class="wp-singular post-template-default single single-post postid-6481 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Ekonomi

Senin, 10 April 2017 - 14:15 WIB

Cegah Penyelundupan Pangan, Infrastruktur Pertanian di Perbatasan Bakal Dibangun

Liputankepri.com,Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) telah meningkatkan pembangunan infrastruktur pada sektor pertanian di berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya adalah pembangunan infrastruktur pada daerah perbatasan di Indonesia.

Menurut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyelundupan pangan yang selama ini marak terjadi. Untuk itu, pemerintah pun berupaya untuk meningkatkan produksi pada daerah perbatasan.

“Di perbatasan, beras diselundup, bawang diselundup. Semua selundupan. Saya katakan buka selebar-lebarnya jalur tikus.

Lalu kami kirim traktor, saat ini ada 3.000 hingga 4.000 hektare lahan pertanian di perbatasan,” tuturnya di Balai Kartini, Jakarta,seperti yang dilansir laman Okezone Senin (10/4/2017).

Pemerintah pun telah belajar dari negara lainnya untuk meningkatkan produksi pertanian di daerah perbatasan. Salah satunya adalah dari Taiwan hingga Jerman.

“Kita 12 bulan. Matahari bersinar. Negara lain hanya 5 bulan seperti Taiwan. Tapi dia ekspor. Kalau di Kalimantan, Sulawesi air lewat. Enggak usah seperti Jerman. Indonesia kalau manfaatkan air, bisa jadi lumbung panen,” ungkapnya.

Mentan pun kembali menceritakan ulang tentang kesuksesan petani di Taiwan yang mampu menghasilkan penghasilan hingga miliaran Rupiah per bulan. Diharapkan, hal ini dapat dilakukan oleh para petani Indonesia.

“Penghasilan Rp3 miliar per bulan di Taiwan. Harganya mahal USD 6 (beras per kg),” jelasnya.

Diharapkan, daerah perbatasan ini nantinya adalah menjadi lumbung pangan bagi 10 negara tetangga di Indonesia. Hal ini pun telah dialami oleh Papua Nugini yang merasakan murahnya ekspor beras dari Indonesia.

“Lalu di Papua Nugini kami ekspor. Mereka katakan, ‘Pak dulu kami beli Rp40 ribu. Saat ini kami beli hanya Rp10 ribu’,” tutupnya.

Untuk mencapai target ini, pemerintah pun telah memberikan stimulus kepada para petani. Salah satunya adalah melalui asuransi pertanian. Diharapkan, asuransi ini nantinya dapat menjadi pendorong bagi petani untuk tidak ragu meningkatkan produksinya.

 

Share :

Baca Juga

Ekonomi

BPS Kabupaten Aceh Besar Gelar Pelatihan Petugas Ubinan Tanaman Pangan 2018

Ekonomi

Rumah Guru Ngaji Di Kubang Jaya Siak Ludes Terbakar

Ekonomi

Trik Kelola Uang yang Bikin Ramadan Semakin Jadi Berkah

Berita

Ketua Dekranasda Riau Tinjau Beberapa Kerajinan di Kampar

Ekonomi

Empat Unit Rumah Diselatpanjang Roboh Diterjang Angin Puting Beliung

Ekonomi

Perayaan Natal dan Tahun Baru Persediaan BBM dan Gas Aman

Ekonomi

Wabup Meranti Tinjau Sekolah,Pastikan Proses Belajar Mengajar Berjalan Dengan Baik

Ekonomi

Imigrasi Tanjungbalai Karimun Deportasi Delapan WNA Bermasalah
error: Content is protected !!