Liputankepri.com,Batam – Kota Batam akan memiliki jalan tol sepanjang 25 kilometer pada 2019 mendatang. Jalan bebas hambatan tersebut direncanakan dibangun untuk mempermudah akses dari kawasan pelabuhan di Kecamatan Batu Ampar ke Bandara Hang Nadim di Kecamatan Nongsa dan kawasan industri di Muka Kuning, Kecamatan Sungai Beduk.
Rencana pembuatan jalan tol tersebut, tertuang dalam Perpres No 58 Tahun 2018 tentang Percepatan Proyek Strategis Nasional. Dalam Perpres No 58 yang merupakan perubahan Perpres 3 Tahun 2016 tersebut disebutkan bahwa Proyek strategis nasional jalan tol Batu Ampar-Muka Kuning-Bandara Internasional Hang Nadim, sepanjang 25 km, sebagai bagian dari trans Sumatera.
Wali Kota Batam, HM Rudi mengaku sangat mendukung rencana tersebut. Ia berharap nantinya jalan tol yang dibangun dilakukan dengan membuka akses jalan baru. Harapan itu disampaikan Rudi saat tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan BUMN Hutama Karya berkunjung ke Batam pada Senin (10/12) lalu.
Rudi mengatakan, jika dibangun di ruas jalan yang lama, akan mengganggu. Terlebih saat ini sebagian ruas jalan di Batam sudah diperindah. “Kita tidak mau diganggu lagi. Selain itu, jadi kalau dengan jalan baru akan lebih baik,” kata Rudi di Batam Centre, Batam, Selasa (11/12).
Pembangunan jalan tol ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Dimana arus barang atau kontainer yang melalui jalan baik menuju atau berangkat dari pelabuhan Batuampar maupun Bandara, dan kawasan industri lainnya tidak mengalami gangguan macet.
“Kalau telat sebentar saja, bisa kena denda, pakai dolar pula bayarnya (dolar Sungapura),” kata mantan Wakil Wali Kota Batam ini.
Selain pembuatan jalan tol ini, disebutkan juga proyek bendungan Sei Gong di Kecamatan Galang, Batam, Kepri, yang sudah berjalan saat ini dan dalam tahap penyelesaian. Untuk Sumatera sendiri, ada pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga, ada di beberapa, selain di Kalimantan dan Jawa.
(bbi/JPC)











