Akibat DBD Balita Di Tanjung Samak Meninggal Dunia

- Jurnalis

Jumat, 6 Januari 2017 - 23:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputankepri.com,Selat Panjang – Awal tahun 2017 seorang anak bawah lima tahun (Balita) asal Tanjungsamak Kecamatan Rangsang, Kepulauan Meranti, Riau, AF (4,6) meninggal dunia di Kota Batam Kepulauan Riau saat liburan. Anak dari pasangan Budi A dan Rubi D ini menderita demam berdarah dengue (DBD).

Budi, ketika dikonfirmasi, Jumat (6/1/2016) menceritakan perihal kematian anak semata wayangnya itu.

Kata Budi, Ia bersama istri dan anak perempuannya berangkat ke Batam pada, Senin (26/12/2016). Budi berlibur sambil menikmati malam pergantian tahun di Kota Batam.

Diceritakan Budi, sebelum berangkat ke Batam, anak perempuannya pernah mengalami demam dan panas badannya sangat tinggi. Melihat kondisi anaknya seperti ini, Budi membeli obat di Tanjungsamak.

“Setelah itu agak mendingan. Tapi kita tidak tahu dia sakit apa, karena di sini tak bisa cek darah,” kata Budi.

Meski sudah agak mendingan, namun AF masih batul pilek sertai muntah-muntah. Budi pun kembali membeli obat untuk anak perempuan semata wayangnya itu.

Melihat kondisi balita berambut keriting itu sudah membaik, Budi berangkat ke Batam bersama anak dan istrinya.

Sesampainya di Batam, Budi sekeluarga sempat mengunjungi beberapa tempat rekreasi, sambil menghabiskan masa liburan.

Lalu, pada malam pergantian tahun 2016 ke 2017, Budi mengaku anaknya merasa pusing dan badannya panas. Budi pun langsung membeli obat pada tanggal 1 Januari 2017 di salah satu klinik di Batam.

Waktu itu, pihak klinik mengatakan bahwa anak perempuannya itu terkena sakit campak. Setelah minum obat tidak terlihat ada perubahan yang lebih baik pada anaknya. Lalu, Budi kembali membawa anaknya bawak klinik. Oleh pihak klinik, dianjur kan untuk dibawa ke Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB).

“2 hari 2 malam kami di RSOB, kondisi anak kami malah makin memburuk,” cerita Budi.

Budi pun terus berusaha demi kesembuhan anaknya. Budi membawa anak semata wayang tersebut ke Rumah Sakit Awal Bros Kota Batam. Baru sekitar setengah jam di RS Awal Bros Batam, Allah berkata lain.

Anak semata wayangnya itu meninggal dunia sekitar pukul 15.00 WIB.

“Kami sangat terpukul, anak semata wayang kami telah dipanggil sang pencipta,” cerita Budi sambil menangis.

Setelah itu, Budi berusaha mencari Speedboat untuk membawa jenazah anaknya pulang ke Tanjungsamak, Kepulauan Meranti. Budi dan keluarganya tiba di Tanjungsamak pada Kamis malam. ***

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Di Resmikan Polres Meranti Bukti Nyata Bakti Polri Untuk Masyarakat
Sapa Warga Siak Secara Virtual, Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Polda Riau, Kapolres AKBP Sepuh Laporkan Secara Langsung Dari Lokasi
Erry Gading : PT Pelindo dan PT Bumi Meranti, Harus Samakan Persepsi
Dua Pria Diciduk Satresnarkoba Polres Meranti Bersama 9 Paket Sabu
Penambangan Sedimentasi Laut di Karimun: Ancaman Baru bagi Nelayan
Wabup Muzamil Apresiasi Dukungan Fraksi, Tiga Ranperda Pemkab Meranti Melaju ke Tahap Pembahasan
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
DPRD Kepulauan Meranti Gelar Paripurna ke-5, 7 Ranperda Masuk Agenda Pembahasan

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 22:31 WIB

Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Di Resmikan Polres Meranti Bukti Nyata Bakti Polri Untuk Masyarakat

Rabu, 8 Juli 2026 - 22:29 WIB

Sapa Warga Siak Secara Virtual, Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Polda Riau, Kapolres AKBP Sepuh Laporkan Secara Langsung Dari Lokasi

Rabu, 8 Juli 2026 - 16:26 WIB

Erry Gading : PT Pelindo dan PT Bumi Meranti, Harus Samakan Persepsi

Rabu, 8 Juli 2026 - 12:03 WIB

Dua Pria Diciduk Satresnarkoba Polres Meranti Bersama 9 Paket Sabu

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:15 WIB

Penambangan Sedimentasi Laut di Karimun: Ancaman Baru bagi Nelayan

Berita Terbaru