class="wp-singular post-template-default single single-post postid-14897 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Featured / Kepri / Liputan Kriminal

Sabtu, 27 Januari 2018 - 21:44 WIB

Satu Orang Penyelundup Sabu Lolos Melalui Karimun

Liputankepri.com,Batam – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri mengembangkan kasus yang melibatkan penyelundup sabu melalui anus asal Malaysia.

Sebelumnya sudah empat orang kurir ditangkap, lalu satu pengendali. Kabid Brantas BNNP Kepri Bubung Pramiadi mengatakan tidak menutup kemungkinan, tersangka kasus ini bisa bertambah. “Penyelundupnya lebih dari empat,” katanya, Jumat (26/1)

Dari keterangan yang dikorek penyidik BNNP Kepri dari koordinator penyelundup sabu, Mn, ternyata ada enam orang kurir yang direkrutnya. Lima masuk ke Batam melalui Pelabuhan Internantional Batam Center. Satu orang masuk ke melalui Karimun.

Bubung mengatakan kurir sabu yang masuk dari Karimun, tidak bisa terlacak begitu empat orang temannya tertangkap di Batam. “Semuanya WN Malaysia,” ucapnya Bubung.

Saat ini, kata Bubung pihaknya sedang melakukan penyelidikan mendalam terhadap semua orang tersangka. Selain empat kurir dan satu pengendali jaringan sabu ini. BNNP Kepri juga memeriksa dua orang lainnya.

“Dua orang ini, satu rombongan masuk ke Batam melalui Pelabuhan Batam center. Kami sedang dalami peranan mereka,” ucapnya.

20 Januari lalu, petugas BNNP Kepri mengamankan empat orang kurir narkoba, yang mencoba menyelundupkan sabu ke Surabaya. Dari tangan empat orang ini diamankan 839,86 gram sabu yang disembunyikan di dalam anus.

Dari keterangan Mn, Mfz, Mnr, dan Mf, di dapat nama Mukhtar. Mukhtar memiliki pernanan sebagai pengendali penyelundupan narkoba itu. Petugas BNNP Kepri melakukan penelusuran, ternyata keberadaan Mukhtar berada di dalam Lapas Tanjungpinang.Para kurir ini dikendalikan Mukhtar melalui ponsel.

Seperti yang dilansir laman batampos, Rabu (24/1) lalu. Ia menuturkan bahwa ponsel itu didapatnya dari narapidana yang akan keluar Lapas. “Tak pernah tertangkap sipir, saya sembunyikan di luar sel,” ucap Mukhtar.

Selama dua bulan menggunakan ponsel itu. Sebanyak 7 kali penyelundupkan berhasil dipandunya hingga tempat pemesanan. Ada tiga daerah yang sering memesan sabu dari bos Mukhtar yakni Palembang, Lombok dan Malaysia.***

 

 

 

Share :

Baca Juga

Batam

BP Batam Terbitkan Perka Baru, Perizinan Kepelabuhanan Lebih Efisien

Batam

Brigjen Pol Rudi Hananto Nugroho Resmi Jabat Direktur Pengamanan Aset BP Batam

Featured

Inovasi Pustaka Keliling, Brigadir Khairi Terima Penghargaan dari Kapolda Riau

Featured

Satresnarkoba Polres Tanjungpinang Ringkus Tiga Pengedar Sabu

Featured

14 Hari Operasi Gerhana III DJBC Kepri Tindak 25 Kasus Pelanggaran

Featured

Perjalanan O’Bross Collection bersama PT Timah, Kerajinan tangan Hingga Hijab Motif Lokal

Berita

Razia THM, Polres Karimun tidak menemukan narkoba dan kegiatan di arena permainan

Batam

Jefridin Dorong Peserta MTQH Persiapkan Menuju MTQ Tingkat Kota Batam
error: Content is protected !!