diri silat, yel-yel dan beberapa kemampuan dasar yang telah diperoleh semasa orientasi di Ditsamapta Polda Riau. Terakhir, barulah dilakukan pembaretan oleh Kapolda.

Usai kegaitan, Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan orientasi serta pembaretan merupakan sebuah tradisi bagi polisi yang baru saja lulus pendidikan. Baik dari Akademi Kepolisian (Akpol), Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) di Ciputat dan Sekolah Polisi Negara (SPN). Dengan orientasi dan pembaretan, pihaknya ingin menanamkan sebuah kebanggaan dan rasa memiliki.

“Oleh karena itu, Polda Riau beserta jajaran menginisiasi acara ini. Dalam acara ini juga ada diberikan materi tentang tugas-tugas mereka. Tugas mereka ini kan pencegahan. Bahwa, Samapta ini kan tulang punggungnya Polisi untuk mengelola potensi kerawanan dan gangguan keamanan,” ujar Irjen Iqbal.

Dia menambahkan, dalam prosesnya, pembaretan disematkan langsung oleh dirinya. Hal ini memiliki makna tidak sembarangan. Artinya, para personel yang baru saja dipasangkan baret harus menjadi polisi yang profesional. Yang paham teknis dan taktis. Tetapi juga harus mampu mengayomi masyarakat dengan humanis, penuh senyum, tabah serta sabar.

“Polisi juga harus tabah. Sabar. Kalau masyarakat kalau sabar nya cuman 1, mereka sabarnya harus 1.000. Jadi jangan sampai nanti sumbu pendek. Itu bukan polisi kalau sumbu pendek. Biasa dalam negara demokrasi mungkin kita di hardik,” paparnya.

Lebih jauh disampaikan Irjen Iqbal, tugas dari seoarang personel Ditsamapta ialah melakukan pencegahan terjadinya sebuah tindak pidana. Termasuk juga mengelola potensi kerawanan gangguan keamanan. Sehingga para Personel Ditsamapta harus bisa meredam potensi gangguan dimaksud.

“Jadi harus padam sebelum terjadinya aksi-aksi kejahatan. Lewat patroli, lewat sambang. Terus kita juga melakukan upaya upaya humanis kepada masyarakat. Mereka juga dibekali strategi pengamanan penyampaian pendapat di muka umum. Atau pengamanan kegiatan masyarakat, seperti konser, sepak bola dan lain lain,” pungkasnya.****

Share :

Baca Juga

Berita

Polri Berduka, Kapolsek AKP Asman Sihombing Tewas Kecelakaan 

Batam

Amsakar Achmad Membuka Rapat Koordinasi Nasional Kepegawaian

Berita

Ikut Berbelasungkawa atas Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang, Polres Meranti Gelar Doa Bersama

Berita

Nadit Akhirnya di Temukan di Tepian Masjid Nurul Huda Kuapan

Berita

VIDEO : Ucapan Deklarasi Mendukung Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Periode 2019-2024

Berita

Bersama Pemprov dan Polda Riau Pj.Bupati Kampar Hadiri Langsung Rapat Teknis Pelaksanaan Event Tour De Muara Takus 2022. 

Berita

Bakamla Tangkap Tiga Kapal Penambang Pasir Laut di Pulau Babi

Anambas

Plt Gubernur Kepri Resmi Buka Musrenbang RKPD Tahun 2021 melalui Video Conference
error: Content is protected !!