class="wp-singular post-template-default single single-post postid-24217 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Kep Meranti / Peristiwa / Riau

Rabu, 1 Mei 2019 - 15:55 WIB

Terkait Kegiatan Diklat BST Meranti Diduga Tidak Memenuhi SOP, Ini Tanggapan Ketua PPI

Liputankepri.com, Meranti – Ketua Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) Kabupaten Meranti menyesalkan program Pemberdayaan Masyarakat Tahun 2019 yang di taja STIP Jakarta berkerja sama dengan KSOP dan Dinas Perhubungan meranti secara Gratis diindikasi kuat melanggar Aturan dan kepentingan Oknum Dinas Terkait. Jum’at 01/05/2019.

Seperti yang disampaikan Ketua PPI kabupaten Kepulauan Meranti Zainudin kepada media ini merasa sangat bersyukur sekali Program pemberdayaan Masyarakat dari STIP Jakarta diadakan Dikabupaten Meranti secara gratis saat ini.

“Alhamdullilah Program dari STIP digelar Dimeranti, ini sangat membantu masyarakat meranti khususnya Pelaut. dengan adanya Program ini seluruh pelaut yang ada dikabupaten Meranti Bisa mendapatkan Sertifikat Pelayaran Secara gratis.” kata Zainudin Kepad media ini jum’at 01/05/2019.

Selanjutnya di sampaikan Zainudin mengatakan sangat disesalkan Program membantu masyarakat meranti secara gratis tersebut diduga tidak mengikuti Prosedur sesuai SOP. dan terindikasi banyak peserta sisipan masuk tanpa menjalani proses pemberkasan, cek kesehatan, dan lain lain merupakan syarat penting untuk mendapat kan Sertifikat Pelayaran.

“Sangat disesalkan Program tersebut diadakan semena mena, tidak mengikuti Prosedur sesuai yang telah ditetapkan STIP. Tidak mudah mendapatkan Sertifikat Pelayaran, banyak hal penting yang harus diikuti. tapi dikabupaten meranti terlihat dengan mudahnya menambah Peserta yang ikut Diklat tersebut.” ujar Zainudin.

Program ini tambah Zainudin, dari awalnya sudah menebar Isu Isu yang tidak baik yang dilontarkan Kepala Dinas Perhubungan, beliau menuduh dari PPI meminta uang kepada Peserta yang mau ikut Diklat tersebut. Hal itu dilontarkannya tanpa ada bukti yang akurat, dan kadis perhubungan tidak mau mempertemukan Kami dari PPI dengan peserta yang telah diminta Uang tersebut.

“Dari kemaren Program ini sudah menebar Isu Isu tak baik, Kadis Perhubungan Mencoreng nama PPI dengan menuduh PPI meminta duit dengan peserta, begitu saya tanya dan Mint dijumpai sama peserta Tersebut, Kadis Perhubungan tidak mau, diindikasi kadis perhubungan sengaja membuat Isu itu agar Hal hal lain yang dilakukannya bisa disalahkan ke PPI. seperti saat ini terjadi sisipan Peserta yang dilakukan Oknum Dinas, itu jelas Melanggar Prosedur, saya dulu pernah sekolah Pelayaran Pada tahun 2005 di semarang ambil BST, SCRB, TF, ANTD, udah gitu Pada tahun 2008 Ambil ANT 5 di BP3IP Jakarta, dan 2013 Ambil ANT 4 di BP3IP jakarta. saya sangat tahu prosedur yang dilalui untuk Mendapatkan Sertifikat Pelayaran.” Pungkas Zainudin. (Rls/Drm/Tmi)

Share :

Baca Juga

Kep Meranti

Imigrasi Selatpanjang Deportasi Lee Zhongye WN Singapura

Berita

Kapolsek Cerenti Panen Perdana Kacang Tanah

Kep Meranti

Peringati Hari Olahraga 2018 Ini Pesan Bupati Meranti

Berita

Koordinasi Terjalin Baik, Tim Pora Kepulauan Meranti Dapat Apresiasi

Berita

Hadiri HUT ke-69 Riau, Bupati Asmar Tekankan Kolaborasi dan Pemerataan Pembangunan

Berita

Polres Kep Meranti Gelar Patroli KRYD Pasca Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Meranti

Berita

Polisi Temukan Mayat Yang Mengapung di Perairan Karimun

Kep Meranti

Sekdakab : HUT OTDA Momentum Tingkatkan Pelayanan Dorong Kesejahteraan Masyarakat
error: Content is protected !!