class="wp-singular post-template-default single single-post postid-268495 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Kepri

Senin, 14 September 2026 - 20:27 WIB

Kualitas Udara Memburuk, Siswa PAUD hingga SMP di Tanjungpinang Belajar Daring

Kota Tanjungpinang – Siswa PAUD, TK, SD hingga SMP sederajat di Tanjungpinang mulai Selasa (15/9/2026) mengikuti pembelajaran secara daring dari rumah. Kebijakan ini berlaku hingga 18 September 2026 menyusul kondisi cuaca dan paparan asap yang berpotensi mengganggu kesehatan peserta didik.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor B/041.4/13/5.3.05/2026 tentang Pembelajaran Secara Daring Selama Kondisi Cuaca Berpotensi Bahaya yang diterbitkan Dinas Pendidikan Tanjungpinang pada 14 September 2026.

Melalui surat itu, sekolah diminta tetap menjalankan proses belajar selama penerapan Belajar Dari Rumah (BDR). Guru tetap memberikan materi, tugas, dan pendampingan kepada siswa, sementara kepala sekolah memastikan kegiatan belajar berjalan efektif.

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan kebijakan tersebut diberlakukan untuk melindungi peserta didik dan tenaga pendidik dari dampak kondisi udara.

Perubahan pola belajar ini juga berdampak pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa. Menurut Lis, teknis pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“MBG sudah menyesuaikan saja karena ini kondisinya sudah di atas 100,” ujar Lis, Senin (14/9/2026).

Lis juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak diperlukan. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah diimbau menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan pernapasan.

“Kita meminta agar menghindari aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan dan juga sudah kita galakkan untuk menggunakan masker,” tambahnya.

Pembelajaran daring akan dievaluasi berdasarkan perkembangan cuaca dan kualitas udara. Jika kondisi kembali aman, siswa dapat kembali mengikuti pembelajaran tatap muka.

Lis menyebut kondisi udara akan dipantau dalam dua hari ke depan. Apabila kabut asap semakin meningkat, kegiatan pendidikan yang tidak berkaitan langsung dengan pelayanan dapat diterapkan secara bergantian.

“Kita evaluasi bagaimana dengan sistem pelayanan daripada pendidikan ini,” tuturnya.

Share :

Baca Juga

Karimun

Tjiu Kiang warga Buru tewas,Diduga serangan Jantung

Batam

Wanita Asal Tanjungbatu Ditangkap Bawa 2000 Ekstasi dan 575 Gram Sabu di Hang Nadim Batam

Featured

Setya Novanto dan Nazaruddin Tak Ada di Sel, KPK: Kenapa Bisa?

Batam

Mudik Lebaran,Tiket Pelni 70 Persen Tiket Terjual

Batam

Tarik Investasi AS-Kanada, Menko Perekonomian Gandeng Para Dubes ke Batam

Anambas

Wabup Natuna Hadiri Peringatan Tahun Baru Islam 1441 H

Featured

Menelusuri Praktik Prostitusi Berkedok Panti Pijat di Karimun

Karimun

Kanwil DJBC Khusus Kepri Akui Soal Tenggelamnya KM Dua Bersaudara 88
error: Content is protected !!