class="wp-singular post-template-default single single-post postid-29979 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Karimun / Kep Meranti / Kepri / Liputan Bea Cukai

Sabtu, 15 Februari 2020 - 20:27 WIB

Pramugari Kapal MV Miko Natalia Diamankan Petugas BC

“Bawa HP 32 unit tidak dilengkapi dokumen”

Meranti – Petugas Kantor Bantu Bea Cukai Selatpanjang berhasil mengamankan 32 unit telepon genggam tanpa di lengkapi dokumen lengkap asal kota Batam dari seorang pramugari kapal MV Miko Natalia.

Penindakan dilakukan pada Rabu 12 Februari 2020 di Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang.

Petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Bengkalis melalui Kasubsi Penindakan dan Penyidikan (P2) Kantor Bantu Bea Cukai Selatpanjang, Albert CH membenarkan adanya penegahan tersebut.

Dikatakannya, 32 unit handphone berbagai jenis dan merek asal Kota Batam mereka dapatkan dari seorang pramugari kapal MV Miko Natalia.

“Kita mencurigai barang bawaan seorang pramugari kapal. Setelah di cek dengan petugas ternyata isi didalam tas puluhan unit hp yang mendominasi merek iPhone,” katanya kepada awak media di Kantor Bantu Bea Cukai Selatpanjang, Jumat (14/2) sore.

Baca Juga :  Terkait Kapal Asing Berbendera Taiwan Diamankan, Dua Anjing Pelacak Tiba DiMeranti

Dia menjelaskan, barang elektronika tersebut secara legalitas tidak memiliki dokumen sesuai dengan aturan yang tercantum dalam undang-undang Nomor 17 tahun 2016 Tentang Kepabeanan.

“Dokumennya tidak ada. Jadi langsung diambil tindakan dengan penyidik dilapangan,” aku dia.

Baca Juga :  Bea Cukai Tanjung Pinang Amankan Kapal KM Puteri Setia

Menurut Albert, pihaknya telah lama memonitor keberadaan dan modus penyelundup handphone ilegal dari kawasan bebas Batam tujuan Selatpanjang, Kepulauan Meranti itu.

“Kita sudah lama memonitor ini, makanya kita siaga terus,” ujarnya

Dari Berita Acara pemeriksaan (BAP) lanjut dia, jajarannya telah meminta keterangan sejumlah saksi. Diakuinya ternyata barang tersebut merupakan titipan atau dropshipper.

“Dropshiper dan ini adalah modus baru bagi mafia dalam menghindari pajak. Ini sedang kami dalami, dan akan berkembang. Dan barang tetap kami tahan untuk menuju ketahalan pemusnahan,” ungkapnya.***

Share :

Baca Juga

Batam

ASDP Punggur Ajukan Penambahan Jam Operasional

Kep Meranti

Hadirkan Motivator Nasional, Miss Creative Meranti Gelar Tablig Akbar Di Masjid Agung Selatpanjang

Berita

BC Bengkalis gagalkan penyelundupan barang elektronik di Selat Panjang

Ekonomi

Bupati Kepulauan Meranti Hadiri Pisah Sambut Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Selatpanjang

Karimun

Bupati Karimun Bangkitkan Semangat Karimun Bersih

Batam

BP Batam Prioritaskan Pemberdayaan Masyarakat Terdampak Pembangunan Rempang Eco-City

Featured

PORPROV Kepri ke-IV tahun 2018 Akan digelar Tanggal 25 November

Featured

TNI AL Dabo Singkep Amankan 20 Karung Pasir Timah Ilegal
error: Content is protected !!