class="post-template-default single single-post postid-254921 single-format-standard wp-custom-logo elementor-default elementor-kit-37444">

banner 200x200

Home / Meranti / Riau

Selasa, 4 Juni 2024 - 19:45 WIB

Ini Kata Haji ADH, Soal Bangun Batching Plant Babat Kawasan Hutan Di Meranti Tanpa Izin

Meranti– Salah satu kontraktor dari Tembilahan Haji ADH memberikan penjelasan terkait penyerobotan dan pembabat kayu mangrove dengan menggunakan dua alat berat (Excavator) dikawasan hutan milik negara tanpa izin untuk mendirikan Batching Plant di Kabupaten Kepulauan Meranti yang saat ini menjadi sorotan banyak pihak.

Seperti diberitakan sebelumnya, Seluas 40 meter persegi kawasan hutan mangrove milik negara yang di kelola Kelompok Mangrove Meranti Lestari sesuai Keputusan Menteri LHK Nomor 4083/MENLHK-PSKLPKPS/PSL.O/6/2020 tanggal 26 Juni 2020 yang berlokasi di bibir pantai sungai Belokob, Desa Batang Meranti,Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai mana informasi yang beredar dilakukan Perusahaan asal Tembilahan untuk mendirikan Batching Plant.

Haji ADH mengatakan, terkait Perusahaan yang mendirikan Batching Plant yang membabat kayu mangrove di area kawasan hutan tersebut bukan miliknya.

“Jadi terkait Perusahaan yang mendirikan Batching Plant di area kawasan hutan dan tidak ada kaitan dengan perusahaan saya atau perusahan dari Tembilahan. Saya yakin itu, karena saya tau lah kontraktor di tembilahan tidak banyak,”kata Haji ADH kepada media ini melalui via telfon pribadinya Senin 03 Juni 2024 melalui via telfon, Senin 03 Juni 2024.

Ia menerangkan,”Memang saya dari tembilahan pernah dua kali surve ke lokasi dan pernah berencana mau mendirikan Batching Plant, namun belum rezeki saya tidak jadi,”

Lanjutnya,”Pada saat saya surve ke lokasi, saat itu saya boncengan dengan kepala desa dan kepala desa menanyakan saya dari mana saya bilang dari tembilahan mungkin itu lah mengapa di lapangan disebut Perusahan dari Tembilahan,”jelasnya.

Ditanya awak media ini , apakah mengetahui perusahaan mana mendirikan Batching Plant tersebut dan ia mengetahui nya tetapi tidak mau ikut campur persoalan orang lain.

“Yang namanya kita sesama Kontraktor tau lah, tetapi saya tidak mau lah ikut campur persoalan orang lain,” tutupnya.

Untuk diketahui kembali, pembangunan Batching Plant yang merusak kawasan hutan negara tersebut tidak ada kaitan dengan proyek pembangunan jalan yang akan di bangun pemerintah dari Desa Batang Meranti menuju Kantor Camat Pulau Merbau sebagai mana di isukan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab ditengah-tengah masyarakat setempat, karena perusahaan tersebut bukan pemenang lelang proyek pemerintah melainkan itu milik pribadi.

Sementara itu Muklis yang mengaku dari pihak perusahaan penyerobot lahan kawasan hutan mangrove tersebut saat di jumpai media ini di salah satu Hotel di Selatpanjang, Senin 13 Mei 2024 lalu, hingga saat ini masih engan untuk menyebut nama perusahaan tersebut.

Begitu juga dengan ketua Kelompok Mangrove Meranti Lestari saat ini belum bisa di minta keterangan hingga berita ini di terbitkan.

Reporter: Tommy.

Share :

Baca Juga

Meranti

Wakil Bupati Meranti Inspektur Upacara HUT RI Ke-73 Tahun 2018 di Lapas Kelas II Selatpanjang

Meranti

Sijago Merah Mengamuk Tiga Unit Rumah Warga & Tiga Korban Hangus Terbakar

Meranti

Sempena Peringatan 1 Muharam 1440 H, Sekda Meranti Ajak Umat Muslim Hijrah Menuju Pribadi Yang Lebih Baik

Ekonomi

DPRD Dan Pemkab Meranti Sepakati KUA – PPAS Anggaran Perubahan 2017

Nasional

30.000 Warga Pekanbaru Pilih Mudik Pakai Bus

Berita

SMAN 7 Pekanbaru Gelar Pentas Seni Bersama Kominfo

Meranti

Semarak Hari Pahlawan, Bhabinkamtibmas Desa Sendaur Datangi Murid SDN 011

Meranti

HUT Ke-75 Bhayangkara, Polres Meranti Bagikan Ratusan Paket Sembako