class="wp-singular post-template-default single single-post postid-9603 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Featured / Pendidikan

Sabtu, 15 Juli 2017 - 19:29 WIB

Ahad Matahari Tepat Berada di Atas Ka’bah, Waktu Terbaik Betulkan Arah Kiblat

Liputankepri.com – LUSA, Ahad (16/7/2017), jadi waktu yang cukup istimewa bagi umat muslim seluruh dunia, termasuk Indonesia. Sebab, akan ada sebuah fenomena alam yang berkaitan dengan kegiatan ibadah wajib yang setiap hari dilakukan.

Fenomena itu dikenal dengan istilah A’dham, atau Rashdul Qiblah, yang merupakan peristiwa singgahnya matahari dua kali dalam setahun tepat di atas Kakbah. Posisi matahari tersebut sangat penting diketahui oleh para umat muslim seluruh dunia.

Saat-saat keberadaan matahari yang tepat berada di atas Kakbah, dapat dijadikan moment terbaik bagi umat Islam untuk memperbaiki arah kiblat. Pasalnya, posisi lintang Kakbah yang lebih kecil dari nilai deklinasi (sudut) maksimum matahari menyebabkan matahari dapat melewati Kakbah sehingga hasilnya lebih akurat dibandingkan dengan menggunakan GPS, atau kompas.

Selama ini, sebagian umat Islam Indonesia hanya mengetahui kiblat mengarah ke barat, hal tersebut tidak selalu benar. Untuk itulah, fenomena Rashdul Qiblah sangat penting.

“Berdasarkan data astronomi, Ahad 16 Juli 2017, pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA, matahari akan melintas tepat di atas Ka’bah, sehingga bayang-bayang suatu benda yang berdiri tegak lurus dimana saja akan mengarah lurus ke Ka’bah,” Kata Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama, Muhammad Thambrin, dalam rilis yang Okezone terima, Jumat (14/7/2017).

Pada peristiwa Rashdul Qiblah bulan ini yang jatuh pada 16 Juli 2017 mendatang, waktu yang tepat tersebut berada pada pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA.

Pentingnya ketepatan arah kiblat merupakan salah satu syarat sahnya salat wajib. Jika salat yang didirikan menghadap arah yang salah, maka bisa dikatakan salat tersebut tidak sah, karena tidak menghadap kiblat.

Bayang-bayang benda yang digunakan untuk memverifikasi arah kiblat sebenarnya bisa apa saja, namun agar lebih pasti dan menghindari kesalahan arah kiblat, ada baiknya umat Islam menggunakan benda yang dianjurkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan menurut rilis dari Kementerian Agama Republik Indonesia, antara lain sebagai berikut:

1. Pastikan benda yang menjadi patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus atau pergunakan lot atau bandul;

2. Permukaan dasar harus betul-betul datar dan rata;

3. Jam pengukuran harus disesuaikan dengan BMKG, RRI atau Telkom.

(fid)

Share :

Baca Juga

Featured

DR. H. Kamsol, MM dan H. Bustami HY, SH, MM, Dari Gerakan Peduli Tetangga Menuju Kampar Sejahtera, Unggul, terPElihara dan Religius

Featured

Trade | Khám Phá Thế Giới Giải Trí Thú Vị Tại Trang Chủ 78win – Nơi Đem Lại Trải Nghiệm Chơi Game Tuyệt Vời | 41-2025

Batam

Petugas BC Amankan Pasutri Saat Bawa Minuman Beralkohol

Featured

DPW LMB Gelar Halalbihalal Bersama Warga Kepri

Featured

Polres Karimun Percepat Penyidikan Perkara Pencurian Minyak MT Nona Tang II

Berita

Bupati Kepulauan Meranti H. Muhammad Adil. SH mengukuhkan 21 Pejabat Disdukcapil.

Berita

Natuna Membaca” PPIT akan Bangun Pustaka Apung

Featured

Toko Emas Naura Pasar Puan Maimun Karimun Dibobol Maling
error: Content is protected !!