class="wp-singular post-template-default single single-post postid-14554 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Nasional

Kamis, 4 Januari 2018 - 08:56 WIB

Pencarian Pesawat MH370 Dilanjutkan Perusahaan Amerika Serikat 

Washington DC -Sebuah perusahaan pencarian bawah laut yang berbasis di Amerika Serikat Ocean Infinitymengatakan sedang memindahkan sebuah kapal mereka ke lokasi pencarian pesawat Malaysia MH370 yang hilang karena mereka akan mendapatkan kontrak dari pemerintah Malaysia guna mencari bangkai pesawat tersebut.

Hilangnya pesawat dalam penerbangan dari Kuala Lumpur ke Beijing pada bulan Maret 2014 dengan 239 orang di dalamnya sampai sekarang masih menjadi salah satu misteri terbesar di dunia penerbangan.

Australia, China dan Malaysia menghentikan pencarian pesawat tersebut bulan Januari tahun lalu, proses yang sudah menghabiskan dana $ 200 juta.

Tetapi bulan Oktober 2017, Malaysia mengatakan sedang mengadakan pembicaraan dengan Ocean Infinity dengan sistem ‘tidak bayar bila tidak ditemukan’ dimana Malaysia hanya akan membayar bila pesawat ditemukan.

Ocean Infinity berharap bahwa kontak final bagi pencarian pesawat MH370 akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang,” kata seorang juru bicara perusahaan tersebut.

“Dengan jendela cuaca yang tidak besar, kami memindahkan salah satu kapal yaitu Seabed Constructor, ke wilayah pencarian.”

“Ini dimaksudkan untuk menghemat waktu, dengan antisipasi kontrak akan diberikan.”

Data pergerakan kapal yang dimiliki kantor berita Reuters menunjukkan bahwa kapal Seabed Constructor meninggalkan Durban (Afrika Selatan) hari Selasa dan menuju ke Perth (Australia Barat) dan diperkirakan akan sampai 7 Februari.

Wakil Menteri Perhubungan Malaysia Aziz Kaprawi mengatakan pemerintahannya masih melakukan perundingan di tahap akhir dengan Ocean Infinity dan dia tidak tahu mengenai pergerakan kapal.

“Kami sedang dalam taraf final pengambilan keputusan. Di sisi kami, kami belum lagi menyelesaikan persetujuan,” katanya.

Ketika ditanya apakah Australia dan China akan diajak konsultasi mengenai perjanjian Aziz Kaprawi mengatakan “Pada dasarnya, Malaysia yang akan mengambil keputusan, karena tawaran ini dibuat oleh pemerintah Malaysia. Biayanya juga ditentukan Malaysia.”

Para penyelidik memperkirakan bahwa seseorang di dalam pesawat itu sengaja mematikan radar di dalam Boeing 777 tersebut sebelum membelokkan penerbangan di atas Lautan India.

Beberapa serpihan dari pesawat sudah ditemukan di pulau-pulau di Lautan India, dan di pantai timur Afrika dan paling tidak tiga serpihan sudah dikukuhkan berasal dari pesawat nahas itu.

Reuters

Share :

Baca Juga

Batam

Truk Muatan Plat Baja Nyaris Hantam Becak Motor

Berita

Enam Mantan Pegawai Lapas di Pindahkan ke Nusakambangan

Karimun

HUT Bhayangkara Ke-73, Satlantas Polres Karimun Gelar Perpanjangan SIM Gratis, Ini Syaratnya

Karimun

Polres Karimun Terima Penghargaan Dari Menpan RB

Nasional

Kasubag Humas Polres Langkat Tewas Kecelakaan

Kep Meranti

Jelang Pornas, Atlet SOIna Meranti Jalani Training Center

Nasional

Pilkada Serentak 2017 Mendatang Dibuktikan dengan e-KTP

Karimun

Danlanal TBK Lepas 10 Anggota Saka Bahari Ikuti Pelayaran Lingkar Nusantara 2018
error: Content is protected !!