class="wp-singular post-template-default single single-post postid-35619 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Berita / Karimun / Kepri / Law / Liputan Kriminal / Peristiwa / Polres Karimun / Video

Sabtu, 30 Januari 2021 - 20:20 WIB

Polres Karimun Bekuk Pelaku Distributor Kartu Perdana IM3 Ilegal

Karimun – Satreskrim Polres Karimun menangkap ZR (26) pelaku penyalahgunaan UU Informasi & Transaksi Elektronik (ITE) dengan menggunakan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) secara illegal, Sabtu (30/01/2021).

Pelaku merupakan Distributor Kartu Perdana IM3 melaksanakan aktivasi kartu perdana IM3 dengan menggunakan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) secara illegal Pelaku melakukan aktivasi kartu perdana IM3 dengan menggunakan computer dan alat modem activator.

Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Karimun Polda Kepri AKP Herie Pramono, SIK saat siaran pers mengatakan, pengungkapan Kasus Tindak Pidana penyalahgunaan UU ITE.

Baca Juga :  Kapolres Karimun Awasi Surat Suara Pilkada 2020

“Tujuan Pelaku mencari keuntungan Intensif dari Provider sebesar Rp 6.500.000,- (enam juta lima ratus ribu rupiah) jika memenuhi target 4.000 (empat ribu) aktivasi kartu perdana perbulannya,” ujar Herie.

Selanjutnya kata Herie, pelaku ZR kita amankan pada hari Rabu tanggal 27 Januari 2021 pada pukul 23.30 Wib. Pelaku dengan mudah mendapatkan Kartu Perdana sebanyak 750.000 (tujuh ratus lima puluh ribu) kartu perdana dikarenakan pelaku merupakan distributor kartu perdana IM3.

Barang Bukti yang sudah kita amankan dari Pelaku sebanyak 750.000 (tujuh ratus lima puluh ribu) Kartu Perdana sudah teraktivasi NIK secara Ilegal, termasuk 1 Unit Komputer, 2 unit alat modem aktivator, 1 unit flash disk, 1 buah pisau cutter, 1 unit HP Iphone X serta 1 unit HP Nokia 105 turut kita amankan dari tangan pelaku.

Baca Juga :  Kapolres Karimun: Kebutuhan pokok pasca puting beliung mulai diberikan

“Perbuatan Pelaku ZR disangkakan Pasal 51 (2) Jo 32 UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi & Transaksi Elektronik dengan ancaman pidana paling lama 12 (dua belas) tahun,” ungkap Herie.***

Share :

Baca Juga

Batam

Komunitas Moge Fullfairing Komitmen Dukung Muhammad Rudi di Pilgub Kepri 2024

Berita

TNI AL Karimun Gelar Giat Harmarch

Kep Meranti

Tengku Nazir Tolak Penabalan Tengku Ridwan Dan Tengku Muchtar Pada Lembaga Kesultanan Siak Indrapura XIII

Karimun

Bupati Karimun Buka Rakor dan Sosialisasi Bidang Kepegawaian

Berita

Virus Corona, Selamat Jalan Ayah Syahrul Walikota Tanjung Pinang

Berita

Diguyur Hujan, Hotspot Di Riau Merosot

Batam

Update Covid-19 Batam: Jumlah Pasien Sembuh Lebih Banyak, Ini Pesan Amsakar

Berita

Polres Karimun Selidiki Penemuan Mayat Tanpa Identitas Di Perairan Sekatip Sugie Besar
error: Content is protected !!