Liputankepri.com,Selatpanjang, -Upaya yang diambil Joko, Kepala Puskesmas Selatpanjang dalam menyelesaikan permasalahan melalui mediasi antara anggotanya bersama Ibu Rumah Tangga (IRT) berjalan dengan baik, Kamis (10/8/2017)
Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti,Dr Iwan Suwandi Kepada Wartawan mengatakan, hasil mediasi pihak Puskesmas akan melakukan pengobatan terhadap pasien hingga sembuh.
Sebelumnya, mediasi ini di mulai Kata dia,karena permasalahan yang tidak bisa diselesaikan langsung oleh pihak Puskesmas Selatpanjang hingga harus berbuntut panjang dengan campur tangan Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti.

atas keluhan pasien terkait pemberian obat oleh dokter dari managemen Puskesmas Tebing Tinggi, Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti adakan pertemuan dengan pihak keluarga serta awak media.
Dalam konferensi pers yang dilakukan diruangan Dr Irwan Suwandi Kepala Dinas Kesehatan didampingi Ketua IDI Ajharul serta Joko Kepala Puskesmas mengatakan bahwa dokter tersebut telah menjalankan tugas sesuai prosedur walaupun nyatanya berdampak tidak baik untuk kesehatan pasien (Pepi Ramadhani)
“Dokter tersebut tidak bisa kita bawa dalam pertemuan ini dikarenakan dokter prakter itu dilindungi UU No 09 tahun 2004 pasal 50 jadi tidak bisa main bawa saja. Saya sudah menilai obat ini,kemaren bulan januari yang bersangkutan telah menggunakan obat itu juga dan terlihat biasa biasa saja. Dalam data yang kita miliki obat obatan tersebut berjenis antibiotik, parasetamol, salbutamol, amburoksol serta vitamin,” ujar Ketua IDI Kepulauan Meranti Ajharul saat ditemui media ini diruangan Kadis, Kamis (10/08) pagi.
Sementara itu jawaban, Kepala Dinas Kesehatan Irwan Suwandi mengungkapkan bahwa sebelumnya puskesmas telah melakukan pemberitahuan jika adanya kendala yang mencakup pelayanan kepada masyarakat.
“Puskesmas setiap bulan melakukan evakuasi kerja, kepada dokterya tetap akan kita berikan nasehat. Kami mengharapkan semua dokter bisa melayani dengan baik, dalam permasalahan ini kami akan pelajari terlebih dahulu dan kemudian menindak lanjuti seperti memberikan teguran maupun pembinaan,” ucapnya.
Kepala Puskesmas Tebing Tinggi Joko juga menyampaikan pihaknya telah menjalankan tugas sesuai prosedur.”Jika adanya kesalahan dalam memberikan obat itu tidak mungkin dikarenakan Dokter tersebut sah, dokter program interansif indonesia yang telah diuji oleh Negara,” jelasnya.
Diwaktu yang sama Pepi (22) yang diduga korban memaparkan sebelumnya ia tidak memiliki penyakit ataupun memakan obat obatan lain dikarenakan ia masih dalam memberikan ASI untuk bayinya.”Saya hanya memakan obat yang diberikan Dokter Deni saja,setelah makan obat itu seluruh badan saya terasa lemas, lutut lemah tidak bisa berjalan, kemudian telinga sebelah kiri seperti kurang mendengar,” keluhnya.
Namun dibalik itu Pepi di dampingi suaminya Yudi meminta solusi terbaik dari pihak terkait dengan memberikan pengobatan ulang agar hal tidak diinginkan tidak terjadi.”Dilakukan pengobatan ulang atau dicek ke dokter spesialis saja agar tidak terjadi apa apa,” minta Pepi
Sebelumnya sempat di beritakan, pasien atas nama Pepi Ramadani menceritakan, tepat pada Sabtu (5/8/2017) lalu sekitar pukul 09.00 WIB, niat hati ingin menyembuhkan penyakit yang diderita dengan berobat ke Puskesmas Tebingtinggi malah membuatnya sakitnya makin parah
Usai mengikuti antrean, Pepi langsung dipanggil masuk ke ruangan untuk menyampaikan keluhan penyakit (Batuk, red) yang dideritanya. Namun anehnya dokter yang melayani seperti kurang respons malah melontarkan beberapa pertanyaan kepada pasien.
“Dokternya kurang respons dan cara pelayanannya pun kurang menyenangkan, mentang-mentanglah kita berobat tak bayar. Saya yang berobat malah suami kita yang ditanya,” kata Pepi juga mengatakan bahwa saat itu dirinya ditangani Dokter Deni.
Dijelaskan Pepi lagi, dirinya sempat sedikit mengingatkan kepada dokter yang memberikan obat tersebut karena sebagai ibu menyusui tidak sembarangan mengkonsumsi obat
“Melihat tingkahnya yang kurang menyenangkan, saya sempat menyampaikan bahwa saat ini anak saya lagi menyusu badan. Tapi dia bilang tidak apa-apa,” jelas Pepi.
Setelah menerima obat, Pepi bersama sang suami langsung pulang. Sampai di rumah, Pepi pun meminum obat yang diberikan Puskesmas.
“Belum sampai satu jam badan saya malah terasa panas, jantung berdegup dengan kencang dan menggigil dan Kebas-Kebas semua badannya,” ungkapnya.
Selang beberapa jam, melihat bayinya menangis Pepi juga sempat memberikan Air Susu Ibu (ASI) kepada bayinya yang berusia satu tahun itu. “Usai minum ASI yang saya kasih malah anak saya pula yang menjadi demam,” jelasnya seraya merisaukan akan anak nya.
Melihat kondisi istri dan anaknya setelah berobat malah semakin parah karena sudah malam dan Puskesmas telah tutup, Sugi yang merupakan suami korban mendatangi kediaman Kepala Puskesmas Tebingtinggi, Joko pada Sabtu (5/8/2017) malam sekitar pukul 21.30 WIB untuk menyampaikan keluhan terkait obat yang bermasalah tersebut.
“Kedatangan saya baik-baik untuk menyampaikan keluhan terkait obat ini, tapi pak Joko bilang obat yang diberikan oleh pihak puskesmas itu sudah benar,” ungkap Sugi seraya mengatakan kalau Joko menyarankan untuk pergi ke RSUD Dorak Selatpanjang
Selanjutnya Dokter Joko menjelaskan, sesuai keinginan dari pihak pasien dirinya sudah memanggil Anggotanya dan menceritakan kepada dirinya. Yang mana Anggotanya (Dr Deni) mengatakan kalau dirinya bertugas sudah menjalankan sesuai aturan di Puskesmas Selatpanjang.
”Anak buah saya mengatakan kalau dirinya sudah menjalankan sesuai aturan yang berlalu dan sudah menjalankan sesuai Prosedur atau SOP (Standar Operasional Prosedur),” ungkap Joko serta mengatakan kalau Puskesmas ini merupakan tempat pelayanan untuk masyarakat.
Ketua IDI Ajahrul Rusli mengatakan, sebelumnya dirinya meminta maaf karena tidak bisa menghadirkan dokter yang menangani pasien.

“Dari semua obat ini boleh dikonsumsi oleh pasien sesuai kelurahan pasien yang diambil oleh dokter yang bersangkutan. Mungkin hal ini akibat alergi maupun fisik tubuh sehingga berdampak seperti itu (sesak dan kejang-kejang, red),” ujarnya.
“Kami siap melayani ibu dimana pun dan sampaikan kapan pun, terkait anggota itu mereka sudah kita tegur dan ke depannya kita akan semakin baik dalam melayani masyarakat serta akan kita
Turut hadir dalam mediasi ini, Kepala Dinas Kesehatan Meranti Dr Iwan Swuandi, Ketua Ikatan Doktor Indonesia (IDI) Pekanbaru Ajahrul Rusli, Kasubag Umum Dinas Kesehatan Firdaus Prataman, Kepala Puskesmas Selatpanjang Joko, pihak pasien dan beberapa rekan-rekan media.(***)









