class="wp-singular post-template-default single single-post postid-3815 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Kep Meranti / Kepri / Riau

Jumat, 6 Januari 2017 - 23:51 WIB

Akibat DBD Balita Di Tanjung Samak Meninggal Dunia

Liputankepri.com,Selat Panjang – Awal tahun 2017 seorang anak bawah lima tahun (Balita) asal Tanjungsamak Kecamatan Rangsang, Kepulauan Meranti, Riau, AF (4,6) meninggal dunia di Kota Batam Kepulauan Riau saat liburan. Anak dari pasangan Budi A dan Rubi D ini menderita demam berdarah dengue (DBD).

Budi, ketika dikonfirmasi, Jumat (6/1/2016) menceritakan perihal kematian anak semata wayangnya itu.

Kata Budi, Ia bersama istri dan anak perempuannya berangkat ke Batam pada, Senin (26/12/2016). Budi berlibur sambil menikmati malam pergantian tahun di Kota Batam.

Diceritakan Budi, sebelum berangkat ke Batam, anak perempuannya pernah mengalami demam dan panas badannya sangat tinggi. Melihat kondisi anaknya seperti ini, Budi membeli obat di Tanjungsamak.

“Setelah itu agak mendingan. Tapi kita tidak tahu dia sakit apa, karena di sini tak bisa cek darah,” kata Budi.

Meski sudah agak mendingan, namun AF masih batul pilek sertai muntah-muntah. Budi pun kembali membeli obat untuk anak perempuan semata wayangnya itu.

Melihat kondisi balita berambut keriting itu sudah membaik, Budi berangkat ke Batam bersama anak dan istrinya.

Sesampainya di Batam, Budi sekeluarga sempat mengunjungi beberapa tempat rekreasi, sambil menghabiskan masa liburan.

Lalu, pada malam pergantian tahun 2016 ke 2017, Budi mengaku anaknya merasa pusing dan badannya panas. Budi pun langsung membeli obat pada tanggal 1 Januari 2017 di salah satu klinik di Batam.

Waktu itu, pihak klinik mengatakan bahwa anak perempuannya itu terkena sakit campak. Setelah minum obat tidak terlihat ada perubahan yang lebih baik pada anaknya. Lalu, Budi kembali membawa anaknya bawak klinik. Oleh pihak klinik, dianjur kan untuk dibawa ke Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB).

“2 hari 2 malam kami di RSOB, kondisi anak kami malah makin memburuk,” cerita Budi.

Budi pun terus berusaha demi kesembuhan anaknya. Budi membawa anak semata wayang tersebut ke Rumah Sakit Awal Bros Kota Batam. Baru sekitar setengah jam di RS Awal Bros Batam, Allah berkata lain.

Anak semata wayangnya itu meninggal dunia sekitar pukul 15.00 WIB.

“Kami sangat terpukul, anak semata wayang kami telah dipanggil sang pencipta,” cerita Budi sambil menangis.

Setelah itu, Budi berusaha mencari Speedboat untuk membawa jenazah anaknya pulang ke Tanjungsamak, Kepulauan Meranti. Budi dan keluarganya tiba di Tanjungsamak pada Kamis malam. ***

Share :

Baca Juga

Bintan

Kodim 0315/Bintan Berhasil Gagalkan 27 Orang TKI Ilegal

Kepri

Sebelum Diresmikan Mega Proyek Jembatan I Dompak Dipastikan Aman

Karimun

Taufan Zakaria: 2020,Kejari Karimun Siap Membangun Zona Integritas

Karimun

HUT Bhayangkara Ke-73, Satlantas Polres Karimun Gelar Perpanjangan SIM Gratis, Ini Syaratnya

Kep Meranti

Pemkab Meranti Menuju New Normal, Rumah Ibadah Boleh Gelar Sholat Berjamaah

Karimun

Sulfanow Putra Minta Jalur Pelayaran Internasional Karimun Dibuka

Kep Meranti

Ribuan Warga Meranti Ikuti Aksi Bela Kalimah Tauhid Pemkab Meranti Himbau Jaga Kondusifitas

Karimun

Kapal Transporter Ditahan Aparat, Premium di SPBU Poros Kosong
error: Content is protected !!