Hari Jadi Pertambangan dan Energi 2025: PT Timah Fokus pada Hilirisasi dan Pengembangan Mineral Ikutan

- Jurnalis

Minggu, 28 September 2025 - 15:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANGKALPINANG — Hilirisasi timah merupakan salah satu strategi utama pemerintah dalam memperkuat ketahanan industri nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Sebagai produsen timah terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengoptimalkan nilai tambah komoditas ini melalui hilirisasi. PT Timah Tbk, perusahaan pertambangan timah yang merepresentasikan negara telah melaksanakan hilirisasi timah melalui anak usahanya PT Timah Industri.

PT Timah Industri mengolah tin ingot menjadi berbagai produk seperti tin solder, tin solder powder dan tin chemical yang saat ini sudah menembus pasar global. Jumlah kapasitas pabriknya juga terus ditingkatkan.

Hilirisasi yang dilakukan PT Timah sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo melanjutkan hilirisasi dan kebijakan pemerintah untuk mengurangi ekspor mineral mentah dan mendorong ekspor produk bernilai tambah.

Sebagai komoditas strategis, timah memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan industri energi, teknologi, dan manufaktur. Hilirisasi yang dilakukan PT Timah tidak hanya berfokus pada peningkatan nilai tambah produk, tetapi juga pada pengembangan logam mineral ikutan yang berpotensi mendukung transisi energi, termasuk rare earth element (REE).

REE menjadi komoditas strategis karena dibutuhkan untuk industri berteknologi tinggi, mulai dari pembuatan chip semikonduktor, turbin angin, kendaraan listrik, hingga peralatan pertahanan.

Baca Juga :  Kualitas Air Baku Mulai Membaik, Distribusi Air Kembali Normal Secara Bertahap

PT Timah Tbk juga saat ini sedang mengembangkan mineral ikutan timah atau rare earth element dengan menghadirkan Pilot Plan RE(OH) di Tanjung Ular, Kabupaten Bangka Barat.

Baru-baru ini Menteri Pendidikan Tinggi, Teknologi, dan Sains (Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto, Ph.D memberikan dukungan penuh kepada PT Timah Tbk dalam upaya mengembangkan pengolahan dan pemanfaatan mineral rare earth di Indonesia.

Menurutnya, Kementerian Pendidikan Tinggi, Teknologi, dan Sains (Mendiktisaintek) akan melibatkan perguruan tinggi dan lembaga penelitian untuk memperkuat riset pengolahan mineral rare earth sehingga Indonesia dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki.

“Kita akan melakukan beberapa penelitian, pembangunan pilot plan dan kita akan coba usahakan secaepat mungkin. Saya mengapresiasi PT Timah yang sangat mendukung dan berkolaborasi untuk hal ini,” katanya.

Dengan riset dan inovasi berkelanjutan, pengembangan mineral ikutan akan menjadi pilar baru bagi kemandirian industri nasional sekaligus membuka peluang Indonesia berperan lebih besar dalam rantai pasok global.

Pada moment peringatan Hari Pertambangan dan Energi Nasional, PT Timah Tbk sebagai salah satu produsen timah terbesar di dunia, menegaskan peran strategisnya dalam mendukung agenda pemerintah melalui program hilirisasi yang berorientasi pada masa depan berkelanjutan.

Baca Juga :  Tragis! Gara-gara Gadai Handphone, Suami di Bengkalis Bacok Istri hingga Tewas

“PT Timah terus berupaya memperkuat hilirisasi timah dan pengembangan REE agar komoditas strategis ini dapat memberikan manfaat optimal bagi bangsa,: kata Corporate Secretary PT Timah Tbk, Rendi Kurniawan.

Rendi menyampaikan, timah merupakan bahan baku dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan, termasuk baterai kendaraan listrik, panel surya, hingga perangkat penyimpanan energi. Melalui hilirisasi, PT Timah tidak hanya memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen timah dunia, tetapi juga sebagai pemain kunci dalam ekosistem energi baru terbarukan global.

“Hilirisasi harus berjalan beriringan dengan praktik pertambangan yang ramah lingkungan. Program reklamasi,pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem pertambangan berkelanjutan,” tambah Rendi.

“Momentum Hari Pertambangan menjadi pengingat bagi kita semua bahwa pengelolaan sumber daya mineral harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, Bangsa dan Negara sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” tutupnya.

Melalui komitmen hilirisasi, pengembangan mineral ikutan, dan praktik pertambangan berkelanjutan, PT Timah berharap dapat berkontribusi lebih besar terhadap pembangunan nasional. (*)

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wamenaker: PVN Siapkan SDM Sesuai Kebutuhan Dunia Usaha dan Industri
Audiensi Bupati Asmar Berbuah Komitmen BNPP RI Kawal Pembangunan Kawasan Perbatasan Meranti
Kapolsek Kampar Kembali Tebar Kepedulian Lewat Program Jumat Berkah
Polres Meranti Tangkap Dua Terduga Pengedar Sabu di Banglas
Wabup Muzamil Ajak Masyarakat Doakan Perjuangan Percepatan Pembangunan Jembatan Selat Akar pada HUT ke-14 Tasik Putri Puyu
Kemnaker Berhasil Mediasi Perselisihan PHK PT Amos Indah Indonesia
Sinergi Lintas Instansi, Imigrasi Batam Gelar Razia Gabungan
SMANOR SKO Riau Resmi Lepas Tim Sepak Bola Menuju Liga Top Skor National Championship 2026
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:39 WIB

Wamenaker: PVN Siapkan SDM Sesuai Kebutuhan Dunia Usaha dan Industri

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:49 WIB

Audiensi Bupati Asmar Berbuah Komitmen BNPP RI Kawal Pembangunan Kawasan Perbatasan Meranti

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:11 WIB

Kapolsek Kampar Kembali Tebar Kepedulian Lewat Program Jumat Berkah

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:37 WIB

Polres Meranti Tangkap Dua Terduga Pengedar Sabu di Banglas

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:56 WIB

Wabup Muzamil Ajak Masyarakat Doakan Perjuangan Percepatan Pembangunan Jembatan Selat Akar pada HUT ke-14 Tasik Putri Puyu

Berita Terbaru