class="wp-singular post-template-default single single-post postid-8190 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Kep Meranti

Rabu, 17 Mei 2017 - 19:47 WIB

​Bupati Gelar Monev Infrastrktur di Desa Bokor Rangsang Barat, Ini Harapanya Kepada Kontraktor

Liputankepri.com,Selatpanjang,-Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si dan rombongan melakukan monitoring dan evaluasi pembangunan infrastruktur jalan dan infrastruktur pendukung wisata di Desa Bokor Kecamatan Rangsang Barat,Rabu pagi (17/5).

Dalam peninjuannya Bupati mengaku cukup terkesan dengan hasil kerja dari rekanan yang dinilai baik. Ia berharap hasil yang baik itu juga dapat diikuti oleh rekanan  lainnya sehingga hasil pembangunan benar-benar dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.

Turut mendampingi Bupati Sekretaris Bappeda Meranti Padli Sip, Sekcam Rangsang Barat, Kadis PU diwakili Kabid Syamsul, Kades Bokor Aminullah, Bagian Humas dan Protokol Meranti, Konsultan Pengawas pembangunan jalan Poros Bokor-Sendaur, May tokoh masyarakat dan lainnya.

Pada kesempatan itu, Bupati dan rombongan mengintari jalan Poros yang sedang dibangun yang memakan waktu kurang lebih satu jam. Menurut konsultan pengawas May yang diperkuat dengan keterangan Kabid dari Dinas PU Meranti Syamsul, jika tidak ada aral melintang proyek yang dibangun oleh kontraktor PT. Bina Lestari menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN sebesar 18 Miliar lebih sepanjang 6.34 KM kriteria Base B ini akan tuntas akhir tahun 2017 mendatang..

Sejauh ini dari hasil pantauan Bupati, proyek jalan Poros yang menghubungkan Desa Bokor Rangsang Barat menuju Desa Sendaur Rangsang Pesisir yang dibangun sejak Maret 2017 lalu itu telah mencapai progres 30 Persen dan belum tampak kendala berarti.

Bupati juga tampak optimis target tersebut dapat tercapai jika pengerjaan proyek dilakukan secara benar dan sungguh-sungguh.

Bupati menginginkan sukses pengerjaan bukan saja pada proyek pembangunan jalan Poros di Desa Bokor tetapi juga pada proyek-proyek lainnya yang sedang dikerjakan oleh kontraktor, untuk itu Ia pun (Bupati.red) menyampaikan beberapa masukan dan harapan kepada semua kontraktor proyek dan lapisan masyarakatdi Meranti, apa itu….?

Akan melakukan seleksi ketat terhadap rekanan yang akan mengerjakan proyek di Kepulauan Meranti karna untuk membangun disuatu daerah yang tertinggal seperti (Bokor.red) ini bukan saja dibutuhkan jumlah pendanaan yang besar tetapi juga diikuti dengan kwalitas kontraktor yang baik.

“Kalaupun anggaran yang disediakan itu besar tetapi kontraktor atau rekanan yang mendapatkan pekerjaan juga tidak punya niat baik untuk membangun dengan baik pembangunan itu juga akan gagal,” ujar Buati.

Pada kesempatan itu Bupati menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk membantu pemerintah bersama-sama mengawasi rekanan yang bekerja sepain itu juga menghimbau semiua kontrakto dan rekanan yang berprofesi sbagai kontraktor untuk meluruskan niat selain mencari keuntungan juga harus diikuti dengan semangat untuk membangun mencari kebaikan.

“Segala yang dikerjakan ini akan dipertanggung jawabkan didunia dan diakhirat,” paparnya.

Terkait keluhan dari kontraktor akan sulitnya mengangkut material karena kondisi alam Meranti yang berat dan berpulau

Dimana akan berdampak juga pada pengerjaan proyek, disikapi Bupati dengan menyiapkan fasilitas jalan yang baik menuju tempat-tempat terisolir dengan begitu material yang dibutuhkan dapat diangkut dengan mudah.

“Kita akan membangun titik entry poin di pulau-pulau, atau Desa yang mungkin dapat diakses tidak terlalu jauh dari laut sehingga isolasi daerah dapat dibuka secara pelan-pelan,” jelas Bupati.

Diharapkan dengan terbukanya akses kedaerah-daerah tersolir melalui pembangunan jalan poros dan jembatan yang saat ini tengah digesa oleh Pemda Meranti, kepada masyarakat ia menghimbau jangan mudah menjual tanah terutama diilokasi strategis.

“Saya himbau masyarakat iangan midah menjual tanah yang berada dipinggir jalan karena nanti akan diikuti oleh banyak sekali pengusaha dan spekulan tanah yang akan membeli tanah ini dalam jumlah besar untuk dibangun Ruko sehingga daerah ini tidak lagi dikuasasi oleh masyarakat tempatan,” ucap Bupati mengingatkan.

Dengan dimulainya pekerjaan seperti ini masyarakat secara langsung sudah mulai dapat menikmati apa yang sedang dibangun.

“Jika dulu orang membawa tual sagu pakai gerobak, sekali angkut hanya 5 tual, dengan semakin baiknya kwalitas (Tonase) jalan kini bisa diangkut dua kali lipat (10 Tual), artinya dengan biaya yang sama pendapatan masyarakat dapat meningkat menjadi dua kali lipat, begitu juga untuk mengangkut hasil pertanian lainya,” ungkap Bupati.

Ditambahkan Bupati, melalui investasi yang besar ini ia berharap turut berdampak pada meningkatnya kesejahteraan dan ekonomi masyarakat.

Dalam kunjungannya ke Desa Wisata Bokor kali ini, Bupati sangat mengapresiasi pemerintah desa yang telah membangun objek-objek pendukung wisata seperti pendopo ditepi sungai yang dapat diperuntukan wisatawan sebagai tempat bersantai.

“Saya melihat pembangunna pendopo ini salah satu upaya yang sangat baik dari pemerintah desa untuk menguatkan bahwa Desa Bokor ini sebagai daerah destinasi wisata Meranti, dan ini juga untuk mengimbangi upaya pemerintah yang terus menggesa pembangunan infrastruktur scara masih ditiap desa, dengan begitu terjadi sinergitas apa yang telah diprogramkan pemerintah Kabupaten dan Desa,” pungkas Bupati seraya mengaku sangat mendukung upaya tersebut. (Zuin).

Share :

Baca Juga

Kep Meranti

Bantuan Pendidikan Pemkab Meranti Segera Cair, Penerima Diminta Lakukan Validasi Data

Kep Meranti

Bupati Meranti Pimpin Rakor Lintas Instansi Atas Kesediaan Sembako Menjelang Puasa dan Lebaran

Kep Meranti

FPI Meranti Resmi Di Bentuk

Berita

Polisi Bongkar Jaringan Narkoba di Tebing Tinggi: Dua Pria Ditangkap, 22 Paket Sabu Disita

Berita

Bupati Adil Ucapkan Terima Kasih Untuk Pejuang Pemekaran

Kep Meranti

Kesbangpol Provinsi Riau dan Pemkab. Meranti Gelar Pemantapan Komunikasi Politk Parpol Se-Kabupaten Meranti

Berita

Kejari Meranti Masih Telaah Pendampingan Hukum Proyek Imigrasi Rp1,7 Miliar

Ekonomi

Mulai Sore Ini Masyarakat Rangsang Barat Sudah Dapat Nikmati Listrik 18 Jam
error: Content is protected !!