class="wp-singular post-template-default single single-post postid-33896 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Anambas / Berita / Kepri / Law / Nasional / Riau / Tekno

Kamis, 15 Oktober 2020 - 15:24 WIB

Bakamla Kerahkan Dua Kapal Patroli di Perairan Laut Natuna Utara

Batam – Badan Keamanan Laut (Bakamla) terus melakukan patroli di perairan Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau, untuk menunjukkan kehadiran Indonesia.

Ada dua kapal dan satu pesawat pengamat maritim yang berpatroli bersama dengan tim dari TNI Angkatan Laut (AL) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Kita tetap gelar kapal patroli untuk menunjukkan kehadiran,” ujar Kepala Bagian Humas dan Protokol Bakamla RI, Kolonel Wisnu Pramandita, lewat pesan singkat, Kamis (15/10).

Wisnu menjelaskan, terdapat dua kapal Bakamla yang berpatroli di lokasi tersebut. Ditambah lagi dengan satu pesawat pengamat maritim beserta tim dari TNI AL dan KKP. Patroli itu rencananya akan dilakukan hingga akhir tahun sesuai dengan ketersediaan anggaran yang ada.

“Saat ini, itu yang dapat dilakukan mengingat kita tidak ada klaim dan tidak terlibat dalam ketegangan kedua negara (di Laut China Selatan),” ujar Wisnu.

Sebelumnya, Juru Bicara Menteri Pertahanan (Menhan), Dahnil Anzar Simanjuntak, menerangkan, doktrin politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif dalam menyikapi panasnya Laut China Selatan (LCS). Karena itu, Indonesia tidak akan terlibat dalam pakta pertahanan manapun.

Baca Juga :  Masuk Perairan Batam, Kapal MV Trenta Berbendera Portugal Diperiksa

“Politik luar negeri kita kan bebas aktif. Dan sejarah doktrin pertahanan luar negeri kita juga adalah tidak terlibat dalam pakta pertahanan manapun. Indonesia itu tidak pernah ikut aliansi militer negara manapun,” ujar Dahnil dalam siaran langsung di media sosial yang diakses Selasa (15/9).

Dahnil menyatakan, pada prinsipnya Indonesia selalu ingin mendorong Zona Perdamaian, Kebebasan dan Netralitas (ZOPFAN) yang ada di ASEAN. Atas dasar itu narasi yang dikeluarkan oleh Indonesia selalu terus mengajak seluruh pihak untuk berdialog dan berdamai, terutama terkait permasalahan di LCS.

Baca Juga :  Kemenkominfo menilai FaceApp berpeluang menyalahgunakan data penggunanya

“Kalau kemudian negara-negara besar ini mati-matian memprovokasi, menarik-narik kita agar ikut dalam aliansi-aliansi ini, itu wajar. Tapi tentu kita akan bersikap tegas terkait ini, kita tidak akan terlibat dengan pakta pertahanan manapun (baik China maupun Amerika Serikat),” jelas dia.

Menurut Dahnil, sikap itu sudah disampaikan langsung oleh pemerintah Indonesia, bahkan oleh Menhan, Prabowo Subianto, sendiri. Hampir sepanjang masa jabatannya sebagai Menhan, Prabowo cukup aktif berbicara dengan Menhan-Menhan negara lain di dunia.

“Beliau komunikasi dengan baik untuk menjaga diplomasi, untuk menjaga agar kemudian mereka semua paham dengan sikap politik dan pertahanan kita,” terangnya.

Dia menekankan, Indonesia tidak akan mungkin mau diseret-seret ke dalam konflik tersebut, apalagi jika dijadikan sebagai ladang tempur. Negara-negara lain pun, kata dia, tentu tidak akan bersedia menjadi proxy negara manapun.**

Share :

Baca Juga

Advertorial

Batu Ampar Menuju Era Baru: BP Batam Sosialisasikan Penerapan Single Port Operator

Kep Meranti

​Studi tour STKIP MERANTI ke Sumbar di Universitas Negeri Padang dan Universitas Andalas

Batam

Bupati Rohil Halalbihalal Bersama Warga Rohil di Batam

Kep Meranti

Waduh !!! Warga Tanjung Kepulauan Meranti Keluhkan Daya Listrik PLN

Ekonomi

Bupati Meranti Pimpin Rakor Penyelesaian Penguasaan Tanah Dalam Kawasan Hutan, Perjuangkan Hak Masyarakat Atas Lahan Yang Masuk Kawasan Hutan

Nasional

Tsunami di Selat Sunda, Warga & Wisatawan Diimbau Jauhi Gunung Anak Krakatau

Featured

Kalimat Ini Bisa Bikin Anda Gagal Diterima Kerja

Kep Meranti

Kabag Kesra Setda Meranti Hadiri Acara Peringatan Isra Mi’raj Di Desa Citra Damai
error: Content is protected !!