class="wp-singular post-template-default single single-post postid-5015 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Kep Meranti / Riau

Rabu, 8 Februari 2017 - 20:39 WIB

Waspada !!! Cuaca Esktrim,BPBD Imbau Nelayan Kepulauan Meranti

Liputankepri.com,Selat Panjang- Cuaca ekstrim membuat aktivitas melaut para nelayan di Desa Tanah Merah, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, terpaksa menyandarkan kapal jaring dan sampan mereka di pelabuhan.

Sejumlah nelayan terlihat hanya memperbaiki kapal dan jaring yang telah robek untuk mengisi waktu luangnya sementara tidak melaut karena takut cuaca yang begitu buruk dengan disertai gelombang tinggi.

Para nelayan mengaku sudah lebih dari tiga hari tak mencari ikan, meski mereka membutuhkan uang untuk keperluan rumah tangga mereka.

“Semua takut, tak ada yang berani melaut. Anginnya sangat kencang dan ombaknya sangat tinggi,” ungkap Rahmat, salah seorang nelayan di Desa Tanah Merah, Kecamatan Rangsang Pesisir,” Rabu (8/2/17).

Beberapa dari nelayan dari desa tersebut mengisi waktu luang dengan berkebun, menunggu kondisi cuaca stabil, dan mereka hanya bisa berharap dan berdoa agar cuaca segera membaik agar dapat beraktivitas melaut seperti biasanya.

Untuk diketahui Desa Tanah Merah Kecamatan Rangsang Pesisir berhadapan langsung dengan Selat Melaka. Maka ketika angin kencang turun akan mudah sekali terjadinya ombak dan gelombang yang sangat meresahkan nelayan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti memperingatkan nelayan tradisional untuk selalu mewaspadai perubahan cuaca buruk, sebagai mengantisipasi kecelakaan kapal di laut.

“Perubahan cuaca secara tiba-tiba ini berpotensi terjadi kecelakaan kapal nelayan di laut,” kata Plt Kepala BPBD Kepulauan Meranti, M Edy Afrizal, rabu (8/2/17).

Ia mengatakan berdasarkan koordinasi BPBD dengan BMKG, tinggi gelombang perairan di Kepulauan Meranti masing-masing berkisar 0,75 meter dan 1 meter dengan kecepatan angin berkisar 10 hingga 45 kilometer per jam dari barat ke utara.

“Perkiraan dari BMKG ini juga diperkuat keterangan nelayan yang mengalami musibah saat beraktivitas menangkap ikan di laut. Awalnya cuaca tenang namun secara tiba-tiba gelombang tinggi disertai angin kencang,” katanya.

Menurut dia peringatan perubahan cuaca ini lebih difokuskan kepada nelayan, karena ukuran kapal yang kecil, alat keselamatan dan alat komunikasi yang belum memadai.

“Terkadang nelayan tidak menghiraukan peringatan bahaya perubahan cuaca laut ini, sehingga sering terjadi kecelakaan kapal di tengah laut,”

Untuk itu, pihaknya mensosialisasikan perubahan cuaca yang cukup ekstrem ini kepada nelayan tradisional, agar mereka waspada dan tidak memaksakan diri untuk melaut,”

Selain itu pihaknya juga memantau aktivitas masyarakat di daerah pesisir, mengingat kesadaran masyarakat untuk melaporkan bencana atau kecelakaan kapal di laut yang masih rendah.

“Kami berharap nelayan tidak memaksakan untuk melaut, mengingat kondisi cuaca di laut yang tidak bersahabat,” ujarnya. (gun/An)

Share :

Baca Juga

Riau

Berkah Ramadan 2022, Polsek Rangsang Berbagi Takjil

Berita

Masa Pandemi, Pemda Kampar Rayakan HUT ke-71 Secara Sederhana

Kep Meranti

Upaya Tingkatkan Ekonomi Nelayan, PT Timah Serahkan 1000 Ekor Bibit Kepiting Melalui CSR

Kep Meranti

Meriahkan Malam ke-27 Ramadan Pemkab Meranti Siapkan Puluhan Juta Hadiah Festival Lampu Colok

Kep Meranti

Wabup Meranti H. Asmar Ikuti Rakor Antisipasi Karhutla Bersama Gubernur dan Kapolda Riau

Kep Meranti

Turnament Volly Ball Cup 2017 Tasik Putri Puyu Resmi Di Buka

Liputan Kriminal

Ungkap Tiga Jaringan Dengan BB 24,4 KG Sabu, 6 Pelaku Dibekuk. Kapolda Riau Ajak Masyarakat Miliki Kesamaan Untuk Memberantas Narkoba

Riau

Tinjau Pelayanan RSUD Bangkinang, Ketua DPRD Kampar Siap Support Anggaran
error: Content is protected !!