class="wp-singular post-template-default single single-post postid-266281 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Kep Meranti / Liputan Kriminal / Riau

Minggu, 3 Mei 2026 - 01:30 WIB

Sindikat Narkoba Lintas Negara Dibekuk di Meranti, Polda Riau Sita 27 Kg Sabu

Oplus_16908288

Oplus_16908288

Meranti-  Jajaran Satresnarkoba Polres Kepulauan Meranti bersama Polda Riau berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jaringan internasional yang diduga berasal dari Malaysia melalui jalur perairan Selat Akar, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan dua orang tersangka berinisial K dan S yang diduga berperan sebagai kurir laut internasional.

Dari tangan para pelaku, petugas menyita sebanyak 27 kilogram sabu serta ratusan cartridge vape yang diduga mengandung etomidate.

Wakapolda Riau Brigjen Hengki Haryadi menegaskan bahwa narkotika merupakan extraordinary crime yang menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi bangsa, khususnya di Provinsi Riau yang memiliki wilayah perairan strategis dan berbatasan langsung dengan jalur internasional.

“Hampir semua pengungkapan kasus narkoba ini berasal dari negara tetangga. Ini menunjukkan bahwa wilayah perairan Riau masih menjadi jalur yang sangat rawan dimanfaatkan jaringan internasional,” ujar Hengki saat jumpa pers di Mapolres Meranti, Sabtu (2/5/2026).

Ia menegaskan Polda Riau menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap seluruh bentuk tindak pidana narkotika, termasuk terhadap anggota internal yang terlibat.

“Zero tolerance, tidak ada toleransi untuk narkoba. Baik pelaku dari luar maupun jika ada anggota yang terlibat, semuanya akan ditindak tegas,” tegasnya.

Menurut Hengki, pengungkapan tersebut menjadi bukti keseriusan Polda Riau dalam memperkuat pengawasan wilayah pesisir dan jalur laut yang selama ini kerap dimanfaatkan sindikat narkoba lintas negara.

Baca Juga :  Polsek Tebing Tinggi Evakuasi Jasad Pria Hilang 4 Hari Di Banglas Barat.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi menjelaskan pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat terkait adanya penyelundupan narkotika dari Malaysia menuju wilayah Indonesia melalui perairan Selat Akar, Kecamatan Tasik Putri Puyuh.

Menindaklanjuti informasi itu, Satresnarkoba Polres Kepulauan Meranti melakukan penyelidikan tertutup selama kurang lebih dua minggu bersama pihak Bea Cukai.

“Kami melakukan pengejaran menggunakan kapal pompong agar pelaku tidak curiga. Saat akan dihentikan, pelaku mencoba melarikan diri sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur,” kata Aldi.

Dalam proses penangkapan, personel Satresnarkoba disebut sempat berenang menuju speedboat pelaku setelah kapal berhasil dihentikan di tengah perairan.

Salah satu tersangka yang berinisial K terkena tembakan pada bagian kaki setelah mencoba melarikan diri dan mengabaikan tembakan peringatan petugas.

Dari hasil penggeledahan speedboat, polisi menemukan dua tas berisi 27 paket besar sabu dengan rincian 17 paket bermerek Chinese Pin Wei dan 10 paket bermerek Gold Leaf dengan total berat mencapai sekitar 27 kilogram.

Selain itu, turut diamankan 260 cartridge vape yang diduga mengandung etomidate.

Kapolres mengatakan jumlah barang bukti tersebut diperkirakan mampu merusak jutaan masyarakat apabila berhasil diedarkan.

Baca Juga :  Polres Kep Meranti Gelar Panen Raya Jagung Serentak Dukung Ketahanan Pangan Nasional

“Barang bukti ini diperkirakan dapat menyelamatkan lebih dari 6,6 juta jiwa dari ancaman narkotika,” ungkapnya.

Sementara itu, Dirresnarkoba Polda Riau Kombes Putu Yudha Prawira menyebut wilayah Pantai Timur Sumatera, termasuk Riau, masih menjadi salah satu jalur utama masuknya narkotika internasional ke Indonesia.

Karena itu, menurutnya, diperlukan pengawasan terpadu lintas instansi dan lintas wilayah untuk memutus rantai penyelundupan narkoba jaringan internasional melalui jalur laut.

Selain penegakan hukum, Polda Riau juga terus memperkuat langkah pencegahan melalui pendekatan kolaboratif bersama pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga kelompok pemuda dengan mendorong pembentukan Kampung Tangguh Anti Narkoba dan Kampung Bersinar di berbagai wilayah rawan peredaran narkotika.

“Program tersebut diharapkan menjadi benteng sosial di tengah masyarakat agar upaya pemberantasan narkoba tidak hanya berhenti pada penangkapan pelaku, tetapi juga mampu membangun ketahanan lingkungan dan kesadaran kolektif masyarakat terhadap bahaya narkotika,” jelas Kombes Putu.

Saat ini kedua tersangka telah diamankan di Polres Kepulauan Meranti untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Polisi juga masih terus melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan yang lebih besar, termasuk dugaan keterlibatan sindikat lintas negara dalam kasus tersebut.

Share :

Baca Juga

Berita

Sekda Meranti buka Rakor dan sosialisasi BNPT

Kep Meranti

294 PNS Pemkab Kepulauan Meranti Naik Pangkat

Kep Meranti

Sambut Hari Bhayangkara Ke- 79, Polsek Tebingtinggi Barat Salurkan Bansos Kepada Masyarakat

Kep Meranti

Bea dan Cukai Selatpanjang Lakukan Pemeriksaan Kapal Barang Milik Perusahan Dragon Door, Tidak Temukan Barang Mencurigakan

Kep Meranti

Wabup Meranti Silahturahmi dan Tarawih Bersama Masyarakat Desa Pelantai

Kep Meranti

Ini Pesan Direktur LKPP Republik Indonesia Dalam Acara Bimbingan Teknis Pengadaan Barang & Jasa Di Meranti

Ekonomi

Kegiatan Diklat Dan Ujian Sertifikasi Pengadaan Barang Dan Jasa Pemerintah Tahun 2019 Resmi Dibuka Sekda Meranti

Ekonomi

Laskar Melayu Bersatu Riau Serahkan Bantuan Kepada Masyarakat Kurang Mampu
error: Content is protected !!