class="wp-singular post-template-default single single-post postid-244580 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Berita / Kep Meranti / Pekanbaru

Rabu, 23 November 2022 - 09:10 WIB

Percepat Penurunan Stunting, Pemkab Gelar Sosialisasi Program dan Lokakarya

MERANTI – Mewakili Bupati Kepulauan Meranti, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. Irmansyah, M.Si membuka Sosialisasi Program dan Lokakarya di Ballroom Grand Indo Baru Hotel, Selasa (22/11/2022).

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti didukung oleh PT. RAPP melalui kerjasama kemitraan Tanoto Foundation dan Yayasan Cipta melakukan penyusunan strategi komunikasi perubahan perilaku untuk percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Tim Leader Program Yayasan Cipta, Rizky Andini mengatakan dalam menyusun strategi Komunikasi Percepatan Penurunan (KPP) stunting, selaku pendamping, pihaknya akan melakukan pelatihan di Kepulauan Meranti.

“Mudah-mudahan kemitraan ini bisa bermanfaat dan berkontribusi terhadap upaya-upaya penurunan stunting di Kepulauan Meranti,” ujarnya.

Perwakilan Tanoto Foundation Dedi Triadi yang juga pendamping di Kepulauan Meranti mengatakan pihaknya akan melakukan intervensi mulai dari mengalokasi dan pengembangan kapasitas Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di tingkat kabupaten, kecamatan, maupun desa di Kepulauan Meranti.

“Kita sudah mulai dari beberapa tahun yang lalu, stunting saat ini menjadi perhatian khusus bagi Tanoto Foundation,” ucapnya.

Manager SHR PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Susilo Sudarman mengatakan program tersebut sudah dilakukan di wilayah operasional PT. RAPP di Kecamatan Tasik Putri Puyu dan Merbau. Program tersebut meliputi 5 bagian penting yakni pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta UMKM dan sosial budaya.

Terkait Perpres 72 tahun 2021, untuk mencapai target penurunan stunting menjadi 14 persen di tahun 2024, PT. RAPP akan meluncurkan program yang mendukung pemerintah daerah dalam mengatasi stunting di Kabupaten Kepulauan Meranti.

“Semoga output dari kegiatan ini bisa tercapai kedepan nantinya,” imbuh Susilo.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Irmansyah mengatakan berdasarkan data survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, stunting di Kabupaten Kepulauan Meranti tercatat sebesar 23.3 persen yaitu di atas rata-rata prevalensi stunting Provinsi Riau.

“Untuk itu kita harus mampu menyusun strategi yang jitu agar menghasilkan suatu konsep yang mujarab untuk mengatasi stunting di Kepulauan Meranti,” harap Irmansyah.

Untuk diketahui bersama, bahwa Kepulauan Meranti merupakan satu dari dua kabupaten Lokasi Prioritas Kemiskinan Ekstrem di Propinsi Riau dengan tingkat kemiskinan tahun 2021 sebesar 25,68% dan miskin ekstrem sebesar 5,53% atau 10.500 jiwa. Kemiskinan mengakibatkan terjadinya kelaparan dan kurang gizi, sehingga melahirkan anak dan balita stunting.

Turut hadir dalam sosialisasi tersebut, Kadis Sosial M. Kardafi, perwakilan PT. RAPP, perwakilan Tanoto Foundation, perwakilan Yayasan Cipta, OPD terkait dan undangan lainnya. (Prokopim)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra Beri Atensi Serius Penanganan Banjir

Berita

Pemkab Meranti Gelar Monitoring Gabungan Penentuan Titik Lokasi Reklame

Kep Meranti

Tim Relawan Meranti Bapak Usman Malik, SPi Apresiasi Suara Terbanyak nomor 2 di Caleg PAN DPRD Provinsi di Meranti

Berita

Pemkab Meranti Terima Kunjungan BPKP, Sinergi Pengawasan SPPG di Wilayah 3T

Advertorial

Amsakar dan Li Claudia Minta Pelaku Usaha Berkontribusi Dalam Pembangunan Batam

Berita

Polsek Tualang Tangkap Pengedar Sabu dan Ekstasi, 5,49 Gram Sabu dan 48 Butir Pil Diamankan

Berita

Ratusan Personel Polres Meranti Ikuti Kesamaptaan Jasmani

Batam

Meriahkan Hari Bhakti ke-53 BP Batam, Club Billiar BP Batam Gelar Turnamen Antar Pegawai
error: Content is protected !!