Warning: Undefined variable $txt in /home/liputank/public_html/wp-content/plugins/live-traffic-feed/admin/class-ltf-admin.php on line 196

Warning: Undefined variable $txt in /home/liputank/public_html/wp-content/plugins/live-traffic-feed/admin/class-ltf-admin.php on line 196
Riau Dilanda Fenomena Madden Julian Oscillation | Berita Terkini class="wp-singular post-template-default single single-post postid-25062 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Ekonomi / Nasional / Otomotif / Peristiwa / Riau

Minggu, 9 Juni 2019 - 09:16 WIB

Riau Dilanda Fenomena Madden Julian Oscillation

LIPUTANKEPRI.COM,PEKANBARU – Sejak beberapa hari terakhir, wilayah Provinsi Riau dilanda hujan. Bahkan hingga hari ketiga Lebaran, sejumlah wilayah masih diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga deras, baik siang maupun malam.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, kondisi alam ini disebabkan oleh Fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yang melanda Riau.

“Saat ini ada fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yang berada di wilayah Indonesia bagian barat,” ungkap Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, Sanya Gautami dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (7/5/2019).

Baca Juga :  Delapan Kontainer Disita Polda Kepri

Dia menjelaskan, MJO ini merupakan gugusan uap air (awan) yang artinya uap air di wilayah Riau meningkat jumlahnya, sehingga pertumbuhan awan cukup bagus.

“MJO biasanya berlangsung selama 30-40 hari atau 1-8 fase. Fenomena ini menjalar dari barat ke timur,” sebut Sanya.

Pada saat ini, sambung dia, berada pada fase 3 (wilayah indonesia bagian barat), dan tergantung dari kecepatan anginnya, bertahan berapa lama di atas wilayah Indonesia bagian Barat.

Baca Juga :  Istri tertangkap bawa Sabu 204 Kg,Oknum Polisi Polres Tanjung Pinang Diperiksa

“Diprediksi aktif di fase 3 Samudera Hindia (wilayah indonesia bagian barat) hingga pertengahan dasarian II Juni 2019. Berdasarkan peta prediksi spasial anomali OLR pada awal dasarian I Juni 2019 terbentuk wilayah konvektif basah yang memasuki wilayah Indonesia bagian barat dan terus meluas ke Indonesia bagian tengah dan timur hingga pertengahan dasarian II Juni 2019. Dasarian I artinya 10 hari pertama di bulan Juni,” jelas Sanya

Sumber : kompas.com

Share :

Baca Juga

Suasana Wisata Telaga Air Merah di Dusun Tanah Merah, Desa Tanjung, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti

Kep Meranti

Telaga Air Merah, Permata Wisata Alam yang Tersembunyi di Tanah Jantan

Nasional

Pencarian MH370 Di Hentikan,Keluarga Korban Lobi Mentri Malaysia

Nasional

Seorang Petani Tewas Tersambar Petir

Nasional

Irawati, Pengusaha Warung Makan Maju Jadi Caleg

Kep Meranti

Gandeng BNK, Granat Minta Seluruh Pegawai dan Honorer Meranti di Tes Urine

Kep Meranti

Kasatresnarkoba dan DPC Granat Meranti Jadi Nrasum Sosialisasi Bahaya Narkoba di SMA 2 Selatpanjang

Batam

KEK Pariwisata dan Kesehatan Perkuat Posisi Batam Sebagai Destinasi Pariwisata Kesehatan Regional

Ekonomi

Wakil Bupati Meranti Lepas 146 Mahasiswa STAI Nurul Hidayah Laksanakan KKN
error: Content is protected !!