class="wp-singular post-template-default single single-post postid-12150 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Nasional / Riau

Selasa, 26 September 2017 - 15:05 WIB

BMKG : Lima Titik Panas Terdeteksi Di Riau

PEKANBARU — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi lima titik panas yang mengindikasikan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau, Selasa (26/9).

Foto Istemewa

Foto Istemewa

“Lima titik panas menyebar di Pelalawan dan Indragiri Hilir,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Pekanbaru, Slamet Riyadi di Pekanbaru.

Ia merincikan, lima titik panas dengan tingkat kepercayaan diatas 50 persen tersebut terpantau empat titik di Pelalawan, sementara satu titik lainnya di Kabupate Indragiri Hilir. Ke lima titik panas itu mulai terpantau satelit Terra dan Aqua sejak Senin petang (25/9) kemarin. Sementara itu, secara keseluruhan BMKG Pekanbaru menyatakan terdapat 54 titik panas di Pulau Sumatra.

Selain lima titik panas di Riau, titik panas turut terpantau di Sumatera Selatan 17 titik dan Lampung 11 titik. Selanjutnya titik panas turut terpantau di Sumatera Barat dan Aceh masing-masing lima titik. Begitu juga di Bangka Belitung empat titik, Jambi tiga titik, Sumatera Utara tiga titik, dan Bengkulu satu titik.

Khusus di Riau, keberadaan titik panas cenderung menurun menyusul masuknya musim hujan di wilayah tersebut.
“Provinsi Riau secara umum mulai masuk musim hujan awal September. Berangsur mulai dari Utara hingga Selatan,” urai Slamet.

Saat ini, ia mengatakan musim hujan mulai terjadi di wilayah Utara, tepatnya seperti Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis dan Meranti. Kemudian, musim hujan akan meratas hingga ke wilayah Selatan Provinsi Riau pada Oktober mendatang.
Sementara itu, ia menuturkan puncak musim hujan di wilayah Provinsi Riau diprediksi akan terjadi pada November mendatang, hingga awal Januari 2018.

Untuk itu, ia mengatakan potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau diperkirakan akan semakin kecil. Meski begitu, ia meminta bahwa Karhutla tetap diwaspadai, minimal selama beberapa bulan mendatang. Saat ini Provinsi Riau masih dalam status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan. Status yang diputuskan sejak awal 2017 ini akan berakhir pada November mendatang.

Source : Antara

Share :

Baca Juga

Kep Meranti

Sekda Bambang Pimpin Rapat Persiapan 17 Agustus Dan Agenda Penting Lainnya

Batam

Batam Kebutuhan Hidup Biaya Tertinggi di Indonesia

Featured

Pria Bercadar Gagal Bongkar ATM Bank BRI

Kep Meranti

Polres Meranti Gelar Pengobatan Gratis

Nasional

Batam Layak Jadi Tuan Rumah Pertemuan G20

Kep Meranti

Polres Kepulauan Meranti Gelar Jumat Curhat Bersama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

Kep Meranti

Disaat Masyarakat Meranti Menjerit Membutuhkan Pekerjaan, PT GSI Rekrut Ratusan Tenaga Kerja Dari Luar Daerah 

Berita

Bupati Karimun Resmikan Gedung PGRI
error: Content is protected !!