class="wp-singular post-template-default single single-post postid-243806 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / NTT

Jumat, 21 Oktober 2022 - 20:43 WIB

Labuan Bajo Maritim Festival (LBMF), Antara Memajukan Pariwisata atau Menghabiskan Anggaran?

Penulis:
Plasidus Asis Deornay, S.H.
Advokat & Ketua Komodo Lawyers Club Labuan Bajo Manggarai Barat NTT.

Penulis: Plasidus Asis Deornay, S.H. Advokat & Ketua Komodo Lawyers Club Labuan Bajo Manggarai Barat NTT.

Saya menghadiri acara pembukaan Labuan Maritim Festival malam ini. Antusias masyakarat yang menonton festival ini tampak sepi. Apakah ini karena kurangnya promosi atau karena terkesan festival ini dibuat dadakan tanpa perencanaan yang matang?

Sebagai ketua Komunitas Lawyers, beberapa catatan kritis yang ingin saya utarakan ke publik.

Pertama, Festival ini diselenggarakan oleh BPOLBF dibawah pimpinan Shana Fatimah. Festival ini tentu secara kelembagaan memiliki tujuan. Tetapi tampaknya tujuannya tidak menyentuh kebutuhan pariwisata. Karena hanya terkesan seperti hiburan atau pesta.

Kedua, patut saya duga festival yang dibuat merupakan bagian dari strategi menghabiskan anggaran di tahun 2022 untuk pemenuhan laporan akhir tahun. Enak benar ya? Padahal hemat saya, jika kegiatan ini di konversi untuk kegiatan membantu masyakarat miskin tampak berguna dan bermanfaat.

Baca Juga :  Pendirian SMP di Mbang Terkesan Asal Jadi, Tercium Proyek Politik Anggota DPRD

Ketiga, secara hukum, tentu dugaan yang saya utarakan ini mesti menjadi pintu masuk KPK untuk mengaudit lembaga BPOPLBF dalam penggunaan anggaran negara. Tidak ada lembaga/oknum yang yang kebal hukum di Republik ini.

Sayapun diundang oleh Ibu Shana Fatimah melalui WA untuk perkenalkan dengan komunitas yang ikut memeriahkan acara ini. Jujur saya tidak menemukan acara perkenalan itu. Hadir menonton festival musik sama kayak saya ke Paradise Cafe. Biasa saja. Tidak ada yang istimewa. Sial apa Bro..aku kena jebakan bedman. haha.

Baca Juga :  Langgar Regulasi Pengolahan Limbah Medis B3, Dirut RSU Santo Rafael Cancar Minta Maaf

Sudahlah, sebagai masyarakat yang tidak punya kuasa, saya hadir untuk mengamati festival ini sambil menggelengkan kepala saya. Kenapa ya Labuan Bajo ini di bawah genggaman pusat? Seenaknya ngatur daerah seenak udelnya. Disini mereka kumpul duit, di tempat lain mereka hidup mewah. Sedih..kita-kita jadi kuli di tanah sendiri.

Lawan..
Lawan..

Share :

Baca Juga

Berita

Tahun 2022 Pemprov, Ntt Raih Level III Pada Tingkat Keamanan Informasi

NTT

Oknum Staf KSP Suka Damai Sebut Wartawan Setan

Berita

Pemilik Homestay Tawarkan Menginap Gratis ke Presiden Jokowi

Nasional

BMKG imbau warga NTT Waspadai Cuaca Ekstrem

Berita

Tuntut Kembalikan Tanah Masyarakat Yang Dirampas Mafia, Kantor BPN Mabar Didemo Massa

Berita

Limbah FABA PLTU Dimanfaatkan Untuk Bedah Rumah TNI Di Sikka

NTT

KSP SuKa Damai Diduga Tidak Bayar Asuransi Simpanan Pokok Nasabah

NTT

PKN Mabar Menilai Adanya Kejanggalan Proyek Irigasi Wae Sar
error: Content is protected !!