Tingkatkan Kompetensi Aparatur, 63 Peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator Kabupaten Kepulauan Meranti Studi Lapangan ke BPSDM Provinsi Riau

- Jurnalis

Jumat, 21 Oktober 2022 - 14:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU – Sebanyak 63 Pejabat Eselon III dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengikuti Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan IX dan X bertempat di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Riau, Pekanbaru, Jumat (21/10/2022).

Plt. Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kepulauan Meranti, Muhlisin S.Kom, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Riau melalui BPSDM yang sudah menerima, memfasilitasi serta menghadiri acara pembukaan studi lapangan tersebut.

“Atas nama Bupati Kepulauan Meranti, kami sampaikan apresiasi dan terima kasih atas terlaksananya studi lapangan dalam rangka peningkatan kompetensi Pejabat Administrator dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, semoga kerja sama ini akan terus berlanjut di masa yang akan datang”, ungkap Muhlisin.

Muhlisin berharap, studi lapangan ini dapat diikuti dengan baik oleh seluruh peserta agar dapat meningkatkan pengetahuan sehingga mampu memberikan inovasi terbaik dalam rangka membangun meranti yang maju cerdas dan bermartabat.

“Harapan saya kepada seluruh peserta, agar studi lapangan ini diikuti dengan sebaik-baiknya, dengan membawa pengetahuan praktek terbaik (best practice) yg lebih baik, dan mampu memberikan inovasi untuk percepatan pembangunan di kabupaten kepulauan Meranti yang maju, cerdas dan bermartabat”, harap Muhlisin.

Kepala BPSDM Provinsi Riau, Drs. Asrizal, M.Pd, dalam sambutannya menyebutkan, berdasarkan Peraturan Kepala LAN No. 10 tahun 2018 ada 3 kompetensi yang diharapkan dalam pendidikan dan pelatihan yakni kompetensi teknis, kompetensi manajerial, dan kompetensi sosial kultur.

“Kompetensi teknis, Kompetensi manajerial, dan kompetensi sosial kultur akan mendorong ASN untuk mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, yaitu melaksanakan kebijakan publik, melaksanakan pelayanan publik, dan ASN sebagai perekat dan pemersatu bangsa”, sebut Asrizal.

Studi lapangan ini, lanjut Asrizal, merupakan salah satu materi kurikulum PKA yang bertujuan untuk mendapat pengalaman dan pemahaman baru dalam mengelola tugas pokok dan fungsi ASN dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Lokus dari studi lapangan ini ada 4 yakni UPT Assessment Center BKD Provinsi Riau, Bappedalitbang Provinsi Riau, Bapenda Provinsi Riau dan Dinas kesehatan Provinsi Riau. Untuk itu kami harap kepada peserta, gali lah apa yang dapat menambah pengetahuan, untuk kemudian dapat dibawa ke Meranti, sehingga menjadi suatu inovasi baru dan perubahan yang lebih baik demi kemajuan daerah kita”, tambah Asriza

Kepala Bidang Pengembangan, Penilaian dan Disiplin Aparatur BKPSDM Kabupaten Kepulauan Meranti, Romy Haris Nanda, SH, menyebutkan, studi lapangan PKA angkatan IX dan X diikuti sebanyak 63 peserta dan dilaksanakan mulai tanggal 20 – 23 Oktober 2022.

Romi menjelaskan, tujuan studi lapangan ini adalah adopsi, tiru,dan modifikasi (ATM) inovasi dan manajemen kinerja dari masing-masing lokus.

“Studi Lapangan ini bertujuan untuk adopsi, tiru, dan modifikasi inovasi dan manajemen kinerja dari masing-masing lokus yang nantinya di implementasikan pada laporan aksi perubahan masing masing peserta”, jelas Romi.

Sementara itu, Agustiono ST, M. Si, selaku Ketua Kelompok Peserta PKA, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui BKPSDM atas terlaksananya kegiatan ini.

Agustiono berharap melalui kegiatan ini peserta mampu menghadirkan perubahan-perubahan yang inovatif serta dapat mengimplementasikannya sesuai bidang tugasnya masing-masing untuk kemajuan daerah yang lebih baik kedepannya.

“Terima Kasih kami ucapkan kepada Bapak Bupati H. Muhammad Adil SH, MM, melalui BKPSDM atas kesempatan ini, yang telah berkomitmen untuk meningkatkan SDM aparatur, semoga ilmu yang kami dapat disini bermanfaat, hingga mampu berkinerja lebih baik, menjadi pemimpin yang transformasional, sebagai agen perubahan dalam rangka mencapai visi misi kabupaten kepulauan meranti maju, cerdas dan bermartabat”, ungkap Agustiono.

Turut Hadir Pimpinan Bappedalitbang Provinsi Riau, Pimpinan BKD Provinsi Riau, Pimpinan Bapenda Provinsi Riau, Pimpinan Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Ketua Komite Penjamin Mutu BPSDM Provinsi Riau, Ketua Asosiasi Profesi Widya Iswara Provinsi Riau, dan sejumlah Pejabat Administrator dan Pengawas dilingkungan Provinsi Riau dan Kabupaten Kepulauan Meranti.(red)

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Meranti Bongkar Dua Kasus Peredaran Sabu dalam Sehari, Empat Diduga Pengedar Diamankan
Bekali Santri Hadapi Bencana, PT TIMAH Gelar Edukasi dan Simulasi Penanganan Kebakaran di Pondok Pesantren Darul Furqan
Polres Bengkalis Musnahkan 8,2 Kg Sabu dan 5.005 Butir Pil Ekstasi Tiga Tersangka
Bupati Asmar Dorong Kemudahan Layanan Pensiun ASN melalui Sinergi dengan BRK Syariah
Menaker: Pengawasan Ketenagakerjaan Harus Berbasis Risiko dan Preventif
Dapur Program MBG Dilarang Keras Gunakan Gas LPG 3 Kg hingga Beras SPHP
Polsek Kandis Tangkap Dua Pencuri Kabel Grounding PLN di Siak
Bupati Asmar Pimpin Rakor Lintas Instansi, Dorong Akses Langsung Meranti–Malaysia dari Rangsang

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:38 WIB

Polres Meranti Bongkar Dua Kasus Peredaran Sabu dalam Sehari, Empat Diduga Pengedar Diamankan

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:54 WIB

Bekali Santri Hadapi Bencana, PT TIMAH Gelar Edukasi dan Simulasi Penanganan Kebakaran di Pondok Pesantren Darul Furqan

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:53 WIB

Polres Bengkalis Musnahkan 8,2 Kg Sabu dan 5.005 Butir Pil Ekstasi Tiga Tersangka

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:19 WIB

Bupati Asmar Dorong Kemudahan Layanan Pensiun ASN melalui Sinergi dengan BRK Syariah

Selasa, 28 Juli 2026 - 00:03 WIB

Menaker: Pengawasan Ketenagakerjaan Harus Berbasis Risiko dan Preventif

Berita Terbaru