SELATPANJANG, Liputankepri – Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Kabupaten Kepulauan Meranti tidak dilibatkan dalam Agenda tablig Akbar yang akan direncanakan pada Selasa, 22 Maret 2018 mendatang, ada apa?
Sesuai dari Surat Media Sentre yang dikirim dari Sekretaris Daerah (Sekda) Meranti Yurlian Norwis dan diterima Ketua LAM Meranti Muzamil Baharudin menyebutkan,
Kepada Yth ;
1. Ketua DPRD Kep. Meranti
2. Kapolres Kep. Meranti
3. Danramil T.T
4. Asisten I & III
5. Staf Ahli Bid. Pemerintahan
6. Kasat POL PP
7. Kadis Perhubungan
8. Kakan Kesbangpol
9. Kabag Humas & Protokol & Para Kasubbag
10. Kabag Kesra
11. Kabag Umum & Para Kasubbag
12. Kabag Tapem
13. Camat Tebing Tinggi & Tebing Tinggi Barat
14. Kades Batang Malas
SEKRETARIS DAERAH mengundang Bapak/Ibu untuk dapat hadir pada :
Hari/Tgl : Jumat, 16 Maret 2018
Pukul : 10.00 WIB
Tempat : Ruang Sekretaris Daerah Kab. Kep. Meranti
Acara : Rapat Lanjutan Persiapan Tabliq Akbar dan Silahturahmi Ulama & Umaro bersama Kapolda, Danrem, BIN
ttd.
SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Ketika di konfirmasi Wartawan lewat pernah WhatsApp, Ketua LAM Meranti Muzamil Baharudin mengatakan, bahwasanya pihaknya (Lam) tidak ada dilibatkan didalam undangan yang dikirim dari Sekda Meranti.
”Itu Undangan dari Sekda, Mungkin lupe atau memang lembaga tersebut tidak dianggap lagi, ” kata Muzamil.
Selain itu ketua LAMR Kepulauan Meranti melalui humas LAMR Jefri Hidayat menyesalkan atas hal tersebut, dan Pihak LAM mempertanyakan alasan mereka tak libatkan LAMR.
”Seharusnya LAMR sebagai lembaga adat dilibatkan dari awal, dan kita mempertanyakan ini, ” ujarnya.
Disamping itu, Kabag Humas Pemkab Meranti melalui Kasubag Humas Pemkab Meranti Yusran dalam komentar di Grub Agenda Humas mengatakan, Kamis kemren rapat internal forkopimda pemkab meranti agenda tablig Akbar sesuai dengan surat diatas dan dari hasil rapat yakni,
– lokasi acara
-pembentukan dan SK Tim
Undangan melalui sms centre, mengundang MUI, LAM dan lain – lain hari jumat jam 10.00 WIB di ruang melati.
Sekian dan terima kasih.
”Disitu sudah jelas tidak ada LAMR, kita mempertanyakan masalah ini, kenapa bisa seperti ini, ” tambah Jefri (Rls).










