class="wp-singular post-template-default single single-post postid-30812 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Batam / Berita / Kepri / Kesehatan

Minggu, 12 April 2020 - 19:12 WIB

Batam miliki alat PCR guna indentifikasi sampel pasien

Batam – Proses pemeriksaan sampel swab untuk mengetahui paparan virus corona COVID-19 di Kota Batam, Kepulauan Riau, bisa dilakukan secara akurat dalam dua hari. Proses ini bisa jauh lebih cepat karena tidak perlu lagi mengirim sampel ke Jakarta.

“Paling cepat dua hari dimulai dari ekstraksinya,” kata Kepala Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Kelas I Batam, Slamet Mulsiswanto, di Batam, Minggu 12 April 2020.

BTKLPP Batam, mulai hari ini, mengoperasikan alat uji kasus COVID-19 berbasis reaksi rantai polimerase (PCR) sendiri. Alat yang bekerja dengan cara menguji keberadaan genetika virus dalam setiap sampel yang diperiksa itu bantuan dari Pemerintah Singapura.

Baca Juga :  KPK Soroti Enam Aset Bermasalah di Kepri

Hari ini, rencananya BTKLPP menggunakan alat itu memeriksa 24 sampel swab. Termasuk di antaranya adalah milik Wali Kota Tanjungpinang , Syahrul, yang dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Provinsi Raja Ahmad Thabib, Kota Tanjungpinang.

Alat PCR itu dijanjikan akan digunakan untuk memeriksa sampel pasien dari Kota Batam dan kabupaten kota lain di Kepri. Untuk mengoperasikannya, Slamet menjelaskan, BTKLPP mengerahkan delapan orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menyatakan pemeriksaan diutamakan untuk orang-orang yang pernah melakukan kontak langsung dengan pasien terkonfirmasi positif.

Baca Juga :  BRI bidik calon nasabah "unbanked" daerah terpencil

“Sampel yang sudah masuk terutama PDP dan OTG yang ‘closed contact’ dengan terkonfirmasi yang akan diperiksa terlebih dulu,” kata dia.

Selain alat atau mesin PCR, Batam juga menerima bantuan 10 ribu A*STAR Fortitude Kit 2.0, Thermal Scanner (4), dan 800 set APD dari Singapura. Juga sebanyak 2.100 liter konsentrat sanitizer (tanpa alkohol) yang nantinya akan dicampur air sehingga menjadi 210 ribu liter sanitizer.

Share :

Baca Juga

Batam

Bupati Karimun Perketat keluar masuk orang ke Karimun

Batam

Romer.S: Ada TKI Masuk ke Batam Diduga Bawa Surat Tes PCR Palsu

Berita

Berikan Kompensasi Listrik 24,6 T ke PLN, Pemerintah Hadir Lindungi Rakyat Dalam Pemulihan Ekonomi

Karimun

Bupati Karimun Kunjungi Bayi Penderita Penyakit Langka Dibagian Kepala

Berita

Andil Polri Tangani Stunting, Wakapolri Salurkan Bantuan 339 Paket Bantuan Makanan Bergizi

Kepri

Tim Gabungan Bareskrim Mabes Polri dan Bea Cukai Ciduk Sindikat Narkoba Jaringan Malaysia

Berita

Polres Meranti Laksanakan Penyembelihan Hewan Kurban Iduladha 1447 H

Berita

Iskandar Minta Bea dan Cukai, Jerat Tersangka Penyeludupan Buah Mangga Dengan UU Keimigrasian
error: Content is protected !!