liputankepri.com, KARIMUN – Memasuki dua tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, ARAH (Aunur Rafiq – Anwar Hasyim) di Kabupaten Karimun, Pemerintah Kabupaten mengelar sholat Isya berjamaah,wirid dan tasyakuran. Acara ini dilaksanakan di halaman rumah Dinas Bupati Karimun,Kamis (29/3) malam.
Dalam sambutannya, Bupati Karimun Aunur Rafiq yang di dampingi Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim menyampaikan, terima kasih atas dukungan dan kerja sama semua pihak yang telah membantu menjalankan visi dan misinya selaku kepala daerah di Kabupaten Karimun.
“Tentunya, dalam perjalanan selama dua tahun kami terus melakukan upaya secara maksimal dalam mengemban amanah. Untuk itu, masih banyak lagi hal yang perlu dilaksanakan dan perlu dibenahi, baik dalam bidang pembangunan insfrastruktur, pertanian, kesehatan, pendididkan dan ekonomi serta upaya meningkatkan ukhwah islamiah di tengah masyarakat,” ugkap Rafiq
Selain itu, Rafiq berharap kepada seluruh jajarannya untuk memberikan masukan secara optimal. Sebab, struktrur organisasi yang sangat luas dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersama-sama untuk meningkatkan kemajuan Kabupaten Karimun.
“Saya akui, masih banyak kekurangan meskipun ada bebarapa terobosan-terobosan yang telah dibuat. Tetapi dalam kekurangan-kekurangan itu kita akan terus mengupayakan suatu terobosan dengan membangun infrastruktur di Kabupaten Karimun, hingga setiap kecamatan akan kita tanggulangi secara bertahap,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim menambahkan, pemerintah tak bisa membangun tanpa masyarakat, demikian juga masyarakat, untuk dapat memenuhi keinginan membangun perlu kepercayaan kepada pemerintah daerah.
“Mari kita saling bahu membahu antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan Kabupaten Karimun yang makmur dan sejahtera. Terima kasih kami sampaikan atas kepercayaan masyarakat kepada kami untuk memimpin Kabupaten Karimun,” kata Anwar.
Dalam acara tasyakuran di tutup dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur. Dilanjutkan dengan tausiyah agama yang di sampaikan oleh ustadz Windu Wijaya dari Singapura. (red)










