class="wp-singular post-template-default single single-post postid-25979 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Berita / Liputan Kriminal / Nasional / Peristiwa

Kamis, 25 Juli 2019 - 21:16 WIB

BNN Ungkap 60 Miliar TPPU dari Kasus Tindak Pidana Narkotika

Liputankepri.com, JakartaBerangkat dari pengungkapan kasus-kasus tindak pidana narkotika, BNN pun turut melakukan penyitaan terhadap aset para tersangka yang dihasilkan dari bisnis haram tersebut. Adapun aset-aset yang dibeli oleh para tersangka dari hasil penjualan narkotika yang dilakukan antara lain rumah, apartemen, tanah, kendaraan, perhiasan, dan bahkan untuk mendirikan perusahaan. Selain itu para tersangka juga memiliki beberapa rekening bank baik atas nama mereka sendiri, keluarga, maupun orang lain untuk dijadikan sebagai tempat penampungan uang dalam bisnis gelap tersebut.

Dalam pengungkapan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berasal dari kejahatan narkotika kali ini BNN menyita sejumlah aset dengan total sebesar kurang lebih Rp 60.078.957.386,- (enam puluh miliar tujuh puluh delapan juta sembilan ratus lima puluh tujuh ribu tiga ratus delapan puluh enam rupiah) dari 20 kasus tindak pidana narkotika yang berhasil diungkap BNN sejak bulan Januari sampai dengan Juli 2019. Berikut rincian dari total aset yang disita tersebut.

Baca Juga :  Positif Konsumsi Narkoba, Anggota Satpol PP Karimun Terancam Dipecat

• 41 bidang tanah dan bangunan senilai Rp 34.784.380.000,- (tiga puluh empat miliar tujuh ratus delapan puluh empat juta tiga ratus delapan puluh ribu rupiah)
• 1 unit pabrik senilai Rp 3.000.000.000,- (tiga miliar rupiah)
• 2 unit mesin potong padi senilai Rp 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah)
• 30 unit mobil senilai Rp 6.852.000.000,- (enam miliar delapan ratus lima puluh dua juta rupiah)
• motor senilai Rp 2.698.000.000,- (dua miliar enam ratus sembilan puluh delapan juta sembilan ratus ribu rupiah)
• 440 batang kayu jati gelondongan senilai Rp 90.000.000,- (sembilan puluh juta rupiah)
• Perhiasan senilai Rp 617.000.000,- (enam ratus tujuh belas juta rupiah)
• Uang tunai sebesar Rp 11.036.677.386,- (sebelas miliar tiga puluh enam juta enam ratus tujuh puluh tujuh ribu tiga ratus delapan puluh enam rupiah)

Baca Juga :  Polda Lampung amankan 20 Kg sabu-sabu dari sebuah truk

Seluruh aset TPPU dari kasus narkotika tersebut disita dari 22 orang tersangka yang sebagian besar merupakan narapidana yang sedang menjalankan hukuman di Lapas terkait tindak pidana narkotika. Sementara itu, sebagian lainnya merupakan para pelaku yang baru ditangkap serta para pelaku yang sudah beberapa kali melakukan kejahatan tersebut.

Selanjutnya kedua puluh dua orang tersangka tersebut dijerat dengan Undang-Undang No.8 Tahun 2010 Pasal 3, 4, dan 5 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang dan Undang-Undang No.35 Tahun 2009 Pasal 137 tentang Narkotika.

(Rls/BIRO HUMAS & PROTOKOL BNN)

Share :

Baca Juga

Berita

Tugboat Tabrak Pompong di Perairan Pulau Merapas, Satu Nelayan Dinyatakan Hilang

Berita

Polres Rohul Tangkap Wanita Pemilik Toko Jual Rokok Luffman 5.000 Bungkus

Berita

Wabup Said Hasyim Inspektur Upacara Hari Pahlawan 2019, Ajak Masyarakat Senantiasa Lakukan Aksi Nyata Membangu Negeri

Berita

Wakil Bupati Meranti Pembina Upacara Hari Jadi Kecamatan Tasik Putri Puyu Ke 7 Tahun 2019

Berita

Festival Panen Hasil Belajar, Marlin Harapkan Jadi Agen Perubahan Pembelajaran di Sekolah

Berita

Pencanangan Perusahaan Tangguh, Ketua DPRD Karimun Hadiri Perayaan HKKD 2020

Featured

Archandra Tahar Resmikan Pengoperasian PT Oil Tanking

Nasional

Kegagalan Kebijakan Penangkapan Ikan Terukur: KKP Mesti Umumkan Perusahaan Lelang Ikan
error: Content is protected !!