Liputankepri.com,Tanjungpinang- PT.Pelindo I Cab Tanjungpinang akan menerapkan perubahan sistem yang baru yaitu E-Tiketing yang akan dilaksanakan dengan beberapa cara agar memudahkan para calon penumpang kapal untuk mendapatkan tiket mereka.
Dalam menggunakan jasa transportasi laut, sesuai program menteri Perhubungan RI, yang akan diterapkan sistem ini, di Pelabuhan Seri Bintan Pura (SBP), untuk mendapatkan tiket baik secara oline meskipun secara menual.
Tujuan dari mengunakan sistem online yaitu, untuk menghasilkan maniferst (daftar penumpang) yang akan berangkat, dimana manifes tersebut akan terkirim langsung ke pemerintah pusat. Lalu ke dinas perhubungan prov.Kepri dan juga kepada kita.
Arif Anhar Perdana selaku GM PT.Pelindo I Cab Tanjungpinang, menjelaskan dengan adanya E- Tiketing ini yang akan diterapkan maka kita harus melakukan percobaan-percobaan terlebih dahulu agar dimana sistem ini bisa berjalan dengan lancar kedepannya.
“Ini baru di lakukan percobaan saja dulu, agar calon penumpang kapal dengan mudah mendapatkan tiket baik secara oline dan secara menual,” ungkap arif kepada awak media saat di temui dikantor Dinas perhubungan prov. Kepri. Rabu (19/12/2018) pagi.
Dalam permasalahan E.Ticketing yang akan di terapkan di pelabuhan Seri Bintan Pura (SBP) oleh PT.Pelindo tersebut, maka dibutuhkan bersosialisasi terlebih dahulu kepada pemerintah yang terkait dan jasa pengusaha penjual tiket lainnya.
Kabid Perhubungan Laut Dinas Perhubungan Prov Kepri, Azis Kasim Djou, mengatakan kepada awak media, pertemuan yang berlangsung tadi. Belum mendapat kesepakatan, pertemuan akan di lanjutkan lagi nantinya.
Permasalahan perubahan pembelian tiket yang di terapkan di pelabuhan SBP kalau tidak merugikan pekerja lain iya boleh-boleh saja kita ikuti
“Namun dengan menggunakan aplikasi atau web untuk memesan E.Ticketing tersebut, apa tidak mengurangkan pekerja lain yang selama ini mencari nafkah, baik tukang jual tiket dan banyak calo-calo yang lainnya,” ungkapan Aziz
Bagai manapun sesuatu yang merupakan perubahan dan peningkatan yang lebih baik iya kita tetap dukung jika memang tidak merugikan orang banyak.
“Jika banyak merugikan pihak lain lebih baik jangan di buat sistem online tersebut, lebih baik dilakukan secara menual saja itu lebih mudah, karena untuk sekarang ini mengenai internet iya dikatakan hampir semuanya menggunakan internet,”. Tutupnya.(Budi)









